Pembelian Howitzer India dari AS Sepertinya Bakal Tertunda Lagi

Penandatanganan kesepakatan antara India dan Amerika Serikat atas pembelian howitzer ringan M777A2 untuk Angkatan Darat India kemungkinan akan terhenti lagi.

Sumber dari Departemen Pertahanan India mengatakan kepada Sputnik bahwa pemerintah berencana untuk memperpanjang batas waktu penandatanganan kesepakatan yang akan dilakukan sebelum 5 September 2016 jika India membeli senjata sesuai dengan harga dari BAE. Menurut sumber, BAE telah meminta harga kenaikan 10 persen jika India memilih untuk menandatangani kesepakatan setelah batas waktu 5 September. Ini adalah kedua kalinya India akan mencari perpanjangan tenggat waktu.

Sebenarnya batas waktu penandatanganan kesepakatan itu adalah 5 Agustus, yang telah diperpanjang satu bulan oleh Amerika Serikat menyusul permintaan dari India. Badan Akuisisi Pertahanan India, telah memberi persetujuan pembelian 145 howitzer M777A2 untuk Angkatan Darat India di bawah Penjualan Militer melalui jalur asing.

Memberitahu Parlemen sebulan lalu tentang status dari kesepakatan, Manohar Parrikar, Menteri Pertahanan India, mengatakan, “Penerimaan Kebutuhan (AON) telah diberikan untuk pengadaan howitzer ulta ringan kaliber 155 mm/39 dari Amerika Serikat di bawah jalur Penjualan Militer Luar Negeri Amerika Serikat dengan perkiraan biaya USD 737 juta”.

India telah memutuskan untuk membeli howitzer buatan AS pada tahun 2012. BAE meminta harga USD 694juta untuk kesepakatan tersebut. Namun, kasus ini tidak berkembang karena permasalahan biaya dan karena BAE belum mampu menyiapkan proposal keluhan penuh sesuai dengan persyaratan yang diminta India.

Namun, awal tahun ini sistem BAE mengumumkan bahwa 30% dari nilai total kesepakatan ini akan dibuang sebagai kompensasi bagi produsen peralatan India yang terpilih Mahindra Defense & Aerospace untuk memproduksi secara lokal 120 unit howitzer, sementara 25 unit akan diproduksi di Amerika Serikat.

Akan tetapi, kesepakatan itu telah menemui hambatan lain dari Departemen Pertahanan India, yang hanya akan membayar USD 110 juta pada saat penandatanganan, akibat kekurangan dana saat ini yang disebabkan banyak penawaran yang ditandatangani pada masa lalu. India telah menandatangani total 108 kontrak dengan nilai mendekati USD 17 milyar dalam dua tahun terakhir.

Sumber: Sputnik News

Leave a Reply