Home » Militer Indonesia » Sistem Pertahanan Udara Jarak Menengah Indonesia

Sistem Pertahanan Udara Jarak Menengah Indonesia

Kita sudah lama mendengar dan membahas bahwa sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System) menjadi salah satu kandidat alutsista baru militer Indonesia. Awalnya kita mendengar bahwa PTDI mendorong agar NASAMS inilah yang nantinya dipilih menjadi sistem pertahanan udara jarak menengah baru Indonesia. Tak lama kemudian, kementerian Pertahanan pun mulai bersuara. Indonesia membutuhkan sistem pertahanan udara jarak menengah, untuk ditempatkan di ibukota negara Indonesia, Jakarta.

Di lain pihak, kita mendengar TNI AU telah mengajukan pembelian rudal AMRAAM untuk pesawat tempur TNI AU. Pengajuan ini sudah sampai ke kongres AS dan kemungkinan besar diterima, tinggal menunggu pengirimannya.

Hal ini semakin menguatkan NASAMS untuk masuk ke dalam daftar baru Alutsista TNI, karena NASAMS menggunakan rudal AMRAAM AS, yang dimodifikasi Norwegia menjadi rudal darat ke udara.

Hal baru bagi saya adalah, ternyata, diduga tim dari Indonesia telah menyurvai rudal NASAMS ini. Di bawah ini adalah gambar yang diduga tim Indonesia yang melihat langsung sistem pertahanan udara NASAMS, yang dipublish di Defence.PK. Saya terus terang belum bisa mengidentifikasi orang yang ada di dalam photo ini.

Checking out NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) (Pr1v4t33r / Defence.PK)

Dengan kumpulan puzzle ini, semakin kuat NASAMS adalah kandidat kuat sistem pertahanan udara Indonesia yang baru untuk jarak menengah. Apalagi kita ketahui, TNI menyukai membeli sistem alutsista yang mobile. Artinya dalam kondisi mendesak sistem rudal ini bisa dibawa dan dipindahkan ke daerah hot spot. Ini akan membantu tugas TNI AU dalam mengcover, wilayah udara hot spot tersebut.

Jangkayan NASAMS tergantung tipe rudal AMRAAM yang dipasang :

• AIM-120A/B: 55–75 km
• AIM-120C-5: >105 km
• AIM-120D (C-8): >180 km

Kandidat lainnya adalah Sky Dragon 50 buatan Norinco, China. Namun alutsista ini belum terdengar perkembangan beritanya.

Sky Dragon 50, Norinco

Norinco selama ini juga dekat dengan TNI dengan kerjasama bersama Pindad untuk amunisi 105mm, CIWS type 730.

Mana yang akan dipilih ?. Tali temali rudal NASAMS di Indoensia, lebih banyak dibandingkan Sky Dragon 50. Saya menduga rudal ini yang akan dipilih, termasuk menghitung aspek politik internasionalnya. Bagaimana pendapat Anda ?.