Bom Motor Meledak di Narathiwat, Tewaskan Ayah dan Anak

Negeri gajah putih kembali diguncang serangan bom. Sebuah bom sepeda motor meledak di depan sekolah dasar di provinsi Narathiwat, Thailand selatan, Selasa pagi waktu setempat (6/9/2016). Serangan bom tersebut menewaskan dua orang, yakni seorang ayah dan putrinya yang masih berusia 4 tahun, serta melukai delapan orang lainnya. Bom meledak saat sang ayah mengantarkan anaknya ke sekolah.

Motor berisi bahan peledak tersebut terparkir di dekat sekumpulan polisi yang tengah menjaga keamanan sekolah, tepat di seberang pintu masuk sekolah.

“Kami menduga ini pekerjaan orang-orang yang ingin mengacaukan situasi dan menimbulkan kekacauan,” ujar wakil juru bicara Komando Operasi Keamanan Internal Militer Thailand ISOC, Yuthanam Petchmuang kepada Reuters.

Serangan bom ini terjadi kurang dari sebulan setelah serangkaian pengeboman di kota-kota wisata, termasuk Hua Hin, Phuket dan Surat Thani. Kepolisian menyatakan, pengeboman di kota-kota wisata itu terkait dengan pemberontakan di wilayah Thailand selatan. Satu orang tersangka telah ditangkap pada akhir pekan lalu.

Pada 23 Agustus lalu, sebuah bom mobil meledak di luar area hotel di Pattani, Thailand bagian selatan. Sedikitnya satu orang tewas dan 29 orang luka-luka akibat serangan bom tersebut.

Sepanjang bulan Agustus, serangkaian ledakan yang mengguncang Thailand selatan telah merenggut nyawa empat orang dan melukai 35 orang, termasuk 10 orang turis.

Narathiwat sendiri merupakan satu dari tiga provinsi di Thailand yang mayoritas penduduknya muslim, yang terus dilanda pemberontakan separatis sejak tahun 2004. Sejak saat itu, populasi muslim di Provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat berjuang menuntut kemerdekaan sebagai penduduk mayoritas di Thailand.