Jul 182013
 
Pesawat C-130H Royal Australian Air Force RAAF, Skuadron 37 (photo: Jan Hendriksen)

Pesawat C-130H Royal Australian Air Force RAAF, Skuadron 37 (photo: Jan Hendriksen)

Jumat 19 Juli 2013, Kementerian Pertahanan RI menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (mou) penyerahan 9 Pesawat Hercules seri H dari Australia untuk Indonesia. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerangkan dari 9 pesawat itu, 5 unit dibeli dan sisanya akan dihibahkan oleh Australia. Urusan pembelian dan hibah ini akan mempertemukan Qantas Defence Service dengan Kementerian Pertahanan RI. “Yang 5 itu murah sekali,” ujar Purnomo Yusgiantoro di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2013).

Meski barang hibah, Menteri Pertahanan menegaskan pesawat Hercules tersebut memiliki kualitas yang baik. “Herculesnya seri H, sudah digital,” terangnya. Pesawat hibah tersebut masih fit dan layak terbang. “Apalagi suku cadang Hercules kita kan banyak. Hibah ada 4 dan kru harus training, karena digital,” imbuhnya. Menurut Menteri Pertahanan pesawat Australia ini mampu dipakai untuk 10-15 tahun ke depan.

Kita agak surprise juga dengan sikap yang AS dan Australia yang dengan senang hati memperkuat militer Indonesia. Indonesia yang tadinya hendak membeli 6 F-16 block 52, ditawari oleh AS menjadi 30 pesawat F-16 block 25/32 eks Air National Guard. Keberadaan 30 fighter ini tentunya akan memperkuat pasukan pemukul Indonesia di udara. Sementara untuk dukungan logistik, Indonesia mendapatkan 9 pesawat Hercules dari Australia, 5 pesawat baru dan 4 hasil hibah, dengan harga murah. Amerika pun memperkenankan Indonesia untuk membeli helikopter serang Apache yang bisa disebut salah satu helikopter tempur terbaik saat ini. Harapannya TNI AD bisa mendapatkan 1 skuadron Helikopter Apache. Selama ini helikopter Apache hanya dijual Amerika Serikat kepada negara-negara sekutu terdekat dan anggota NATO.

Melunaknya sikap AS dalam pengadaan senjata ke Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari kondisi geo paolitik saat ini. Amerika akan menambah pasukan Marinirnya di Darwin Australia dari 250 tentara menjadi 1100 tentara pada 2014 dan terus ditingkatkan menjadi 2500 personel dalam beberapa tahun ke depan, tergantung kesepakatan dengan pemerintah Australia.

Tentu AS mengharapkan dukungan dari negara yang berbatasan langsung dengan Australia, yakni Indonesia. Jika militer Indonesia kuat, kekhawatiran pasukan AS di Darwin bisa sedikit berkurang. Dengan alasan ini pula Australia perlu mendekatkan diri dengan Indonesia, agar keberadaan Marinir As di Darwin tidak dianggap Indonesia sebagai ancaman.

Pesatnya perkembangan militer Cina telah memanaskan hubungan kedua negara, apalagi China mulai melakukan perang-perang cyber. Untuk membendung hegemoni militer China, AS juga memperkuat kerjasama militer dengan Singapura, untuk dijadikan check point dari kapal perang AS yang berpatroli di Asia.

Operasi C-130H RAAF dengan Helikopter Serang AH 64 Australia (photo: Jan Hendriksen)

Operasi C-130H RAAF dengan Helikopter Serang AH 64 Amerika Serikat(photo: Jan Hendriksen)

RAAF Australia memensiunkan dini sejumlah pesawat C-130H Hercules dengan alasan menghemat anggaran sebesar 250 juta USD untuk biaya perawatan dan operasional. Sementara USAF memensiunkan sejumlah fighter F-16 untuk alasan modernisasi persenjataan.

Apakah Indonesia untung atau rugi atas hibah fighter F-16 dan pesawat Angkut militer Hercules C-130H Australia, masih mengundang perdebatan, pro dan kontra. Ibarat sebuah koin, dari sisi mana kita melihat koin tersebut ?. Menurut pemerintah, pembelian alutsista bekas/ refurbish ini dilakukan dengan alasan untuk menutupi minimum essential force 2019.(JKGR).

  32 Responses to “9 Pesawat Hercules untuk TNI AU”

  1. Bekas lagi..bekas lagi…

  2. mantap

  3. gak termasuk yg bangga.. barang bekas, dan ujung ujungnya ada udang di balik batu , justru indonesia hati hati dg kepentingan nasionalnya

    jangan sampai sudah sengan dapat kuningan malah kehilangan emas , gak pesimis juga namun belajar lah dari pengalaman.

