AASAM 2014, TNI AD Jagonya

140
167
Indonesian sniper team Private M. Mulyana and 2nd Sergeant M. Mansur shoot at Robotic Smart Targets from Marathon Targets during Match 203 for Sniper Panoramic. The match is fired from any supported position at stationary and moving targets between 150 and 1000m. Robotic Smart Targets from Marathon Targets were used for the first time at this year's Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian sniper team Private M. Mulyana and 2nd Sergeant M. Mansur shoot at Robotic Smart Targets from Marathon Targets during Match 203 for Sniper Panoramic. The match is fired from any supported position at stationary and moving targets between 150 and 1000m. Robotic Smart Targets from Marathon Targets were used for the first time at this year’s Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).

Tim petembak TNI AD kembali mengukir prestasi membanggakan sebagai juara umum pada kejuaraan menembak tingkat internasional, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014, dengan perolehan medali 32 emas, 15 medali perak dan 20 medali perunggu, di Australia pada tanggal 5 hingga 16 Mei 2014.

Sedangkan urutan ke 2 ditempati tim petembak tuan rumah Australia dengan perolehan medali 6 emas, 15 perak dan 20 perunggu. Adapun diurutan ketiga ditempatkan tim petembak dari tentara Brunai Darusallam dengan perolehan medali 5 emas, 4 perak dan 1 Perunggu.

 Team Shot: the shooters from Brunei are tough competition every year. All the best for 2014!

Team Shot: the shooters from Brunei are tough competition every year. All the best for 2014!
 Team Shot: the Royal Australian Air Force 23 Squadron firers have been impressing on the range this year. Good luck RAAFies!

Team Shot: the Royal Australian Air Force 23 Squadron firers have been impressing on the range this year. Good luck RAAFies!
 Scores: MATCH 47: LSW Individual Aggregate, International

Scores: MATCH 47: LSW Individual Aggregate, International

image

image

Gelar sebagai juara umum yang diraih TNI AD ini merupakan yang ke 7 kalinya diperoleh secara berturut-turut dari tahun 2008 hingga 2014. Pada pelaksanaan tahun 2014 kali ini diikuti oleh 16 tim petembak dari tentara Negara di kawasan Asia Pasifik yaitu Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jepang, Fhilipina, Thailand, Timor Leste, Papua Nugini, Singapura, Brunai Darussalam, New Zealand, New Caledonia, Papua Nugini dan Tonga.

image
Philippines Army Shooting Team member Technical Sergeant Eric B. Guiniling, at the Mechanical Target Range (MTR), fires his 5.56mm M16 A2 assault rifle in the prone unsupported position with sling during Match 12. Match 12 is an advanced application of fire where firers engage their targets at ranges from 100m to 300m from all conventional positions both supported and unsupported.
Team Shot: British Army soldiers from the 2nd Battalion, Royal Gurkha Rifles, (l-r) Rifleman Deepak Gurung, Lance Corporal Suye Gurung, LCPL Bal Bakadur Gurung, Signaller Pardeep Gurung and Rifleman Niran Rai. Hope you've enjoyed the competition!
Team Shot: British Army soldiers from the 2nd Battalion, Royal Gurkha Rifles, (l-r) Rifleman Deepak Gurung, Lance Corporal Suye Gurung, LCPL Bal Bakadur Gurung, Signaller Pardeep Gurung and Rifleman Niran Rai. Hope you’ve enjoyed the competition!
Singapore's Corporal Muhamad Firdalis Bin Tarmid fires his SAR 21 in the keeling unsupported position at the 100m mound during Match Four. Match Four is designed for individuals to supply basic application of fire at 100m employing snap fire with position changes after a 100m run. The run is to induce a level of stress and fatigue on the competitors.
Singapore’s Corporal Muhamad Firdalis Bin Tarmid fires his SAR 21 in the keeling unsupported position at the 100m mound during Match Four. Match Four is designed for individuals to supply basic application of fire at 100m employing snap fire with position changes after a 100m run. The run is to induce a level of stress and fatigue on the competitors.
1st Battalion, Royal Australian Regiment, sniper team Corporal (CPL) Brodie Keating and Private (PTE) Luke Barnes win the 'Matty Lambert Memorial Trophy' for best ADF Sniper Pair at AASAM 2014. The pair also came third in the overall standings.
1st Battalion, Royal Australian Regiment, sniper team Corporal (CPL) Brodie Keating and Private (PTE) Luke Barnes win the ‘Matty Lambert Memorial Trophy’ for best ADF Sniper Pair at AASAM 2014. The pair also came third in the overall standings.

