DSIC Luncurkan Kapal Perusak Luyang III-Class (Tipe 052D) Kedua

LIAONING – Perusahaan industri galangan kapal Dalian (DSIC) meluncurkan sebuah kapal perusak jenis Luyang III-Class yang kedua (Tipe 052D) pada hari Rabu (03/08/2016). Kapal perusak ini diberi nama Chengdu, sementara kapal pertama yang dibangun di galangan kapal Dalian ini diberi nama Guiyang dan saat ini sedang dilengkapi dan yang kapal perusak yang ketiga saat ini sedang dipersiapkan.

Jiangnan Changxingdao, mengatakan bahwa kapal kesembilan dengan tipe 052D tersebut telah diluncurkan pada tanggal 28 Juli lalu. Melanjutkan produksi kapal Tipe 052D (Luyang III-Class) tersebut menunjukkan bahwa kelas ini akan lebih besar daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Sebuah laporan dari CNA baru-baru ini mengungkap kekuatan maritim China bahwa negara itu telah memiliki beberapa kapal dari jenis ini dimana jumlahnya lebih banyak dari Jepang dan dilengkapi juga dengan Aegis.

Destroyer Baru Tiongkok, “Chinese Aegis”

DSIC Luncurkan Kapal Perusak Luyang III-Class (Tipe 052D) Kedua 1

Kapal perusak (Destroyer) tipe 052D ini dilengkapi dengan sebuah radar AESA flat-array, Sistem Peluncur Vertical (VLS) 64 sel, dan rudal anti-udara jarak-jauh modern. Kapal perusak ini diharapkan memiliki kemampuan yang setingkat dengan kapal perusak Arleigh Burke-Class Amerika Serikat yang memiliki Sistem Peluncur Vertical (VLS) 96 sel.

Ada spekulasi bahwa sistem Aegis versi China ini memiliki radar yang mampu mendeteksi pesawat tempur siluman, salah satunya F-35 Lightning II Amerika Serikat, terutama karena menggunakan radar tipe 346A yaitu sebuah radar S-band sama seperti radar SPY-1 buatan Amerika.

Bagaimanapun, radar SPY-1 dan radar pertahanan rudal udara beroperasi pada porsi frekwensi yang lebih tinggi dari radar S-band dan mampu menghasilkan jejak senjata berkualitas, jadi kemungkinan sistem radar China juga memiliki kemampuan yang mirip.

China berspekulasi untuk menurunkan ukuran dari besarnya resolusi sel radarnya dengan menghubungkan sejumlah radar frekwensi rendah melalui jaringan data berkecapan tinggi, yang mana mampu memperkuat resolusi hingga cukup untuk melacak sebuah rudal yang menjadi sasarannya.

Sumber: IHS Jane dan Sina

(Vegassus/JakartaGreater)

Leave a Reply