  4. Ga papa bekas juga…. yang penting fungsinya masih baik
    analogikan dengan diri kita aja lah… kalo mau buat usaha punya kebutuhan 4 mobil pik up tp cuma punya uang 120 juta, enak beli 1 yang baru apa ditawarin orang kondisi bekas msh fungsi baik tapi lgs dapt 4 unit.. hayooo…. pilih manna….

  5. kalo A400M emang mahal ya…?

  6. RAAF Australia memensiunkan dini sejumlah pesawat C-130H Hercules dengan alasan menghemat anggaran sebesar 250 juta USD untuk biaya perawatan dan operasional.

    Coba liat kata2 ini..

    Australia, mempensiunkan ulang karena menghemat untuk biaya perawatan dan operasional.

    Eh malah dibeli sama kita.. Hohohohohoho…

    Otaknya dmana ini….???????

    • otak mah di kepala kin, itukan standar AUS, ibarat service motor honda di dealer resmi,tentu saja mahal, tapi kan ada bengkel lainnya yang murah & bagus.itulah tehnisi AU. lihat saja herky dari zaman bung karno.

    • Untuk Australia, Hercules ini udah kebanyakan jumlahnya dibanding kebutuhannya mereka.

      Sementara itu RI butuh Hercules bnyk banget tp gak punya duit buat beli yg trbaru. Dan kebetulan onderdil2 Hercules masih cukup melimpah di gudang TNI.

      Yang penting gak ada tentara yg nganggur karena kerkurangan ‘mainan’ & kebutuhan angkut TNI buat wilayah RI yg luas bisa terpenuhi.

      Jadi saya pikir pemerintah RI sudah cukup bijak.

      Tapi, ya namanya penonton di manapun pasti selalu lebih pinter… pinter komentar karena gak berhadapan langsung ama detail kasus 😀

    • dengan penambahan herkie di jajaran TNI AU, banyak manfaatnya
      1. logistik pasukan jadi lebih lancar
      2. sepakat dengan bung errik irwan, pasukan gak kekurangan maenan
      3. angkut sipil buat daerah2 remote jadi lebih terbantu
      4. berhubung bentar lagi lebaran, yang gak kebagian tiket airlines tetep bisa mudik naek herkie ini (walaupun harus merasakan goncangan 5 scala richter)

  7. Menhan senang barang seken…. lebih mengutamakan kuantitas dari pada kualitas, apakah TNI tambah kuat atau sebaliknya…. saya orang awam mau nanya lebih hebat mana kalau terjadi duel antara 6 unit F16 baru yang batal dibeli dengan 12 unit F16 seken yang jadi dibeli oleh kementerian pertahanan… saya kerja di tambang batubara di kalimantan menggunakan alat/unit yang besar (mungkin ada sebagian dari kita yang belum pernah melihatnya) alat berat apabila sudah berumur, cost maintenance nya sangat tinggi dan powernya juga sudah menurun walaupun sudah dipermak sama mekanik diworkshop, sehingga manajeman perusahaan lebih senang menjual unit2 yang sudah agak berumur kemudian diganti dengan yang baru lagi,

  8. dari dulu kok alasanya Minimum Essential Force, sampai bingung saya apa artinya?

    • Sama, lama2 saya merasa MEF adalah jumlah minimum kekuatan TNI yang membuat para tetangga MASIH nyaman, lebih dari itu mereka mulai ketar-ketir, protes buat apa beli ini itu dst…

      • memangnya untuk apa buat tetangga ketar-ketir? sama aja untuk apa buat tetangga rumah kita waspada sama kita. yang penting tidak ada yang berani mengakui halaman rumah kita miliknya apa lagi mengeksploitasi tanah kita dan mengganggu kedaulatan dan kedamaian tanah air kita.

        • Soal ketar ketir itu reaksi mereka sendiri (emang siapa yang tulis ‘kita buat mereka ketar ketir?’).

          Misalnya reaksi Jepang dan Oz terkait RENCANA pembelian kilo;

          ASIA’S principal maritime power, Japan, has expressed concern at Indonesia’s plan to dramatically upgrade its submarine fleet.
          “Any country that makes such a big deal should explain why it’s important for their security and how they assess the security situation around their country,” the spokesman for Japan’s Ministry of Foreign Affairs, Mitsuo Sakaba, said in Sydney yesterday. “They should explain their intentions.”

          The new acquisition was regarded with concern by Australian experts. Professor Hugh White, of the Australian National University, a former deputy secretary of defence, has said that the sale was “most strategically significant for Australia.

          • justru dari itu pak danu kan tau sendiri, jadi kenapa kita mesti buat strategi buat mereka jadi ketar-ketir. berarti MEF sudah betul ngga? akur ngga?