Kasad Jenderal TNI Budiman dalam acara menerima laporan kembali tim petembak bertempat di Mabesad, Kamis (22/5), menyampaikan ucapan selamat datang di tanah air dan ucapan terima kasih atas prestasi membanggakan, yang telah dipersembahkan kepada TNI Angkatan Darat, bangsa dan Negara.

Menurut Kasad, keberhasilan ini membuktikan kepada Angkatan Darat negara sahabat, bahwa TNI Angkatan Darat senantiasa membangun diri menjadi tentara modern yang profesional, tentara yang hanya fokus pada tugas pokoknya sebagai alat pertahanan yang tangguh dan patut dibanggakan rakyatnya.

Indonesian Army Shooting Team member Private Yudha Hany Cahyadin keeps occupied as he wait for his turn to shoot at this year's Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian Army Shooting Team member Private Yudha Hany Cahyadin keeps occupied as he wait for his turn to shoot at this year’s Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian Army Shooting Team member Private Yudha Hany Cahyadin at this year's Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian Army Shooting Team member Private Yudha Hany Cahyadin at this year’s Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian Army Shooting Team member Lance Corporal (LCPL) Mansur keep his team occupied with a bit of ball skills, as they wait for their detail to shoot at this year's Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).
Indonesian Army Shooting Team member Lance Corporal (LCPL) Mansur keep his team occupied with a bit of ball skills, as they wait for their detail to shoot at this year’s Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM).

image

 l-r. US Army's sniper team Sergeant Jason Fairchild and Staff Sergeant Mitchell Shaw, competing in Match 201, the Sniper Snap. The match tests the sniper team in rapid target acquisition. Targets appear from 200 to 1,000m. The match is only one of seven matches over five days of competition for the best international sniper team which is part of this year's Australian Army Skill at Arms Meeting

l-r. US Army’s sniper team Sergeant Jason Fairchild and Staff Sergeant Mitchell Shaw, competing in Match 201, the Sniper Snap. The match tests the sniper team in rapid target acquisition. Targets appear from 200 to 1,000m. The match is only one of seven matches over five days of competition for the best international sniper team which is part of this year’s Australian Army Skill at Arms Meeting

image

image

Lomba tembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) merupakan ajang lomba tembak tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia sejak tahun 1984 dan untuk pertama kalinya dibuka untuk kontingen petembak Internasional pada tahun 1988.

 The Japanese Cheer Squad - these competitors had a day off from shooting today so showed their support to their team members during the machine gun pairs match. ???????

The Japanese Cheer Squad – these competitors had a day off from shooting today so showed their support to their team members during the machine gun pairs match. ???????
 Team Shot: The Chinese shooting team have proven tough competition in their first year competing at AASAM! ???? (Good luck)!

Team Shot: The Chinese shooting team have proven tough competition in their first year competing at AASAM! ???? (Good luck)!
 Team Shot: the British Army Shooting Team at AASAM. Thanks for the brilliant bagpipe display from Pte Fraser Hall - awesome stuff! Photo by Sergeant Brian Hartigan

Team Shot: the British Army Shooting Team at AASAM. Thanks for the brilliant bagpipe display from Pte Fraser Hall – awesome stuff!
Photo by Sergeant Brian Hartigan
 Portrait: Private Melissa Elias, 8th Signals Regiment. Photo by Sergeant Brian Hartigan

Portrait: Private Melissa Elias, 8th Signals Regiment. Photo by Sergeant Brian Hartigan

Adapun materi yang diperlombakan adalah materi perorangan maupun tim pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan senapan dan SO. Senjata yang digunakan prajurit TNI AD pada kejuaraan AASAM adalah produk dalam negeri yaitu produk PT Pindad (Persero) antara lain senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), senapan Mesin SM-2 dan SM-3 serta pistol G2 versi Elite. (tniad.mil.id / Facebook Aasam 2014 / Sergeant Brian Hartigan).

