Home » Alutsita Canggih » Pertama di Dunia, Satelit Komunikasi Kuantum Diluncurkan di China

Pertama di Dunia, Satelit Komunikasi Kuantum Diluncurkan di China

China telah meluncurkan satelit ke orbit dengan nama Quantum Experiments at Space Scale (Quess) dengan menggunakan roket Long March-2D. Satelit lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Selasa pukul 01.40 pagi (16/8/2016). Satelit Quess akan diposisikan di orbit sinkron-matahari, sekitar 600 kilometer (373 mil) di atas Bumi pada sudut 97,79 derajat.

Satelit komunikasi kuantum pertama di dunia itu, memiliki berat lebih dari 600 KG. Dalam bahasa mandarin, satelit diberi julukan Mozi atau Micius, yang diambil dari nama seorang filsuf legendaris China pada abad ke-5 SM.

Satelit Quantum Experiments at Space Scale (Quess) memiliki tugas utama mengamankan komunikasi dari serangan cyber dan juga pengintaian elektronik global. Nantinya, satelit komunikasi tersebut akan mampu membuka akses komunikasi global antara Eropa dan China.

Pengoperasian Satelit komunikasi kuantum ini dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences.

Menurut Pan Jianwei, kepala ilmuwan proyek Quess dengan Chinese Academy of Sciences (CAS), Peluncuran Satelit akan menandai transisi dalam peran China, dalam pengembangan teknologi informasi klasik menjadi salah satu pemimpin teknologi informasi di masa depan.

“China akan mengirimkan lebih banyak satelit komunikasi quantum ke orbit, kami memprediksi jaringan komunikasi global yang diidam-idamkan akan terwujud pada tahun 2030,” ujar Pan Jian Wei seperti dikutip dari shanghaiist.

China berharap bahwa program enkripsi kuantum eksperimental ini akan berperan dalam menangani masalah keamanan informasi ketika pemerintah, militer, dan jaringan keuangan menjadi target utama spionase musuh.
Salah satu keunggulan dari satelit tersebut adalah setiap informasi yang disalurkan bebas dari peretasan karena partikelnya yang tidak dapat diduplikasi ataupun dipisahkan.

Jika berhasil, Teknologi komunikasi China ini akan sangat berperan penting dalam dunia kemiliteran, meski hingga kini China belum menentukan penggunaannya apakah untuk kepentingan militer atau umum.