Sep 292016
 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan pernyataan yang menyiratkan akan menghentikan hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Dalam sebuah pernyataan, Duterte menyiratkan ingin meminimalisir hubungan dengan AS, khususnya dalam bidang militer.

Duterte pun menambahkan bahwa latihan gabungan antara AS dan Filipina yang dijadwalkan akan digelar pada Oktober 2016 akan menjadi latihan gabungan terakhir antara kedua negara selama masa pemerintahannya. Bukan hanya itu, Duterte juga menyebut Filipina berencana membangun aliansi perdagangan dan perniagaan baru dengan Rusia dan Tiongkok.

Pengumuman itu disampaikan Duterte pada Rabu, 28 September 2016, saat melakukan kunjungan ke Vietnam.

“Amerika Serikat menjadwalkan latihan perang, sedangkan Tiongkok tidak mau. Saya akan menyampaikan kepada Amerika bahwa ini merupakan latihan militer terakhir. Kerja sama Filipina dan Amerika telah berakhir,” kata Duterte dalam sebuah pidato di depan masyarakat Filipina di ibukota Vietnam, Hanoi.

Latihan pendaratan militer di Filipina yang melibatkan 500 serdadu Filipina dan 1.400 anggota pasukan Amerika itu dijadwalkan digelar pada 4-12 Oktober 2016, sekaligus menjadi agenda pertama dalam pemerintahan Duterte.

Menanggapi hal tersebut, pihak AS pun angkat bicara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Julia Mason menyatakan, pihaknya masih akan tetap fokus untuk mengembangkan hubungan dan kerja sama luar negeri dengan Filipina, apapun yang terjadi.

“Filipina adalah sekutu kami yang sangat penting di kawasan Asia-Pasifik.”

“Aliansi kami (dengan Filipina) adalah salah satu dari hubungan kita yang paling abadi dan penting di kawasan Asia Pasifik. Ini telah menjadi landasan stabilitas selama lebih dari 70 tahun. Hal ini dibangun pada pengorbanan bersama untuk demokrasi dan hak asasi manusia,” kata Mason, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (29/9/2016).

Mason juga menambahkan bahwa AS akan tetap bekerja sama dalam berbagai bidang dengan Filipina, termasuk untuk memerangi terorisme, untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat Filipina dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Sumber: international.sindonews.com

 Posted by on September 29, 2016

  15 Responses to “Duterte Ingin Akhiri Hubungan Dengan AS?”

  1.  

    sok lahh silahkan.

  2.  

    Nggak bisa. Atau belum bisa. Mungkin.
    Kalo bener niat sih bisa saja. Kenapa tak?

  3.  

    duterte itu memang koplak, nggk bisa dipegang bicaranya.

  4.  

    justru memuji jurus Duterte …

    kalo anda sobat sejati jadilah sobat yg tulus dan jujur,
    kalo tidak …
    aku siap pindah hati buat sobat yg lain.

    ceplas ceplos cari yg lebih josss

  5.  

    Harap maklum,masih baru pelajaran jadi negarawan,ngomong asal njeplak,gak tau tata Krama dlm berbicara sbg seorang pemimpin.
    Awas permainan cantik CIA dan antek2nya di dalam negeri Filipina. Dijamin kalo mau dibikin chaos bisa,kudeta bisa,pemberontakan dimana mana bisa. Krn asu memang Mahaguru soal ngerusak negara lain disamping israel.

  6.  

    Semoga saja yang dikatakan presiden duterte beneran, sedikit demi sedikit hubungan dengan amerika di renggangkan, ketergantugan pada amerika bisa di alternatifkan ke negara lainnya..
    Semoga rakyat fillipina bisa mendukung kebijakan duterte.!!

  7.  

    Amerika mulai ditinggalkan dan mulai kehilangan kepercayaan dari sekutunya…wah serius ini bakal ada cold war jilid 2

  8.  

    Mungkin waktu kampanye pilpres- nya didanai pihak yg ingin nguasai LCS. Kasihan rakyat Philipine udah menang di arbitrase internasional, negara nya malah mau digadaikan.

  9.  

    Kayak ada aroma aroma drama gitu,,

  10.  

    Udah dikasih susu, kok.
    Amrik udah ngasih US$ 6 Juta dari total US$ 36 juta yang (katanya) buat bantu Philipina mengatasi masalah narkoba

  11.  

    ya..ini merupakan trik..biar ada nilai tawar…

  12.  

    Siap2 filiphina di jdikan suriah….!!!!

  13.  

    yg ada di pikiran nya kpn mau di adu antara philipina dan china,jgn mau diperalat sama asu,mereka hy membawa sengsara.byk negara yg sdh pintar tdk mau di adu domba sm barat lg