Iran Mulai Operasikan Radar Jarak Jauh “Nazir”

Sistem radar Nazir mulai di operasikan, mulai sekarang tidak ada benda terbang bisa masuk ke langit Iran tanpa izin”, kata Jenderal Esmaili.

“Radar ini khusus untuk mendeteksi benda-benda terbang kecil dan General Atomics MQ1, Northrop Grumman RQ4 Global Hawk dan pesawat jet Lockheed U2 serta dapat dengan mudah mendeteksi dan melacak rudal balistik ataupun rudal jelajah, dan yang paling penting, pesawat siluman ataupun pesawat yang sengaja menghindari radar”, tambahnya.

Pada bulan September 2015, Iran meluncurkan dua sistem radar buatan dalam negeri yaitu Nazir dan Bina.

Nazir adalah sistem radar jarak jauh dan presisi tinggi yang sangat mampu mendeteksi target dengan RCS (Radar Cross Section) rendah dan tahan terhadap rudal anti-radar. Radar Nazir juga mampu melawan peperangan elektronik.

Dikenal sebagai pilihan yang sesuai terhadap rudal anti-radiasi, Nazir mampu mendeteksi target pada jarak 800 kilometer dan pada ketinggian 100.000 kaki. Sistem radar Nazir dan Bina telah dipasang di daerah pegunungan dan dataran di sebelah tenggara Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) dan Menteri Pertahanan Hossein Dehghan (kiri) berdiri dekat sistem pertahanan rudal udara Bavar-373 di Teheran, Iran (21/08/2016)

Jendral Esmaili juga mengumumkan rencana untuk integrasi sistem rudal pertahanan udara Bavar-373 buatan dalam negeri dan S-300 buatan Rusia. Ia juga mencatat bahwa sistem pertahanan udara buatan lokal, termasuk versi upgrade dari Talash, akan mengakhiri kebutuhan pembelian S-400 buatan Rusia.

Bavar-373 adalah sistem pertahanan udara yang kuat dengan rudal dan radar yang akan menjadi pelengkap yang cocok untuk S-300, tambahnya.

Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat terobosan besar dalam pembuatan berbagai peralatan militer, termasuk sistem pertahanan udara yang menggunakan teknologi canggih.

Sumber: The Iran Project dan Fars News