India Tidak Jadi Pesan Scorpene Tambahan?

Setelah terjadinya kebocoran besar-besaran yang mengungkap kemampuan siluman dari kapal selam Scorpene padahal belum dilantik Angkatan Laut, India mungkin tidak jadi memesan kapal selam tambahan.

DCNS Perancis sebelumnya telah menawarkan kepada Angkatan Laut India tambahan tiga kapal selam, yang akan dibangun di Mazagon Docks Ltd. (MDL). Kebocoran yang terjadi baru-baru ini telah memaksa pemerintah India untuk membatasi jumlah kapal selamnya cukup enam saja.

“Jumlah kapal selam Scorpene di bawah P-75 akan tetap berjumlah enam untuk saat ini, karena adanya kekhawatiran yang diakibatkan oleh kebocoran”, menurut pejabat senior di Departemen Pertahanan India.

DCNS dikontrak oleh Angkatan Laut India untuk membantu mereka membangun enam kapal selam Scorpene, dengan tawaran transfer teknologi (ToT). Kapal selam pertama di antara kapal selam konvensional adalah INS Kalvari, yang sudah menjalani uji coba laut sejak bulan Mei 2016. INS Khanderi adalah kapal selam kedua dalam proyek ini, diharapkan akan diluncurkan ke laut pada akhir tahun 2016.

Untuk mengatasi kokosongan armada kapal selam India, pemerintah memiliki Program Proyek-75 India (P-75I) sebagai dipertimbangkan. Hal ini juga akan melihat pembuat kapal asing untuk bekerjasama dengan galangan kapal India untuk membangun kapal tersebut di India.

Proyek ini akan dilengkapi ToT yang ditawarkan Scorpene DCNS, tetapi kemungkinan India akan memilih pembuat kapal lainnya. Diantaranya adalah Rusia menawarkan Amur, Jepang menawarkan Soryu, Jerman menawarkan HDW Tipe 214 dan Spanyol menawarkan Navantia S-80.

Beberapa ahli Angkatan Laut India sebelumnya menjelaskan bahwa dokumen yang bocor tentang kapal selam Scorpene Angkatan Laut India terlalu “generik” dan banyak fitur pada kapal selam yang berubah dari waktu ke waktu, selama perbaikan. Mereka juga mencatat bahwa bila kapal selam ini dibangun di India, mereka dapat optimalkan sesuai kebutuhan, menurut laporan itu.

Sumber: Defence News

Vegassus © JakartaGreater.com