Australia Beberkan Kelemahan Helikopter Tiger

The Australia National Audit Office (ANAO) mengeluarkan laporan yang sangat kritis terhadap armada helikopter Tiger Armed Reconnaissance Helicopter (ARH) ke-22. Rincian laporan setebal 64 halaman mengidentifikasi 76 kelemahan dari helikopter serang Tiger.

Menurut laporan tersebut, armada helikopter Tiger tidak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan, mahal biaya operasionalnya serta kesiapan tempur yang rendah

Rata-rata, hanya 3,5 helikopter Tiger yang memiliki kesiapan tempur dari 16 helikopter yang dimiliki Australia. Seharusnya target tingkat kesiapan tempur helikopter Tiger adalah 12 unit.

Biaya pemeliharaan Helikopter Tiger juga merupakan masalah yang berat, dari asumsi awal tahun 2004-2019 sebesar US$ 431 juta, biaya ini membengkak sebesar US$ 921 juta hanya di tahun 2004-2016. Ongkos operasional Tiger juga membengkak sebesar US$ 23.000 dari yang dipatok sebesar US$ 15.200.

Kemampuan tempur helikopter Tiger ternyata juga tidak seperti yang diharapkan. Helikopter tidak dapat berkomunikasi dengan unit militer lain sehingga menyulitkan perannya sebagai helikopter pengintai.

Ketersediaan senjata yang dapat diinstal ke helikopter Tiger juga terbatas. Selain itu, pernah terjadi dua insiden di mana roket 70 mm melesat tanpa perintah dari pilot. Penyebab masalah tersebut sampai saat ini masih belum terpecahkan.

Perangkat pembidik Roof Mounted Sight (RFS) juga merupakan satu masalah lagi, dimana seharusnya dengan persenjataan rudal AGM-114 Hellfire yang memiliki jangkauan 8 km, ternyata RFS hanya memiliki jangkauan efektif 4 km, yang menjadikan Tiger masuk dalam jarak tembak musuh sebelum sempat menghancurkan targetnya.

Helikopter Tiger juga belum dilengkapi kemampuan untuk beroperasi dari kapal perang dan saat ini hanya ada 119 unit Tiger yang melayani empat negara diseluruh dunia, yang berarti pasokan suku cadang sangat terbatas.

Pada bulan Februari, Australia menerbitkan Buku Putih Pertahanan dan rencana investasi sampai dengan tahun 2026 yang menunjukkan helikopter Tiger akan dihapus pada pertengahan tahun 2020-an, dan akan digantikan dengan helikopter tanpa awak atau dengan awak atau kombinasi dari keduanya.