Polandia Uji Kesiapan Tempur Moskow Atas Pertahanan Rudal Eropa

Pemerintah Polandia pada hari Selasa, 6 September 2016 mengumumkan bahwa mereka akan membeli sistem pertahanan udara dan rudal Patriot Angkatan Darat AS, langkah yang secara luas dilihat sebagai respon terhadap Moskow atas penyebaran rudal berkemampuan nuklir ke Kaliningrad di Laut Baltik.

Lima negara NATO lainnya sudah menggunakan sistem Patriot – yang dapat merobohkan rudal, drone, dan pesawat kecil – tetapi belum ada yang menempatkan hingga jauh ke timur seperti Polandia, atau begitu dekat dengan Kaliningrad, sebuah eksklave Rusia yang sudah lengkap dengan sistem rudal dan perangkat keras canggih militer Rusia lainnya.

Polandia telah melakukan pembicaraan dengan berbagai kontraktor pertahanan selama beberapa tahun ini tentang membangun kemampuan pertahanan rudal, tetapi Rusia sepertinya bakal menyebar rudal canggih berkemampuan nuklir Iskander ke Kaliningrad pada tahun 2019 tampaknya telah memaksa Warsawa. Setiap baterai Iskander memiliki dua peluru kendali dengan jarak sekitar 300 mil. Rusia telah mengirimkan sistem Iskander ke Kaliningrad dua kali selama latihan, tetapi kemudian ditarik kembali.

“Kita juga perlu punya jawaban untuk itu. Rudal Iskander mereka bukan hanya bisa memukul Polandia tetapi juga Jerman”, kata Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz awal tahun ini. Dia menambahkan bahwa akhirnya negaranya berencana untuk membeli 8 baterai rudal Patriot, dan untuk sementara ia tidak akan membahas biaya, namun sebuah sumber mengatakan kemungkinan akan menghabiskan anggaran sebesar US $5,6 milyar.

Polandia juga telah mempertimbangkan membeli sistem pertahanan rudal lainnya, termasuk Sistem Pertahanan Udara Medium Extended (MEADS) dari Lockheed Martin dan David Sling dari Israel, tetapi kedua sistem ini masih dalam pengembangan dan pejabat Polandia membutuhkan sesuatu yang lebih cepat.

Penyebaran Iskander sendiri merupakan respon terhadap instalasi sistem pertahanan rudal baru yang dibangun AS di Rumania pada bukan Mei 2016 lalu, yang dilihat Moskow sebagai ancaman langsung terhadap pesawat mereka. Rencana untuk Sistem Pertahanan Rudal Aegis darat telah dikerjakan selama bertahun-tahun, pejabat AS dan NATO telah lama mengatakan bahwa sistem ini diberlakukan untuk melindungi Eropa dari rudal Iran. Tetapi Rusia telah menolak penjelasan itu.

“Sejak awal kami tetap mengatakan bahwa dalam pandangan para ahli kami penyebaran pertahanan anti-rudal menimbulkan ancaman bagi Rusia”, kata juru bicara Rusia Dmitry Peskov pada saat itu. “Pertanyaannya bukan langkah apa yang akan diambil atau tidak; langkah yang diambil adalah untuk menjaga keamanan Rusia pada tingkat yang diperlukan”.

Pada upacara pembukaan, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa “pertahanan rudal adalah untuk pertahanan. Tidak merusak atau melemahkan penangkal nuklir strategis Rusia”.

Namun sementara Moskow mengeluh tentang NATO yang menyusutkan wilayah udaranya, Kremlin telah membangun dinding sistem pertahanan sendiri yang membentang dari Suriah hingga ke perbatasan Finlandia, termasuk pengerahan sistem S-400 yang dikirim ke Crimea pada bulan Agustus 2016 yang memiliki jangkauan hingga 250 mil.

Sumber: Defense Aerospace