Bagaimana Rudal Diluncurkan dan Mengarah Ke Targetnya ?

Sebuah rudal ataupun peluru kendali adalah sistem senjata yang menggunakan sistem pengendali terarah, sangat berbeda dengan roket yang tanpa menggunakan sistem bimbingan. Pada artikel kali ini kita akan melihat bagaimana cara rudal diluncurkan dari pesawat tempur atau kendaraan peluncur dan bagaimana sistem canggih pengendali membantunya menghancurkan target.

Pertama pada bagian peluncuran (launching). Peluncuran rudal tidak begitu sulit, rudal dirilis oleh jet yang menggotongnya yang kemudian diambil alih oleh sistem propulsi dan sistem pembimbing. Rudal mendapat tenaga dorong reaksi kimia dari beberapa bahan bakar cair dengan mesin jet seperti pada rudal jelajah. Rudal sendiri memiliki sejumlah sistem komponen yang berbeda, yakni:

Sistem penargetan atau bimbingan
Sistem penerbangan
Mesin
Hulu ledak

Sistem bimbingan

Rudal memiliki berbagai macam sistem bimbingan. Metode yang paling umum adalah dengan menggunakan beberapa bentuk radiasi, seperti inframerah, laser atau gelombang radio untuk memandu rudal ke target.

Radiasi yang dikeluarkan target bisa terdiri dari beberapa macam (seperti panas dari mesin atau gelombang radio yang berasal dari radar musuh) dan rudal bisa menggunakan perangkat dari dalam rudal sendiri (seperti radar) atau mungkin dari pihak ketiga ( seperti radar dari pesawat atau kendaraan peluncur, atau laser designator yang dioperasikan oleh infanteri didarat).

Rudal yang menggunakan sistem bimbingan infra-merah dan gelombang radio radar sering dikenal sebagai rudal fire and forget karena rudal tidak membutuhkan lagi sistem pendukung lebih lanjut atau kontrol dari operator atau kendaraan peluncur.

Rudal juga ada yang menggunakan kamera TV siang atau kamera infra-merah untuk melihat target, yang kemudian dieksekusi oleh komputer atau operator yang mengarahkan rudal ke target. Banyak rudal yang menggunakan kombinasi dua atau tiga sistem bimbingan untuk lebih meningkatkan akurasi dan memungkinkan penembakan rudal yang sukses.

Sistem penargetan

Metode lain adalah sistem penargetan rudal dengan mengetahui lokasi target dan menggunakan sistem pembimbing seperti INS, TERCOM atau GPS. Sistem bimbingan ini memandu rudal dengan mengetahui posisi rudal dan posisi target dan kemudian menghitung jarak dan posisi keduanya.

Pekerjaan ini juga dapat dilakukan oleh operator yang dapat melihat target dan rudal, dengan menggunakan remote control berbasis radio, kabel atau dengan sistem otomatis yang secara bersamaan dapat melacak target dan rudal. Selain itu, beberapa rudal menggunakan sistem penargetan awal, yang mengirim rudal ke daerah sasaran dan ditengah fase penerbangan rudal beralih menggunakan sistem penargetan utama, baik menggunakan radar atau infra-merah untuk menghajar targetnya.

Sistem penerbangan

Selain menggunakan sistem penargetan atau sistem bimbingan atau keduanya, rudal juga membutuhkan sistem penerbangan. Sistem penerbangan menggunakan data dari sistem penargetan atau bimbingan untuk membantu manuver rudal dalam penerbangan, yang memungkinkan untuk menghindari kesalahan penargetan atau mengikuti target yang bergerak.

Ada dua sistem utama penerbangan, yakni sistem daya dorong vectoring dan sistem aerodinamis manuver (sayap, sirip, canard, dll). Sistem ini dikontrol oleh avionik rudal untuk berhasil melakukan manuver menuju ke target.

Mesin

Rudal didukung oleh mesin, yakni mesin roket atau mesin jet. Roket umumnya menggunakan bahan bakar padat untuk kemudahan pemeliharaan dan penyebaran cepat, meskipun beberapa rudal balistik yang lebih besar menggunakan roket berbahan bakar cair. Mesin jet umumnya digunakan pada rudal jelajah, paling sering dari jenis turbojet, karena relatif sederhana dan mampu terbang rendah menyusuri permukaan tanah. Turbofan dan ramjet merupakan bentuk propulsi lainnya dari mesin jet.

Rudal sering memiliki beberapa tahapan mesin, terutama untuk yang diluncurkan dari permukaan, misalnya pada rudal jelajah permukaan yang sering dilengkapi roket booster untuk mendongkrak kekuatan peluncurannya dan beralih ke mesin jet untuk penerbangan selanjutnya.

Hulu ledak

Rudal umumnya memiliki satu atau beberapa hulu ledak eksplosif atau hulu ledak lainnya juga dapat digunakan. Hulu ledak rudal memberikan kekuatan penghancur utama (beberapa rudal memiliki kekuatan penghancur dari energi kinetik yang berasal dari kecepatan tinggi rudal). Hulu ledak yang paling sering digunakan adalah jenis high explosive terutama untuk menghancurkan target yang keras.