Mampukah SU-35 Menjadi Pesawat Tempur Yang Lebih Baik Dari F-15?

McDonnell Douglass F-15 Eagle adalah pesawat tempur taktis disegala kondisi cuaca yang telah lama dianggap sebagai salah satu dari jet tempur yang paling sukses di dunia. Namun, jet tempur multirole Rusia, Sukhoi SU-35 Flanker-E tampaknya sama baiknya dengan F-15 Eagle, dan bahkan mungkin lebih baik dari pesawat tempur AS.

Sebastien Roblin, dalam sebuah artikel Kepentingan Nasional, memutuskan untuk sampai ke hal dasar dan menyajikan perbandingan kekuatan komprehensif dan kelemahan kedua pesawat.

Dalam hal sensor, radar AESA APG-63 V3 pada F-15 ternyata lebih unggul dari radar PESA Irbis-E pada SU-35S, karena “lebih sulit untuk di jamming, resolusi yang lebih tinggi dan lebih sulit untuk dilacak.”

Namun, pesawat F-15 AS ini tidak memiliki sistem pencarian dan pelacakan inframerah yang telah digunakan Rusia sebagai penangkalnya, dan tidak dirancang untuk tersembunyi, tidak sama seperti SU-35S Rusia.

Dalam hal senjata udara-ke-udara, SU-35 memiliki 12 atau lebih cantelan dibandingkan dengan delapan yang dimiliki F-15C, meskipun jarak jauh, rudal berpemandu radar udara-ke-udara yang terpasang di kedua pesawat “pada dasarnya di kelas yang sama”, menurut penulis.

Lebih jauh lagi, sistem radar jamming L175M Khibiny yang terinstal pada SU-35, saat ini mungkin tidak efektif terhadap radar F-15, namun menjadi ancaman serius terhadap radar yang digunakan untuk rudal udara-ke-udara AIM-120 yang digunakan oleh jet tempur AS.

Tapi dalam hal pertempuran “dog-fighting” disinilah kemampuan jet tempur Rusia memiliki keunggulan yang jelas dan tak terbantahkan atas jet tempur AS.

“Jet tempur F-15 Eagle tidak dapat membungkuk ketika bermanuver – faktanya, itu adalah salah satu desain pertama yang membuktikan jet tempur kelas berat masih bisa melakukan manuver dengan ketat, putaran hemat energi dan mampu menanjak dengan cepat saat mendaki, berkat pengisian sayap rendah dan rasio daya dorong dan berat yang tinggi. Bagaimanapun, SU-35 adalah satu-satunya jet tempur di kelasnya. SU-35 menggunakan turbofan dengan daya dorong-vektor – yang berarti nozel mesin yang dapat bergerak secara independen sehingga memungkinkan untuk melakukan manuver ketat sambil mempertahankan sudut tinggi serangan (hidung pesawat berada dalam arah yang berbeda dari arah gerak pesawat) dimana pesawat tempur biasa tidak mampu melakukannya. SU-35 akan mampu menari di sekitar F-15 dalam pertempuran udara dengan kecepatan rendah”, penulis menjelaskan.

Dalam kesimpulannya, penulis menduga SU-35 mengambil mahkota sebagai dog-fighter terbaik, dan juga memiliki platform rudal yang sangat mampu dan serbaguna terhadap target darat dan udara, dan mengingat bahwa diantara model jet tempur yang ada saat ini, “F-15 masih tetap sebagai pesawat tempur superioritas udara dengan kemampuan radar canggih“.

Namun demikian menurutnya, bahwa kemampuan pesawat tempur yang akan datang lebih ditentukan oleh “efektivitas rudal dan keunggulan penangkal elektronik” daripada karakteristik yang dimiliki pesawat tersebut.

Sumber: Sputniknews

Leave a Reply