Abaikan Peringatan China, Kapal Selam Jepang Kunjungi Filipina

Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut China Selatan, kapal selam Jepang telah melakukan perjalanan ke bekas pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang terletak ditepi klaim teritorial China.

Pada hari Minggu, Beijing memperingatkan Tokyo terhadap campur tangan dalam konflik Laut China Selatan, dimana Mahkamah Arbitrase berbasis Den Haag baru-baru ini memutuskan atas klaim teritorial sembilan garis putus-putus China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang

?”Jepang bukan merupakan pihak terkait isu Laut China Selatan, dan mengingat sejarah memalukan, ia tidak memiliki hak apapun untuk menuduh China tentang masalah ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang, Xinhua mewartakan.

Bagaimanapun, hal itu tidak mencegah kapal selam Jepang mengunjungi bekas pangkalan Angkatan Laut AS di Subic Bay, Filipina. Kapal itu adalah salah satu kapal selam terbaru dan terbesar milik Angkatan Laut Jepang, dikawal oleh dua kapal perusak Jepang.

Kapal tersebut tiba sehari sebelum latihan militer tahunan Balikatan, yang akan dilakukan oleh Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia selama 12 hari ke depan.

Sementara Beijing belum mengomentari kedatangan kapal selam di Laut Cina Selatan, Tokyo menegaskan bahwa kehadirannya tidak ditujukan untuk negara manapun.

“Kami tidak memiliki pesan apa pun ke negara manapun,” kata Kapten Hiraoki Yoshino dari Angkatan Pertahanan Kelautan Jepang, menurut harian China.

Amerika Serikat dan sekutunya di Pasifik keberatan dengan konstruksi pulau buatan China pada Kepulauan Spratly dan Paracel, serta menuduh Beijing mencoba untuk membentuk zona pertahanan udara. Tetapi Beijing menyatakan bahwa ia memiliki hak untuk membangun diwilayahnya sendiri dan bahwa pulau-pulau tersebut akan digunakan terutama untuk tujuan sipil.

?Peralatan berat dan kendaraan militer yang diparkir di Bandara Internasional Subic Bay setelah tiba dari Amerika Serikat pada 4 April 2016 untuk mengikuti latihan bersama AS-Filipina di Balikatan.

Meskipun demikian, Washington telah mendorong sekutu regional untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam melawan pertumbuhan China. Latihan di Balikatan tahun lalu terlihat sebagai cara untuk memprovokasi Beijing.

Sputniknews.com

Oleh : Vegassus

Tinggalkan komentar