140 COMMENTS

    • Saya juga heran om. Kenapa TNI selalu menang di level ASEAN (AARM) maupun di Australia. Apakah TNI terlalu jago menembak dibanding tentara2 dari negara lain??
      Konon TNI itu selalu kekurangan peluru. Apakah isu kekurangan peluru itu dis-informasi saja? Ataukah demikian bagusnya pelatihan tentara kita sehingga dengan peluru yang sedikit saja sudah jago.

      • Salam kenal bung..PT Pindad itu untuk amunisinya sudah ekspor ke luar negeri. Masa iya bisa ekspor kalau klien utamanya kekurangan peluru he..he. Bahkan ada perusahaan swasta yang ikutan ekspor amunisi ke luar negeri segala. Silahkan di analisa sendiri πŸ™‚

  1. selamat buat kontingen RI, itu hasilnya jauh bener ya 32 emas ke 6 emas untuk juara keduanya.. bisa menyebabkan ketidakseimbangan kawasan nih, hehehe…

    @bung jalo, senapan yang dipakai untuk sniper tetep SS-2 ya?

  2. alhamdulilah, TNI kita memang Hebat !!!
    dengan kemenangan ini TNI kita menunjukan pada dunia Internasional bahwa tentara dan produk kita tidak kalah hebat bila dibandingkan dengan negara maju.
    majulah TNI kita semoga dengan kemenangan ini tidak menjadi sombong dan melindungi rakyat,bangsa dan negara. “TNI Maju, Indonesia Jaya”

  3. Selamat kepada TNI!!
    Tuh si adik kecil brunei dapet emas kok si jaguh ga kliatan???
    Paling si jaguh lg ngomel ga brenti2 karena brunei yg dilatih TNI dapet emas.
    Dan itu prajurit TNI santai banget ya..nunggu giliran malah main bola, hehehe
    Salut JKGR!
    Bravo TNI!
    JAYA NKRI!!

  4. makasih banget bung Diego, request ane sudah dikabulkan…
    Anehnya, kalo kita menang sesuatu yg prestisius kok sepertinya minim sekali media Online berbahasa asing yg mengulas atau memberitakan…
    Bahkan ketika googling AASAM 2014, yang muncul cuman artikel team australia yang menang medali emas dalam beberapa cabang, dan team china yang menang medali emas dalam kategori snipping.. sedangkan tentang Team TNI yang jelas2 juara umum tidak ada ulasannya dalam media berbahasa asing…
    Sepertinya mereka memang tidak mau mengakui bahwa TNI itu hebat, dan secara pengecut tidak ingin dunia tahu kalo mereka telah dipecundangi TNI…
    Jaya TNI…
    NKRI harga MATI…

  5. yang pernah saya dengar, karena kita pakai senjata buatan sendiri, maka bisa disesuaikan dengan postur orang Indonesia supaya ergonomik. Saya pernah baca ada yang protes gitu, tapi itu bukan pelanggaran. Mohon dikoreksi atau mau ditambahi informasinya.

      • US kan ngalah sama downunder …he he he. Sherif kawasan yg ditunjuk kan die he he he.

        Pernah liat di youtube M16 bagus buat nembakin mode otomatis sambil berdiri posisi senjata setinggi pinggang dengan target tidak spesifik. Seperti bawa alat fogging gitu. Yang menarik sebenarnya yang kriteria beregu gitu, sambil lari. Tar cek dulu siapa yang menang. Jadi bukan menembaknya tapi juga endurance, taktis dan kerjasama.

        • Bung flores….

          Semua senapan kalo di pake nembakin otomatis setinggi pinggang tanpa target spesifik sih semua bisa…apalagi yg kalibernya 7,62 seperti AK 47,FAL dan G3….

          Untuk tembakan straffing (menyebar tanpa target spesifik) setau saya AK47 jagonya….hal ini karena perbedaan doktrin di tingkat peleton dan regu dgn nato/ASU….

