Kekecewaan Menanti IWI Dalam Penjualan Carbine Pada Militer India - JakartaGreater

Kekecewaan Menanti IWI Dalam Penjualan Carbine Pada Militer India

Dengan hanya tersisa satu bulan sebelum tawaran komersial berakhir, masih belum jelas kepastian India untuk penandatanganan kontrak akhir dalam pengadaan carbine dari Industri Senjata Israel.

Tawaran yang dimenangkan oleh Israel Weapon Industries (IWI) enam tahun lalu dalam penjualan senjata Close Quarter Barrel (CQB) untuk Angkatan Darat India tampaknya tidak menghasilkan kesepakatan bahkan waktu tersisa kurang dari sebulan sebelum tawaran berakhir. Kementerian Hukum India belum memberikan sinyal untuk melanjutkan kepakatan dengan ‘vendor tunggal’.

Pendapat Hukum Kementerian dibutuhkan oleh Departemen Pertahanan sebab IWI sebagai satu-satunya perusahaan lulus dalam test yang dilakukan oleh Angkatan Darat India. Empat perusahaan global lainnya termasuk Beretta Italia telah berpartisipasi dalam penawaran tetapi gagal untuk memenuhi spesifikasi tangguh yang ditetapkan oleh Angkatan Darat India. Hal ini menyebabkan situasi vendor tunggal yang menarik perhatian dari para pesaing sehingga menimbulkan dugaan kecurangan.

Tender asli dikirim ke 28 perusahaan global dimana ada lima yang merespon. Tapi, karena spesifikasi yang sulit ditetapkan oleh Angkatan Darat India, kompetisi final yang tersisa adalah antara Israel Weapon Industries (IWI) dan Beretta Italia. Namun, Beretta didiskualifikasi dalam uji coba carbine militer sehingga menyisakan IWI sebagai satu-satunya perusahaan yang lulus uji mengakibatkan munculnya situasi vendor tunggal. Senapan carbine dengan barel jarak pendek cocok untuk pertempuran jarak dekat. Persyaratan Angkatan Darat India adalah sebuah senjata yang dilengkapi teropong dan penanda laser terpadu.

Uji coba diselesaikan pada 2014 lalu namun karena situasi vendor tunggal, Departemen Pertahanan tidak akan maju untuk menandatangani kesepakatan dengan perusahaan Israel. Frustrasi dengan penundaan ini, IWI telah mengancam akan memikirkan kembali investasi di India.

Sumber: Sputnik News

Tinggalkan komentar