JakartaGreater.com - Forum Militer
Jun 142016
 

Ancaman Kelompok militan Abu Sayyaf dalam mengeksekusi satu tawanan lagi bukanlah gertak sambal. Senin, 13 Juni 2016 pukul 15 waktu setempat kemarin menjadi “deadline” bagi negara kanada yang tak kunjung memenuhi permintaan mereka. Seorang tawanan yang merupakan warga negara Kanada langsung dieksekusi.

Tawanan Pria asal Kanada bernama Robert Hall, yang telah disandera kelompok Abu Sayyaf sejak September 2015 lalu, akhirnya tewas diujung pedang mereka. Kabar tersebut disampaikan juru bicara Abu Sayyaf, Abu Raami melalui telepon kepada media Filipina, Philippines Inquirer, Senin (13/6).

Robert Hall bersama 3 orang tawanan lainnya, 2 warga Kanada dan seorang tawanan wanita warga Norwegia.

Robert Hall (no.2 dari kiri duduk) bersama 3 orang tawanan lainnya, 2 warga Kanada dan seorang tawanan wanita warga Norwegia.

Dalam pembicaraan telepon itu, Raami menyatakan bahwa mereka telah membunuh warga Kanada, Robert Hall, 68 tahun. “Raami mengatakan jenazah Hall akan ditemukan di suatu tempat di kota Jolo pada Senin,” tulis Inquirer.

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 600 juta peso (sekitar Rp 173,2 miliar) demi pembebasan Hall beserta tawanan warga Norwegia Kjartan Sekkingstad, 57 tahun dan seorang wanita Filipina, Marites Flor, 41 tahun.

John dieksekusi seteleh kelompok abu sayyaf tidak mendapatkan uang tebusan dari pemerintah Kanada.

Robert Hall (ditodong sangkur) akhirnya dieksekusi setelah kelompok abu sayyaf tidak mendapatkan uang tebusan dari pemerintah Kanada.

Militer Filipina menyatakan masih memverifikasi laporan pemenggalan Hall. “Saya tidak dapat memastikan atau membantahnya. Kami belum mendapat laporan dari unit kami di lapangan. Kami akan mengupdate Anda secepatnya setelah mendapatkan dari unit di lapangan,” kata juru bicara Komando Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan.

Media Singapura, Straits Times, mengutip sumber terpisah di Pulau Jolo, memastikan bahwa Hall telah dieksekusi. Kantor berita Al Jazeera, CBC dan Rappler juga mengutip sumber militer yang memastikan eksekusi Hall.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf juga telah mengeksekusi seorang warga Kanada, John Ridsdel, 68 tahun, yang menjabat Direktur perusahaan pertambangan, pada 23 April 2016 lalu. Hall dan Ridsdel merupakan 2 dari empat sandera yang ditahan saat berada di kawasan wisata Pantai.

sebelumnya pada bulan april kemarin, John Ridsdel, warga Kanada juga telah dieksekusi kelompok abu sayyaf.

sebelumnya pada bulan april kemarin, John Ridsdel, warga Kanada juga telah dieksekusi kelompok abu sayyaf.

Hall, Flor, Sekinstad dan John Ridsdel diculik dari sebuah marina dari Pulau Samal, Davao del Norte pada 21 September 2015.  Kelompok abu sayyaf meminta uang tebusan US$ 80 juta atau sekitar Rp 1,056 triliun untuk kebebasan john Ridsdel dan ketiga rekannya.

Namun hingga tenggat waktu yang diberikan abu sayyaf tak kunjung diindahkan oleh pemerintah Kanada, John akhirnya dipenggal. Dalam video viral yang tersebar, sebelum dieksekusi, John Ridsdel sempat memperingatkan ia adalah sandera pertama yang bakal dihabisi nyawanya jika uang tebusan tidak dibayarkan. (marksman/ sumber : tempo.co dan liputan6.com)

Bagikan :

  21 Responses to “Abu Sayyaf Kembali Mengeksekusi Satu Tawanan Warga Kanada”

  1.  

    sadis

  2.  

