Jun 132016
 

Tiga orang sandera warga Kanada, Norwegia dan Filipina tengah menunggu kelangsungan nasib mereka.

Kelompok penyandera Abu Sayyaf telah mengumumkan bahwa batas waktu penebusan bagi ketiga orang itu berakhir hari ini (13/6/2016) pukul 15.00 sore waktu setempat.
 
Dua sandera warga asing yakni Robert Hall asal Kanada dan Kjartan Sekkingstad asal Norwegia. Sementara sandera lainnya adalah perempuan asal Filipina, Marites Flor.
 
”Posisi kami terbuka, siapa pun yang akan bernegosiasi, kami akan melayani,” kata Abu Raami, juru bicara yang ditunjuk oleh Abu Sayyaf, kepada Inquirer melalui telepon.
 
Kelompok Abu Sayyaf, menuntut uang tebusan sebesar 600 juta peso untuk pembebasan Robert Hall, Kjartan Sekkingstad dan Marites Flor.
 
”Tidak ada perpanjangan. Kami telah berbicara ini berulang antara kepemimpinan kami dan semuanya memutuskan tidak ada perpanjangan, tebusan adalah 600 juta peso,” pungkas Raami.
 
Tampaknya peringatan dari Abu sayyaf bukanlah gertakan semata. Kelompok ini telah mengancam akan memenggal ketiga sandera jika mereka tidak ditebus oleh pemerintah atau keluarganya.
 
Sebelumnya, Pemerintah Kanada telah kehilangan satu warganya akibat dieksekusi Abu Sayyaf. Kini Kanada juga menegaskan menolak membayar tebusan kepada Kelompok pemberontak Filipina itu.

Sementara Belum ada keterangan resmi dari Norwegia terkait langkah yang akan diambil untuk menyelamatkan warga negaranya.

Berbagi

  10 Responses to “Batas Akhir Tebusan Sandera Abu Sayyaf”

  1.  

    Yg dari malay gmn ceritanya apa sdh bebas…

  2.  

    hmm pertomak.

  3.  

    Apes bener tuh sandera, kalo diturutin malah tuman, dibiarin aja jadinya

  4.  

    semoga ada malaikat yg berkenan membantu menyelamatkan para sandera..

  5.  

    ga ada berita.y .. para malon juga ..ga pernah nongol lagi malu dan minder..kali…

  6.  

    Seharusnya pemerintah pilifina belajar ke Indonesia, pendekatan bukan ala militer tetapi memakai hati dan rasa, selesai sudah masalahnya

  7.  

    minta KZ aja

  8.  

    asa jangan mister bewok ngaku ngaku lgi…kwak kwak kwak

 Leave a Reply