    • itu semua sudah ada dalam buku putih rencana strategis pertahanan indonesia yang dirancang jaman pak jowono sudarsono dulu om, ya memang fase sampai 2019 merancang minimum essential force.

      • Sekali lagi, bukan RENCANA kita, tapi PERSEPSI orang lain, yang bisa ngerecokin proses….

        Kalau Lapan sukses hingga RX-750, pertanyaan2 akan muncul…

        • soal roket LAPAN RX-550 mungkin jawaban paling diplomatis adalah “roket ini digunakan untuk meluncurkan satelit-satelit pemantau alam, transportasi dan telekomunikasi yang sangat diperlukan Indonesia dalam memantau seluruh wilayahnya”

          kalau dibantah pernyataan saya diatas

          mungkin jargon yang sering didengungkan bung karno bisa jadi penawar untuk sesaat “BERDIKARI, Indonesia tidak ingin bergantung dengan teknologi-teknologi asing dalam menjaga kedaulatan wilayahnya”

      • sudah sudah… gak usah diterusin lagi perang urat syarafnya

        jalan tengahnya gini aja deh
        MEF (Minimum Essential Force) TNI memang diciptakan untuk melengkapi jumlah ideal MINIMUM “khusus” untuk TNI
        kalau MEF negara lain? entahlah…
        anggaran yang digunakan untuk belanja macam-macam alutsista dalam pemenuhan MEF adalah hak negara kita dalam penggunaan anggaran. negara lain tidak berhak untuk protes karena mereka gak perlu tau apa dan berapa maksud MINIMUM bagi TNI

        TNI harus menjaga 1,904,569 km/segi wilayah indonesia dari tindakan gangguan keamanan dalam maupun luar, penghalauan pencuri sumber daya alam kita, dan juga menjaga orang-orang yang bermukim didalamnya yang konon telah melampaui angka 250 juta jiwa. adalah wajar standard MEF negara ini berbeda dengan negara lainnya.

        gimana? akur?

  9. Yang merasa kecewa karena kita beli barang bekas silakan masuk formil negara tetangga kita yg sering merasa lebih kuat. Mereka memuji habis-habisan cara kita yg mereka bilang sangat jitu. Toh kata mereka punya SU-30MKM, kapal selam scorpene dengan harga berlipat-lipat tapi dipenuhi skandal disana sini. Belum lagi ternyata kebutuhan di lapangan lebih banyak memerlukan armada untuk patroli, latihan dll drpada untuk pamer gagah gagahan. Ini bukan jaman perang, so buat apa harus beli yg paling canggih it’s means juga paling mahal.

    • Bung Pecinta IT … Anda benar. Tetangga sebelah yang memuji habis-habisan pembelian C-130H Hercules bekas ini menurut saya juga benar. Adanya kaum kita yang kurang setuju saya anggap sebagai hal yang wajar, dan kewajiban yang tahu untuk mengedukasi. Dulu waktu saya ikut mengembangkan N-250 dan N-2130 awal, IPTN juga dihujat habis-habisan, siapa yg akan beli, bayarnya pakai beras ketan, dll. Nyatanya 15 tahun kemudian Lion Air memborong lebih dari 500 pesawat dari 2 perusahaan asing … .

      Tentu saja 57 US$ untuk 4 C-130H + perbaikan berat + training + dll adalah Great Deal, jauh lebih ekonomis daripada beli baru. Pesawat kalau sudah mengalami perbaikan berat maka next schedule maintenance nya akan mirip dengan schedule maintenance pesawat baru, demikian juga umur pakainya. Dengan demikian mainteanance cost dan psysical availability nya akan tidak jauh beda dengan yg baru. Apalagi itu kan mesin dan baling-balingnya masih punya sisa umur sehabis menjalani perbaikan berat. Andaikan nanti mesinnya pun diganti baru seharga 5 US$ per biji maka biaya 1 pesawat + ganti mesin = 57 US$ / 4 Hercules + 5 US$ * 4 mesin dalam 1 Hercules = 34.25 US$. Masih jauh lebih murah dibanding beli baru yang sekarang sudah lebih dari 70 US$ (basic). Lagipula C-130H nya Australia itu kan bukan barang seperti kondisi basic lagi, tetapi sudah dimacem-macemin, diisi peralatan-peralatan yang lebih advance. Artinya kalau beli C-130H baru dgn diiisi peralatan seperti itu + training dll harganya bisa 90an US$ per pesawat.

      Maintenance cost 250 juta US$ di RAAF itu tentu saja bukan untuk 4 unit pesawat yang kita beli. Cost ini proyeksi untuk maintenance Skuadron No. 37 C-130 Hercules RAAF (sekitar 24 unit), dan ini pun multi-years … untuk sekian tahun sampai menjalani perbaikan berat. Biaya segini reasonable sesuai desain nya agar pesawat selalu bisa diandalkan, jangan sampai tiba-tiba pada jatuh sendiri termasuk pada saat bukan perang.

