Pengiriman F-35 Angkatan Udara AS Selesai Tahun 2021

PARIS – Sekretaris Angkatan Udara Amerika Serikat minggu lalu memastikan pada Kongres bahwa “Pengiriman F-35A pada tahun fiskal 2018 akan memiliki kemampuan tempur penuh – termasuk perangkat lunak Blok 3F dan kemampuan persenjataan”, sesuai laporan Pertahanan 12 September 2016.

Menyatakan Angkatan Udara “mengkonfirmasi pernyataan pada 9 September 2016 bahwa Sekretaris Angkatan Udara Deborah Lee James telah memastikan bahwa program rencana saat ini akan memberikan pesawat siap tempur di Tahun Fiskal 2018”, seperti yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun fiskal 2016.

Sertifikasi belum diumumkan secara terbuka oleh Angkatan Udara, dan ini menciptakan ambigu terhadap apa sebenarnya yang telah disertifikasi. Di dalam Pertahanan mengatakan itu menyangkut pesawat yang “diproduksi” pada tahun fiskal 2018, tetapi kemudian mengatakan pesawat yang “dikirimkan” pada tahun fiskal 2018, dimana istilah tersebut tidak dapat saling dipertukarkan.

F-35A yang dikirim dalam tahun fiskal 2018 sebagai bagian dari Produksi Awal Kapasitas Rendah pesanan ke 10 pada tahun fiskal 2016, tetapi baik kontrak ini, maupun kontrak ke 9, belum ada diberikan. Kurangnya pesanan, tidak jelas bagaimana pengiriman bisa berjalan sesuai rencana.

Sertifikasi Angkatan Udara merupakan hinaan langsung kepada penguji senja Pentagon, J. Michael Gilmore, dimana pada 9 Agustus 2016 mengeluarkan memo yang memperingatkan para pemimpin Angkatan Udara bahwa “Program ini sebenarnya berjalan tidak pada tempatnya, melainkan berjalan menuju kegagalan dalam memberi kemampuan penuh Blok 3F yang telah dibayar oleh Departemen Pertahanan hampir US $400 miliar pada berakhirnya jadwal Pengembangan Sistem dan Demonstrasi (SDD) tahun 2018”.

Namun pernyataan dari Angkatan Udara mengklaim sebaliknya: “Sekretaris Angkatan Udara mempertimbangkan status program, rencana dan risiko program serta diberitahu rencana Kantor Program Bersama F-35 untuk menyelesaikan pembangunan F-35 telah ditinjau oleh ahli fungsional Angkatan Udara, Komando Tempur Udara, dan tim review independen”.

Angkatan Udara telah mengabaikan peringatan terbaru Gilmore, seperti tak menghargai orang lain, padahal Gilmore adalah Direktur Operasional Test dan Evaluasi Pentagon, kantor yang khusus dibentuk untuk memastikan bahwa senjata tidak akan masuk ke tahap produksi masal kecuali jika memang sudah sesuai kinerjanya.

Beberapa pengamat khawatir bila saat F-35 dikirimkan pada tahun fiskal 2018, Sekretaris Angkatan Udara Deborah James akan lengser dari posisinya – sama seperti Gilmore, dia diangkat secara politik – maka tidak akan ada seorangpun disana untuk menghadapi konsekuensi jika program F-35 gagal dikirimkan.

Pada saat itu, ratusan F-35 yang telah dipesan dengan biaya miliaran dolar, hanya akan ada sedikit jika mereka gagal melakukan seperti yang diiklankan.

Sumber: Defense Aerospace

0 Shares

Tinggalkan komentar