Okt 202016
 

20161019_jatim_banyuwangi_tni-al_di-serang-pesawat1-wmv_snapshot_00-45_2016-10-19_20-17-07Pangkalan TNI AL di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu pagi (19/10) mendadak berubah menjadi sangat tegang, seiring dengan bunyi sirine tanda bahaya. Beberapa detik kemudian, ratusan prajurit TNI AL terlihat berhamburan sambil membawa senjata dan bersiaga di sejumlah titik strategis.

Ratuisan Prajurit TNI AL di pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur bersiaga menghadapi serangan udara (foto: jakartagreater/marksman)

Ratuisan Prajurit TNI AL di pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur bersiaga menghadapi serangan udara (foto: jakartagreater/marksman)

Sementara di pengeras suara pangkalan terdengar seperti suara komando, agar para prajurit bersiaga menghadapi serangan udara. Ratusan prajurit TNI AL ini diperintahkan untuk mempertahankan pangkalan dari serangan musuh. Komandan pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol (P) Wahyu yang berada di lokasi langsung memimpin pasukan TNI AL dalam mempertahankan pangkalan.

Selain itu Danlanal terus melakukan koordinasi dengan pangkalan TNI AL di Juanda Sidoarjo, Jawa Timur untuk memantau pergerakan pesawat musuh.

Selang tak lama kemudian terlihat 2 pesawat musuh terbang rendah menyerang pangkalan TNI AL banyuwangi dari dua arah berbeda. ratusan pasukan TNI AL yang telah bersiaga langsung dikomando mempertahankan pangkalannya dan melakukan penyerangan terhadap pesawat musuh.

Namun demikian, pesawat musuh berhasil membom gudang logistik milik pangkalan TNI AL hingga terbakar. Dengan sigap sejumlah prajurit memadamkan gudang logistik yang terbakar serta menolong satu prajurit yang menderita luka bakar akibat berusaha memadamkan api.

Masing-masing prajurit TNI AL menempati posisi strategis dalam menghadapi serangan musuh (foto: jakartagreater/marksman)

Masing-masing prajurit TNI AL menempati posisi strategis dalam menghadapi serangan musuh (foto: jakartagreater/marksman)

Suasana ketegangan yang terjadi pada pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur yang seketika berubah menjadi medan perang hanyalah merupakan bagian dari sebuah skenario atau simulasi dalam pertahanan pangkalan TNI Angkatan Laut dari serangan musuh.

Menurut Komandan pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi, Letkol (P) Wahyu Endriawan, simulasi pertahanan pangkalan dari serangan udara merupakan skenario latihan sebagai penilaian terhadap seluruh pangkalan TNI Angkatan Laut yang ada di Indonesia. dalam menghadapi serangan musuh.

Simulasi yang melibatkan 188 personil TNI-AL tersebut, Selain melatih kesigapan pasukan dalam menangani serangan musuh juga sebagai penilaian lomba Lanal Teladan 2016. (marksman)

 Posted by on Oktober 20, 2016