          Dalam doktrin ASU setiap pemegang senapan adalah marksman (penembak tepat) sehingga akurasi senapan adl.hal mutlak…itulah kenapa peluru M16 selalu di lepas satu satu (semi otomatis) bkn full otomatis…kalo di lepas otomatis maka peluru M16 yg ringan arahnya jg gak karuan…

          Berbeda dgn doktrin soviet….Dalam setiap regu soviet (10-12 orang) salah satunya memegang dragunov (senapan sniper).seluruh anggota regu angkat senaoqn sepinggang dan melakukan straffing dgn tujuan mengikat musuh sdgkan sasaran terpilih diselesaikan sniper dgn dragunov di tangan…

          Maaf kalo salah cm analisa tukang peyek :mrgreen:

          • Satu lagi…menurut sy M16 adl.senapan cembre…macet mulu walau cm kena debu.kalo gak salah baru pada varian 3 kualitasnya agak lumayan…

  6. Bravo TNI,

    Pertahankan prestasi,

    kalau bisa mohon diulas juga senjata2 yang digunakan di kompetisi tersebut..dan mudah2an bisa di jadikan artikel perbandingan dan histori senjata tersebut

    oh tidak lupa pemerintah melalui kemenhan sudah memberikan apresiasi apa terhadap anggotanya yang sudah mengharumkan nama bangsa indonesia di event internasional tersebut, saya harap jangan hanya ucapan dari petinggi militer saja.
    berikan lompatan karir dan kenaikan pangkat.
    jangan sampai sdm2 anggota ini nanti bernasib seperti pelatnas nasional, yang ada yang sampai menjual medali hanya menyambung hidup…

    maju terus TNI jiwa ragamu memang untuk nkri,tapi penghargaan juga menjadi hak mu.

    Bravo TNI

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang.

    • Hasil googling
      kontingen Indonesia memakai beberapa produk senjata produksi PT Pindad (Persero) seperti senapan serbu SS2-HB (Heavy Barrel), Senapan Mesin SM-2, dan SM-3, serta pistol G2 versi Elite. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kontingen Indonesia mengikuti beberapa materi perlombaan seperti materi perorangan maupun tim, pada nomor senapan, pistol, senapan otomatis (SO) dan gabungan materi senapan dan SO.

      Salut & selamat buat kontingen TNI & PT.PINDAD. πŸ˜€

  7. Jika dihitung berdasarkan jumlah emas dari 3 peringkat teratas, TNI mampu menguasai 74.4% cabang pertandingan. luar biasa HEBATNYA ya…

    coba bandingkan dengan peringkat 2 dan 3
    AUShitt: 13.9%
    Brunei: 11.6%

    kemampuan brunei hampir menyamai Sonotan Nih…

    Semoga TNI terus berkembang dan meningkat dengan tetap berjiwa besar atas hasil yang telah dicapai.

        • Kan itu ada kelasnya bung, biarin aja kita gak boleh mengecilkan mungkin mereka bisa jago dalam hal lain seperti terjun payung, infiltrasi, jadi tidak boleh memandang remeh musuh, tidak selamanya kita diatas. Jadi ya cukup sederhana aja dan tetap rendah hati. Menang di latihan belum tentu bagus di medan laga, πŸ˜€

          TNI kita itu rendah hati loh, mereka menang tapi gak pamer ke yg lain, malah tetap mau berbagi atau menerima ilmu dari negara lain. Mari kita contohin para prajurit kita, πŸ˜€

      • kalau yang saya tau sih emang kostrad itu 3 kali satu minggu latihan menembak, latihan menembaknya pun make peluru tajem, soalnya doktrin di kostrad kagak ada peluru hampa ato peluru karet, pernah ane ke markas kostrad jadi tukang servis gitu, kerja dari malem ampe pagi, ehh paginya pas latihan nembak malah ditawarin nyobain ss2 v2 nya buat nembak, tp ane nolak, takutnya kuping kagak kuat hehehehehe…..

        • Bung jalo…setau sy doppering hrs mengunakan peluru cal 7,62 senapannya sekelas AK47 dan GPMG…itu supaya pelurunya langsung nancap di tanah nggak richocet karena terlalu ringan sehingga mengenai peserta dopper….

  8. Kata tentara jaguh sedunia akherat TNI boleh menang AASAM 2014 kerana ATM tak ikut kompetisi. Cuba kalo ATM ikutan pasti ATM lah yang paling jaguh sedunia akherat. Padahal ATM jaguh ikutan AASAM 2014 sebagai penggerak sasaran sniper secara manual apabila robotnya pada mogok dan trouble.

