Agu 242016
 

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga AS untuk menghindari kunjungan ke Iran. Deplu AS menyatakan bahwa Iran telah memprioritaskan untuk menangkap warga AS dan AS akan kesulitan memberikan bantuan dalam keadaan darurat.

Peringatan ini muncul menyusul tuduhan oleh beberapa anggota parlemen AS bahwa penyerahan uang tunai sebesar USD 400 juta kepada Iran merupakan tebusan untuk membebaskan anggota Angkatan Laut AS yang ditahan. Deplu memperingatkan bahwa Iran kini membuat penahanan warga AS sebagai priotitas.

“Warga asing, yang mempunyai dua kewarganegaraan khususnya Iran dan negara-negara Barat termasuk AS, akan terus ditahan atau dicegah untuk meninggalkan Iran. Warga AS yang bepergian ke Iran harus sangat hati-hati mempertimbangkan risiko perjalanan dan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan mereka.” Demikian bunyi peringatan yang dikeluarkan Deplu AS.

Pihak Deplu AS juga mengimbau warga AS yang berada di Iran untuk terus memantau pemberitaan media dan kondisi lokal, serta mengevaluasi beragam risiko yang mungkin terjadi di Iran.

Peringatan itu juga menyatakan bahwa seorang Muslim yang telah pindah agama dan aktivis dapat dituntut. Seorang Muslim yang telah pindah agama, aktivis agama, dan orang-orang yang mendorong umat Islam untuk berpindah agama juga akan ditangkap dan dituntut.

Pada Januari lalu, sekitar 10 pelaut AS ditangkap pasukan Garda Revolusi Iran karena memasuki perairan Teheran di Teluk Persia secara ilegal. Insiden ini terjadi di dekat pulau Farsi setelah salah satu kapal mengalami rusak mesin.

Kantor berita Iran, FARS, melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran menahan sembilan laki-laki dan seorang perempuan, akibat mereka telah “masuk tanpa izin” dan “melakukan pengintaian” di perairan Iran.

Saat ditangkap, para pelaut AS tersebut mengaku tersesat, namun akhirnya mereka dibebaskan setelah menempuh negosiasi dengan Pemerintah Barack Obama.

 Posted by on Agustus 24, 2016