Kemampuan Siluman Tidak Diperlukan Untuk MQ-25 Stingray

Pesawat Tanker Nirawak MQ-25A Stingray Angkatan Laut Amerika Serikat tidak akan menjadi platform pengawasan rendah, kepala Armada Laut Pentagon mengatakan pada hari Kamis (18/08/2016).

Ditanya mengenai gagasannya tentang “tanker siluman”, Wakil Laksamana Mike Shoemaker mengatakan bahwa “kedua (konsep) tersebut tidak akan pergi bersama-sama”. Berbicara di Pusat Strategis dan Studi Internasional, bahwa bentuk badan pesawat bagaimanapun, akan membantu kemampuan bertahan hidup dari program penerus sistem Unmanned Carrier-Launched Aerial Surveillance and Strike (UCLASS).

“Jika ada cara untuk memanfaatkan desain yang ada dalam bentuk akhir MQ-25A – meskipun kita tidak mengatakan kemampuan bertahan hidup sebagai parameter kunci – adalah selalu ada celah menguntungkan dari bentuk tangki yang sudah ada”, katanya.

Dia menambahkan bahwa sistem pesawat udara nirawak baru (UAS) harus dioptimalkan untuk dua misi – Pengisian dan ISR (Intelijen, Surveillance and Reconnaissance). “Kami sedang melihat di mana pertukaran ruangnya”, katanya. “Ada studi tentang pertukaran tanker, dan itu benar-benar desain dari dua set misi yang kami pikir akan dilakukan pesawat. ISR adalah celah yang perlu kita isi pada kapal induk”.

Dia mencatat bahwa pesawat misi tunggal ISR dengan daya tahan tinggi dan kapal tanker biasanya akan memiliki airframe yang unik. “Platform tersebut yang melakukan salah satu dari set misi saja adalah berbeda”, katanya. “Dapat melakukan kedua misi tersebut bersamaan adalah tujuan dari pengembangan desain MQ-25”, katanya.

Sumber: IHS Jane

Leave a Reply