Feb 102019
 

JakartaGreater.com – Heather Wilson, sekretaris Angkatan Udara AS (USAF), pada hari Jumat mengatakan bahwa Amerika Serikan akan lebih dekat untuk mengembangkan rudal hipersonik yang meluncur lima kali kecepatan suara, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Sabtu, 9 Februari.

Wilson, berbicara pada hari Jumat di Pusat Studi Strategis dan Internasional, sebuah lembaga think tank berbasis Washington, mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mengimbangi negara-negara lain dalam pengembangan sistem rudal terbaru.

Angkatan Udara AS sekarang ini mengoperasikan 80 satelit di ruang angkasa, sekretaris menambahkan. Komentarnya menyusul laporan yang menunjukkan Rusia juga tengah mengembangkan sistem rudal terbaru setelah Washington mengumumkan rencana untuk keluar dari perjanjian penting INF.

F-35C menguji luncurkan rudal AGM-154 JSOW © U.S. Navy via Raytheon COmpany

Moskow dan Washington telah saling tuduh melanggar perjanjian jauh sebelum Amerika Serikat mengumumkan akan menarik diri dari pakta, sehingga memberi Rusia waktu enam bulan untuk memilih antara meninggalkan Perjanjian INF itu, atau mengikuti aturannya. Rusia membantah telah melakukan pelanggaran dan mengumumkan bahwa mereka telah mulai mengembangkan sistem senjata baru untuk mengimbangi A.S. dan China.

Pejabat Rusia yang dikutip oleh Independent mengatakan bahwa pekerjaan itu harus selesai pada akhir tahun depan dan diharapkan sistem baru tersebut siap pada tahun 2021.

Washington bagaimanapun, masih mempertimbangkan kembali penarikannya dari perjanjian INF jika Rusia mau kembali kepada kepatuhan penuh dan dapat diverifikasi, menurut duta besar pelucutan senjata AS Robert Wood di sebuah Konferensi Pelucutan Senjata yang disponsori PBB di Jenewa pada hari Selasa, menambahkan bahwa itu “peluang terakhir Rusia” untuk kembali mematuhi.

  One Response to “A.S. Berpacu dengan Rusia dan China, Kembangkan Rudal Hipersonik”

  1.  

    Pisang