Angkatan Udara AS, Norwegia Larang Terbang 15 Jet Tempur F-35A

Jet tempur siluman F-35 Angkatan Udara Norwegia

WASHINGTON – Angkatan Udara Amerika Serikat telah memberikan larangan terbang sekitar 13 jet tempur F-35A, sementara otoritas Norwegia harus melarang 2 jet tempur F-35A akibat kerusakan pada jalur pendingin.

Masalah ini tampaknya terjadi pada pemasok garis pendingin, yang dipasang pada sayap jet tempur. Selama pemeriksaan pemeliharaan rutin, ditemukan bahwa jalur isolasi mengalami pembusukan, yang meninggalkan residu dalam bahan bakar itu sendiri, menurut siaran pers pemerintah Norwegia mengenai alasan pelarangan terbang tersebut.

Masalah ini telah dilacak kembali ke baris pendinginan yang diproduksi oleh salah satu operator tertentu yang telah dipasang di tangki bahan bakar di sayap ke 15 jet tempur tersebut.

Namun bagaimanapun, masalah ini bisa terus berkembang, karena terdapat 42 pesawat saat ini di lini produksi yang sama telah menerima bagian dari operator yang sama. Termasuk 33 jet tempur F-35A Norwegia yang dijadwalkan untuk pengiriman awal tahun depan.

Tidak jelas apakah bagian-bagian tersebut akan perlu diganti atau jika mungkin akan mempengaruhi jet tempur pesanan negara lainnya. Jet tempur Norwegia sendiri yang terkena dampak adalah jet ke-3 dan ke-4 yang diterima oleh negara itu, yang dilarang terbang di Pangkalan Angkatan Udara Luke.

Dalam sebuah pernyataan, Mayjend Morten Klever, Direktur Kantor Program F-35 Norwegia, menekankan bahwa masalah tersebut bukanlah cacat desain melainkan disebabkan oleh pemasok yang menggunakan bahan dan teknik yang tidak tepat untuk bagian-bagian tersebut.

“Saya berharap Lockheed Martin untuk segera mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat agar secepatnya memperbaiki masalah ini, dan bahwa mereka menerapkan ini secepat mungkin”, kata Klever.

Sumber: Defense News