  9. Gila luar biasa Petembak TNI AD kelas wahid.Hampir semua emas diembat padahal g serius2 amat kesannya.Ini baru prajurit reguler y?Bagaimana kalau pasus yg turun bisa2 habis tak ada sisa emasnya

    • masih mending itu bung, malah kabarnya ada yang seri sama menggunakan tail number yang sama pulak hehehehehe,,,, kemaren kan yg di publish di media shukoi kita jumlahnya cuman 1 ska dengan 16 pespur, sementara kenyataannya ternyata sudah 3 ska, hayo…. bingung kan. dengan pemberian tail number yang sama dari seri berbeda dan seri yang sama akan mengaburkan jumlah pespur kita dimata tetangga kita. kita aja warga indonesia jadi bingung hehehehehe

      • dari judul gambar dr alamat link yg disodorkan saja sudah tau mana yg Su-30 dan Su-27 walaupun nomornya sekilas sama.
        emang yg single seater itu Sukhoi seri apa yg double seater itu Sukhoi seri apa?

        lu mau ngebuktiin apa sih tong?

  10. Selamat buat TNI-AD, dan semoga selalu menjaga n meningkatkatkan kualitas serta tidak berpuas diri . Pembuktian sesungguhnya akan selalu ditunggu saat musuh-musuh nyata NKRI hadir di medan pertempuran .

  11. Tahun 2015 sebaiknya TNI ga usah ikutlah. Kasian yang lain. Acara ini juga rasanya terlalu kecil untuk level TNI. Lebih baik TNI genjot tim Brunei biar bisa juara umum. Siapa tau dapet saweran alutsista dari Sultan…hehehehehe

  12. TNI is the best.
    Gak usah heran bung dulu waktu KONGA XX-G di kongo th 2010 diadakan lomba menembak yg diadakan kopassusnya guatemala mlh yg dpt juara umum dr qt pdhl tuh senjata yg qt pake SS 1 dan yg jd kontingen berintikan dr pasukan zeni ada jg dr marinir tp klo gk salah cm 1 regu kbtulan sy kenal baik dg personel yg ikut lmba menembak trsbt.
    Jd untuk kualitas SDM qt Alhamdulillah bagus walaupun dg sgla keterbatasannya.
    Hatur nuhun

  13. Selamat untuk Tim TNI AD yg berhasil menang Lagi 7x…Boleh lah negara lain bilang kalo alusista kita kurang…Tapi kalo soal kemampuan tempur setiap Individu Anggota TNI Tetep Ditakuti Oleh Negara Manapun hhehe….Yg tambah kagum mereka di bekali senjata dari Pindad Pula, coba brp Tim yg bawa senjata buatan dalam negeri mereka sendiri…TNI Satu hati semakin di depan

  14. Wkwkwkwk bener bung lare sarkem
    Mungkin ajangnya kurang bergengsi yaa bung….jadi motivasi untuk menangnya agak kurang
    Hehehe
    Coba aja ajang ini setara kyk olimpiade pasti ada evaluasi dari setiap negara untuk kedepannya lebih baik…sehingga mendominasi 7 tahun berturut-turut gak sampek terjadi…
    Hehehe
    Maaf analisa ngawur bung

    • ntu bukan imho bang, bang danu emang bener..
      ane ampe lupa soal ntuh..

      nurut bang danu ntu ss2 udah bagus ato masih ada yg kurang yg harus disempurnakan lagi?
      pernah ada temen dari polairud ngeluh soal pistol pindad(lupa nanya jenisnya) yg panas kalo nembak ngabisin 1 magz, kagak tau karang dah ada perbaikan pa belon..