      • yo mas tapi iki bukan pesawat tua tp tepatnya barang rongsokan , yg di negarnya sana gak ke pake , klo di indo dah jadi bancakan pemulung.. dan indo wajib nebus dg 63 jt dollar australia..lg masalahkan ama DPR pesen bua pilot dan awak banyak banyak2 doa.. nama nya juga pesawat mbah mbah gampang ngelu , watuk dan masuk angin.. kadang kadang jg jantungan..

        ana tetap bangga dg CN 235 atau cn 295 demi kemajuan industri penerbangan national , hidup DI ..

        • wah Bung, bahkan punya Australia ini bisa dikatakan lebih gress daripada yg udah dipunya RI. Tuh, kokpitnya katanya udah digital.

          Ato mungkin Bung udah ngecek langsung pesawat Australi itu? Kalo iya, ane hormat deh.

          Sejauh ini ane lebih hormat pd orang2 TNI AU & Kemenhan yg punya niat serius perbaiki kondisi pertahanan & kreatif siasati anggaran yg amat terbatas.

          Penjelasan Bung WH juga sip & cukup detail. Apalagi punya pengalaman ikut tangani N-250 & N-2135.

      • Seri H belum rongsokan, yang terbaru seri J. Seri B aja masih diutak atik terus oleh TNI AU agar masih bisa terbang..

        • Betul bro … untuk pesawat memang jangan hanya diliat umur lahirnya dari pabrik … Pesawat baru kalau maintenance nya jelek bakal cepet rongsokan, tapi biar pesawat jadul kalau di maintain terus dengan benar maka akan muda terus dan jauh lebih safe … .

          Nggak usah saya sebutkan namanya, kami pernah sewa pesawat agak kecil dalam negeri, umurnya sih sedang dgn jam terbangnya masih rendah, mak nyus lah … Tapi ini pesawat bikin pusing auditor yg kami hire dari Singapore, di report awalnya langsung di state “grounded”, nggak boleh terbang dulu sampai dibenerin … Misalnya ada komponen-komponen (tertulis di log book) awalnya dipelihara berdasarkan kalender, tapi karena itu pesawat jarang terbang … , kemudian metode pemeliharaannya berdasarkan jam terbang … agar jarang di maintain krn costly! Dari hasil audit banyak sekali yang masuk catatan dan rekomendasi untuk di follow up. Padahal audit kan hanya random, bukan cek satu per satu semua komponennnya … Juga maintenance log book nya sekedarnya, yang ada pun hanya sepotong-sepotong, gila! Pas boleh terbang pun mengesalkan, harus ganti governor baling-baling nya … rpm nya ngacau … akhirnya kanibal dari pesawat kembarannya yang ternyata telah dikanibalin terus. Padahal itu pesawat telah terbang dari kota asalnya menuju ke tempat saya … Merinding melihat audit report dan maintenance log nya, padahal ini pesawat body nya masih kelihatan cakep & mulus … tapi dalemannya meragukan, un-traceable,, seperti per-owi hadits lah… sanad nya terputus.

      • broo..kalau yg menulis sesuatu artikel itu dari orang yg memahami apa yg sedang jadi topik perbincangan.bagi saya pribadi lebih mudah di percayai kebenarannya.dan lebih mudah menilai dan memperbandingkan setiap kalimat dengan kalimat yg lain..tapi tekadang banyak juga para admin yg memberikan penerangan sangat diragukan kebenarannya..terimakasih broo WH,kata2 anda terangkan segalanya.cuma berbeda sekali dengan bidang kami.tapi topiknya pas banget.

      • broo.WH,SATUHAL YG INGIN SAYA TANYAKAN,mungkin dari segi teknologi yg di usung oleh hercules hibbah tersebut setanding dengan hercules baru dan dari versi yg sama, H-H.tapi bagaimana dengan f-16 c/d bolck 25 yg di upgrid dan di setarakan dengan f-16 bolck 52,?apakah teknologi yg di usung ,dan husus pada radar yg digunakan jet tersebut akan setara juga..?.kalau tidak setara apa yg akan terjadi nanti saat terjadi perang melawan jet tempur yg sama.

  10. Saya jauh mas … ada yang mau dishare?

  11. Kl aku mah mending konsultasi sama pak habibi aj yg bner2 tau tntang pesawat jdi gakmukin ketiputipu haha…..ibarat qita mau bli mobil ajak ahli mobil biar gak ketipu haha…… Hidup habibi…….

 Leave a Reply