Personel Militer Amerika Serikat Ditarik dari Perang Yaman

Militer Amerika Serikat menarik 40 orang dari total 45 personel penasehat militer yang membantu serangan udara koalisi Arab Saudi di Yaman. Alasan penarikan personel militer itu adalah karena Pentagon merasa khawatir dengan dampak yang terjadi dari konflik di Yaman. Negara itu telah mengalami bencana kelaparan dan kerugian lebih dari 14 miliar dolar AS akibat kerusakan infrastruktur.

Pasukan yang ditarik adalah personel pasukan penerbang Angkatan Laut serta staf pasukan komando gabungan (JCPC). Pasukan tersebut dibentuk untuk menyatukan koordinasi antara militer Amerika Serikat dengan bantuan intelijen Arab Saudi.

Juru bicara Pentagon, Adam Stump, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan dengan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi tentang upaya meminimalisasi jumlah korban sipil.

“Bahkan ketika kita membantu warga Saudi mengenai integritas teritorial mereka, itu tidak berarti bahwa kita akan menahan diri dari mengungkapkan keprihatinan kami tentang perang di Yaman dan bagaimana ia telah dilancarkan,” ujar Stump dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari reuters pada Minggu (21/8).

Juru Bicara Koalisi Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed al Asseri, mengatakan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dengan negaranya adalah hubungan strategis. Menurutnya, penarikan personel militer Amerika Serikat itu tidak akan berdampak banyak pada hubungan bilateral antara kedua negara.

Sumber: sindonews.com dan okezone.com

Tinggalkan komentar