Yakhont dan Moskit, Dua Rudal Maut dari Rusia

Rudal Moskit dan P-800 Oniks (Yakhont) adalah duet rudal anti kapal Rusia yang menggetarkan kapal perang pihak Barat.

Kedua rudal jelajah dengan propulsi ramjet dilengkapi dengan hulu ledak high Explosive dari 250 kg hingga 300 kg. Dengan hulu ledak besar dan kecepatan supersonic yang menambah daya hancur rudal, siapapun tidak ingin berdiri diatas kapal perang yang menjadi sasaran dua rudal anti kapal mematikan tersebut.

Rudal P-270 Moskit dikembangkan oleh Biro Desain Raduga dan memulai debut pertamanya pada tahun 1970 sebagai rudal anti kapal yang diluncurkan dari kapal perang, upgrade berikutnya rudal Moskit mampu diluncurkan dari platform darat, udara, dan bawah air.

Rudal Moskit memiliki kemampuan terbang tercepat di antara semua rudal antikapal di dunia saat ini. Mampu mencapai kecepatan 3 mach atau tiga kali lipat dari kecepatan rudal Harpoon dengan jangkauan 120 -250 km. Rudal hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk mencapai target pada jangkauan maksimalnya.

Sebagai perbandingan dengan rudal Exocet saat ditembakkan, kapal perang target membutuhkan waktu respon membela diri sekitar 150-120 detik. Waktu respon yang cukup bagi kapal perang target untuk melakukan countermeasure dan jamming untuk mengganggu serangan rudal Exocet , atau meluncurkan rudal pertahanan udara dan CIWS cannon otomatis .

Rudal Moskit sangat cepat dan hanya memberikan kesempatan pada kapal perang target waktu 25-30 detik untuk merespon serangannya, waktu yang sangat sulit untuk melakukan countermeasure dan jamming termasuk kesulitan awak kapal perang meluncurkan rudal pertahanan udara dan canon pertahanan jarak dekat.

Pihak produsen mengklaim 1-2 rudal bisa melumpuhkan sebuah kapal destroyer, sementara dengan 1-5 rudal bisa menenggelamkan kapal yang berbobot 20.000 ton.

P-800 Oniks atau Yakhons tidak kalah mengerikan daripada Moskit, meskipun sedikit lebih kecil. Dirancang oleh NPO Mashinostroyeniya, Oniks mulai operasional pada tahun 1980 dan masih memperkuat militer Rusia sampai saat ini. Meskipun Oniks hanya membawa hulu ledak 250 kg dan kecepatan 2.6 mach, Oniks menggunakan sejumlah teknologi canggih yang tidak dimiliki rudal Moskit.

Teknologi canggih Oniks dibandingkan Moskit diantaranya adalah radar active-passive seeker head (Moskit hanya radar seeker aktif) yang membuat Oniks mampu otonom setelah diluncurkan dan memiliki jangkauan beyond visual range (hingga 300 km) dengan kemampuan terbang rendah 1 m dan kebal gangguan jamming yang dilancarkan musuh. Menjadikannya sebagai rudal anti kapal ‘murah’ yang mematikan bagi kapal perang canggih dan mahal milik Angkatan Laut barat.