Militer Jepang Siaga Cegat Rudal Korea Utara

TOKYO – Menteri Pertahanan Jepang telah memerintahkan militer negara itu untuk selalu waspada untuk mencegat rudal balistik Korea Utara, menurut media lokal. Salah satu rudal tersebut telah masuk ke wilayah ZEE Jepang untuk pertama kalinya minggu lalu.

Menteri Pertahanan wanita pertama Jepang, Tomomi Inada, telah memerintahkan militer negara itu untuk siaga menjatuhkan setiap rudal berbahaya Korea Utara yang mendekati wilayah udara nasional, penyiar NHK melaporkan. Ketika diminta untuk menguraikan perintah oleh AFP, juru bicara Kementerian Pertahanan menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.

Inada, seorang politisi berpandangan nasionalis, diangkat oleh Perdana Menteri Shinzo Abe sebagai Menteri Pertahanan pada hari Rabu (03/08/2016) – hari yang sama saat Pyongyang menembakkan dua rudal balistik. Peluncuran tersebut sangat mengejutkan Jepang, Korea Utara menggunakan platform peluncuran mobile menembakkan dua rudal Rodong, salah satunya dikabarkan meledak di udara.

Rudal lainnya berhasil masuk sejauh 250 kilometer di ZEE Jepang, di sebelah barat Semenanjung Oga Provinsi Akita. Peluncuran tersebut dilaporkan tidak terdeteksi oleh militer Jepang.

Tokyo menggambarkan uji peluncuran itu sebagai “ancaman besar” dan “tindakan keterlaluan yang tidak dapat ditoleransi”. Menurut pers lokal, Jepang telah mengincar kemungkinan membuat mode sinyal terbatas, dengan kesiapan puncak yang harus diperbaharui setiap tiga bulan bila diperlukan.

Seorang prajurit Pasukan Bela Diri Jepang berada didekat unit rudal Patriot Advance Capability-3 (PAC-3) di Kementrian Pertahanan yang ada di Tokyo, Jepang (Reuters)

Militer Jepang Siaga Cegat Rudal Korea Utara 1

Sehari setelah peluncuran berlangsung, Inada mengatakan bahwa “dalam rangka meningkatkan sistem pertahanan Jepang, kita akan memperkuat kemampuan kita untuk segera, secara bersamaan, dan terus menerus menanggapi ancaman”.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan anggaran tahun depan untuk proyek tersebut,” kata Menteri Pertahanan kepada surat kabar Sankei.

Tokyo memiliki dua komponen pertahanan rudal utama, yang keduanya buatan AS. Pasukan Beladiri Maritim Jepang (JM-SDF) juga telah memiliki rudal perusak kapal Aegis yang dilengkapi dengan rudal SM-3 yang kompleks. Ibukota Jepang dijaga oleh pencegat rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) yang dioperasikan oleh Pasukan Beladiri Udara Jepang (JA-SDF).

Kapal Aegis BMD (JFTM-4) dilengkapi dengan rudal Aegis SM-3 milik Angkatan Laut Jepang.

Militer Jepang Siaga Cegat Rudal Korea Utara 2

Kedua sistem ini mampu mencegat rudal balistik dan rudal jelajah jarak menengah saat rudal tersebut berada dalam penerbangan. Tokyo telah berbicaraan dengan Washington tentang penyebaran sistem anti-rudal canggih THAAD diwilayahnya – sebuah langkah yang membuat Beijing khawatir, yang mana bertentangan dengan penyebaran sistem canggih Amerika Serikat diwilayah ini.

Tes rudal Korea Utara juga menjadi prihatin Seoul, yang baru-baru ini memutuskan untuk menyebarkan sistem anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) untuk melindungi ibukota Korea Selatan. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pekan lalu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Korea Selatan harus “berpikir dua kali” tentang penyebaran THAAD, dengan mempertimbangkan hubungan baik antara Beijing dan Seoul.

Awal musim panas ini, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat bersama-sama turut ambil bagian dalam latihan pertahanan rudal untuk pertama kalinya, sebagai bagian dari latihan angkatan laut Pasifik, RIM-PAC 2016.

Sumber: Ria Novosti

(Vegassus/JakartaGreater)

Leave a Reply