Home » Alutsita Canggih » Admiral Kuznetsov, Kapal Induk Paling Unik di Dunia

Admiral Kuznetsov, Kapal Induk Paling Unik di Dunia

Admiral Kuznetsov adalah satu-satunya kapal induk yang memperkuat Angkatan Laut Rusia. Admiral Kuznetsov juga sudah cukup tua, lebih dari 25 tahun sudah melayani armada laut Rusia.

Diperkuat pesawat tempur maritim Su-33 dan MiG-29K sebagai sayap udaranya. Admiral Kuznetsov saat ini sedang berlayar mendukung operasi serangan udara terhadap militan ISIS di Suriah.

Sebenarnya ada beberapa hal unik dari kapal induk Rusia, dan inilah fakta-fakta unik dari Admiral Kuznetsov yang jarang diketahui

1. Paling Unik

Admiral Kuznetsov adalah kombinasi dari kapal penjelajah dan kapal induk – atau bisa dikatakan sebuah kapal induk dengan persenjataan rudal yang kuat. Rusia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki kapal induk bersenjata berat. Kapal induk dari negara-negara lain seperti AS pada dasarnya hanya sebuah pangkalan pesawat tempur terapung.

2. Terbesar Bagi Rusia

Admiral Kuznetsov adalah kapal perang terbesar yang pernah dibangun di era Uni Soviet atau Rusia, dengan berat hampir 62.000 ton.

3. Kapal Perang Dengan Banyak Nama

Admiral Kuznetsov memegang rekor sebagai kapal perang yang paling banyak berganti nama dalam sejarah Angkatan Laut Rusia. Awalnya diluncurkan dengan bernama Riga, kemudian Leonid Brezhnev, kemudian Tbilisi, sebelum akhirnya dinamai Admiral Nikolai Kuznetsov.

4. Ski Jump Bukan Catapult

Laksamana Kuznetsov bisa saja menggunakan sistem peluncuran ketapel, tapi karena alasan ekonomis militer Uni Soviet memilih dek penerbangan dan pendaratan dengan ski-jump.

5. Pesawat Tempur Pengawal Berlatih di Darat

Di era Uni Soviet, pusat pelatihan penerbangan khusus untuk pesawat tempur di Admiral Kuznetsov dibangun di darat, dengan meniru desain sky-jump sebuah kapal induk. Pusat pelatihan dibangun di Krimea. Pusat pelatihan ini kemudian menjadi milik Ukraina, tapi setelah peristiwa konflik di Krimea pada tahun 2014, Rusia kemudian mengambil alih kendali dari Ukraina.

6. Mampu beroperasi mandiri

Admiral Kuznetsov bersenjata sangat lengkap, bahkan mampu beroperasi mandiri tanpa kapal perang pengawal, tidak seperti kapal induk Amerika Serikat. Admiral Kuznetsov dilengkapi 12 rudal jelajah anti kapal Granit, enam canon otomatis AK-630, dua peluncur roket Udav dengan 60 bom kedalaman anti kapal selam, sistem rudal pertahanan udara Kinzhal dan sistem CIWS rudal Kortik, persenjataan yang mampu mencegah musuh mendekat dari udara, permukaan maupun bawah laut.

7. Kapal Induk ‘Curian’

Setelah runtuhnya Uni Soviet, Admiral Kuznetsov diklaim oleh Ukraina. Pada tahun 1991, kapal induk kemudian berlayar ke Armada Utara menjalani uji pelayaran dengan Armada Laut Hitam di Feodosia, meninggalkan wilayah Ukraina.
Wakil Laksamana Armada Utara Rusia terbang ke Ukraina, kemudian memberi perintah untuk menaikkan jangkar dan segera mengarahkan kapal induk ke Severodvinsk. Dengan mematikan lampu navigasi, kapal meninggalkan pelabuhan dan menghabiskan waktu lebih dari tiga minggu berlayar ke basis permanennya di Rusia tanpa pesawat tempur diatasnya dan hanya dioperasikan oleh sepertiga awak kapalnya yang libur pada saat itu.
Setelah ‘menyelamatkan’ kapal induk, wakil Laksamana Rusia memuji dan membenarkan tindakan para awak Admiral Kuznetsov yang melarikan kapal induk dari Ukraina ke Rusia.

8. Selamat Secara Ajaib

Selama Admiral Kuznetsov tertambat di Ukraina, kapal induk bisa mengalami nasib yang berbeda dari sekarang . Kapal sejenis dari project 1143, Cruiser Kiev sekarang menjadi museum dan hotel di Cina, sedangkan Ulyanovsk dibongkar menjadi beberapa bagian. Novorossiysk dan Minsk dijual ke Korea Selatan dan China dijadikan museum. Ukraina juga menjual Varyag ke China yang akhirnya mengubahnya menjadi kapal induk Liaoning.

9. Tak Mungkin Tergantikan

Pada tahun 2015, Program persenjataan Rusia sampai tahun 2020 tidak merencanakan pembangunan kapal induk lagi, sehingga Laksamana Kuznetsov akan tetap menjadi kapal induk Rusia satu-satunya untuk waktu yang lama.