      • Bung lare, saya waktu nembak pake P2 suka error gitu nilai ane. Mosok banyak yg nyasar, πŸ™‚

        Waktu pake P1 itu enak, saya juga bingung dikembangkan kok malah error ya, atau pejera saya error ya, saya sudah pernah bahas dan ternyata bukan saya aja, teman2 yonkav yg jaga markas katanya kalau latihan begitu juga. Tapi gak apa2, saya sangat bangga dengan pistol buatan anak negeri. Kalau ada latihan pasti milih buatan dagri, πŸ™‚

      • bung LS, yang ini bener2 imho karena belum pernah pegang barangnya πŸ™‚

        prajurit TNI dan ss2 masih merupakan kombinasi terbaik (=paling mematikan) antara man and gun jika dibandingkan dengan prajurit negara2 lain dan senjata andalan masing2.

        tapi status terbaik selalu relatif, jika lengah bisa direbut, sehingga penyempurnaan berkelanjutan ss2 sangat perlu…

    • itu klo juara, nah taon kemaren j saat pemberangkatan, mereka dilepas sang jendral dengan meriah dan penuh harapan menjadi yang tebaik daaaaan ketika aasam berakir dan mereka pulang ke mlaysia tak satupun pejabat yang hadir menyambutnya sungguh tega…….. kalo salah ya maap

  15. mgk tdm gk ikut pimpinannya khawatir tentaranya pingsan lg pas upacara pembukaan, belum tanding sdh pingsan, sama saat paskalnya di latih kopaska anak anak frogman pak yeskill di armatim, malah ngomong pelatihan militer indonesia tdk berprikemanusiaan, belum jg di suruh berenang nyebrang selat sdh ngeluh….

  16. penomoran Sukhoi Indonesia :
    untuk Su-27 = TS-27xx (01-05)
    2 Su-27SK = TS-2701 & TS-2702
    3 Su-27SKM= TS-2703-05

    untuk Su-30 = TS-30xx (01-11)
    2 Su-30MK = TS-3001-02
    9 Su-30MK = TS-3003-11

    perbedaan paling kelihatan antara seri 27 dan 30 adalah dari ujung ekor belakang dimana Su-27 ujungnya miring dan Su-30 ujungnya lurus
    Sukhoi dalam Pitch Black 2012
    2 Su-27 (TS-2703 dan TS-2705) dan 2 Su-30 (TS-3004 dan TS-3005)
    http://2.bp.blogspot.com/-8NiiaaQJcxQ/UBIal1eeFUI/AAAAAAAAcfg/7anhZHdXPEw/s1600/20120726raaf8207218_0044.jpg

    Sukhoi Indonesia dlm persiapan fly pass dlm rangka peringatan 68thn kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 2013 di Jakarta
    http://theaviationist.com/wp-content/uploads/2013/09/lineup.jpg

    • Tks bung ybs, penjelasannya sangat detail…

      jdi ga enak nih ngerepotin ampe ngubeg2 google ngumpulin datanya,
      sebagai balasan cuma ucapan trimakasih yg dpt saya sampaikan, salam hangat en sukses selalu…

  17. laiya ntu bang jalo..
    apa desain teknisnya ato bahan jenis materialnya yg nyebabin kayak ntu..setau ane waktu masih dibengkel, biar dicontek persis sama ma barang yg terkenal, tapi kalo jenis materialnya kagak sama/kalah bagus ya nimbulin masalah kayak pengalaman bang jalo ntu..
    sama bang, ane juga lebih suka buatan mari bang..lebih legit kagak becek πŸ˜€

  18. dari gambar yg disampaikan, foto tersebut berasal dari foto Pentak Lanud Hasanuddin (HND) tentang kedatangan Su-30MK2 (TS-3004) saat dikeluarkan dari perut pesawat kargo Antonov An-124 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar pada tanggal 26 Desember 2008. Beritanya ada disini: http://indoflanker.wordpress.com/2009/01/06/sukhoi-mk2-siap-uji-terbang/

    sedangkan foto yang dipakai dalam berita dari web ini adalah foto ilustrasi :
    http://utama.seruu.com/read/2013/02/25/148784/jet-sukhoi-flanker-tiba-tni-au-semakin-kokoh-di-angkasa
    dimana ini adalah berita tentang kedatangan Su-30MK2 tahun 2013 karena pesawat ini tiba di Indonesia pada tanggal 22 Februari 2013.

  19. membuktikan kepada Angkatan Darat negara sahabat, bahwa TNI Angkatan Darat senantiasa membangun diri menjadi tentara modern yang profesional, tentara yang hanya fokus pada tugas pokoknya sebagai alat pertahanan yang tangguh dan patut dibanggakan rakyatnya… kalimat diata yg bikin bangga noh.. mantep tni.. bravo…

LEAVE A REPLY