AS Hambat Penjualan F-16 Viper Kepada Bahrain dengan Isu HAM

Pemerintahan Obama tidak akan menyetujui penjualan lengkap 19 pesawat tempur F-16 Viper dan upgrade F-16 seri lawas dengan nilai hampir US$ 4 milyar kepada Bahrain sampai negara teluk tersebut menunjukkan kemajuan dalam perlindungan hak asasi manusia (HAM).

AS tidak menentukan berapa banyak Bahrain harus melakukan perubahan dalam perlakukan HAM sehingga kesepakatan penjualan persenjataannya dengan Bahrain bisa segera terealisi.

Sebelumnya Pemerintahan Obama menyerukan penguasa Bahrain agar tidak meggunakan kekerasan dalam menekan kelompok al-Wefaq, kelompok oposisi utama mayoritas Syiah di Bahrain. AS juga prihatin dengan tindakan hukum terhadap Sheikh Issa Qassim, pemimpin al-Wefaq dan penahanan aktivis hak asasi manusia Nabeel Rajab.

Menteri Luar Negeri John Kerry sebelumnya telah mengutuk keputusan Bahrain yang akan membubarkan al-Wefaq, mengatakan upaya Pemerintah Bahrain yang menekan oposisi dengan kekerasan justru melemahkan keamanan dan ketertiban di Bahrain.

Selain mengharapkan pembelian 19 unit F-16 Viper baru sebesar US$ 2,8 miliar, Bahrain juga ingin mengupgrade armada F-16 tipe lama dengan anggaran sebesar US$ 1 miliar.