    Semoga segera di beri hidayah…aamiin…

  3.  

    Kasihan warga sipil jd korban, akibat ke pongahan pemerintahan negara nya !

  4.  

    operasi tentara filipina di jolo mana nih , udah ga keliatan lagi sama media apa udah ditutup??

  5.  

    Udah nga ada operasi militer…WNI udah di lepas semua.

  6.  

    ya..eropa asli.y cemen..kalau..masuk hutan..

  7.  

    Turut berduka cita…

    Untuk sang Teroris smoga diberi ganjaran yg setimpal oleh Allah SWT…

  8.  

    Tapi kambing yang bisa meong-meong sih janganlah.

  9.  

    pinoy letoy…militernya gak berkutik, padahal cuma teroris, kalo diserang negara lain langsung gulung tikar dah si pinoy

  10.  

    gak ada konfirmasi dari pemerintah fillipina dan kanada

  11.  

    Beruntung jadi WNI, pemerintah kita slalu peduli dgn keselamatan rakyatnya.

  12.  

    waktu WNI disandera kok dilakukan operasi militer masif,… kenapa WN canada kok nggak ada operasi masif ya???

    Pemerintah Canada please lah,…. ini bukan soal gengsi,..ini soal nyawa manusia…
    bayar aja dulu yang penting selamat,… mengenai lain waktu “mau ambil” lagi uangnya ya terserah saja.

  13.  

    Yang ini menurutku juga tindakan aneh, saya kalau mau puasa ada orang, teman makan didepan saya yg terserah, tak perlu minta dihormati, tak perlu usir org lain yg makan minum depan kita, puasa itu ibadah, urusan kita dg Allah tak ada hubunganya dg org lain dan yg paling utama Kita ibadah puasa karena Allah, Lillahi ta’ala.
    http://www.harianterbit.com/m/daerah/read/2016/06/13/63790/0/20/Satpol-PP-Padang-Juga-Razia-Warung-Makan-Lauk-Pauk-Yang-Dijajakan-Ikut-Disita

  14.  

    Yang ini menurutku juga tindakan aneh, saya kalau mau puasa ada orang, teman makan didepan saya yg terserah, tak perlu minta dihormati, tak perlu usir org lain yg makan minum depan kita, puasa itu ibadah, urusan kita dg Allah tak ada hubunganya dg org lain dan yg paling utama Kita ibadah puasa karena Allah, Lillahi ta’ala.

    http://www.harianterbit.com/m/daerah/read/2016/06/13/63790/0/20/Satpol-PP-Padang-Juga-Razia-Warung-Makan-Lauk-Pauk-Yang-Dijajakan-Ikut-Disita

  15.  

    waduh kok bs cuek gitu ya pemerintah canada….

  16.  

    kanada keknya gak mau ambil pusing gitu , ada apa sebenarnya??

  17.  

    Sebagai warga negara canada tentunya hak2 korban sdh diabaikan oleh negaranya. Bukankah pastinya si korban juga bayar pajak buat negaranya, tapi canada lupa dan meremehkan hak warganya yg harusnya dilindungi.
    Buat tentara filipina afp, tentunya jelas sekali kelihatan kemampuannya, bandingkan dg operasi mapenduma tni?! Harusnya militer Filipina mampu mengatasi atas tingkah laku warganya yg menciptakan teror buat warga asing. Malu sama negara lain tentunya dan jelas bisa diukur kemampuan tempur militernya kelihatan lemah. Gimana misal berhadapan dg cina lha wong ngatasi pemberontak/teroris aja gak mampu…
    Kalo ga gengsi atau malu sama asu krn yg ngelatih militer filipine, kenapa ga mau belajar dan berlatih dg tni indonesia saja?!

  18.  

    Tentara pinoy lemah, nggak punya kekuatan metal militan spt tentara bule, nggak berani perang hutan (jungle warfare )

 Leave a Reply