Mei 212017
 

Sebuah helikopter serang AH-64 Apache sedang bermanuver. © Pinterest

Apabila ada sebuah pertanya, jika sebuah mesin digunakan untuk pertempuran darat, maka siapa yang harus memilikinya? Angkatan Darat pasti menjawab “sudah pasti kami”. Karena komandan lapangan yang menghadapi beban pertempuran darat dan membutuhkannya, dan mereka tentunya tahu dimana dan kapan harus menggunakan mesin tersebut.

Nah, sekarang muncul pertanyaan baru. jika suatu mesin digunakan untuk memukul target darat dari udara, siapa yang harus memilikinya? Angkatan Udara pasti menjawab “ya kami dong”, udara adalah wilayah kami, kami tahu bagaimana cara terbang dan menjaga mesin tersebut dan kami yang berhak menyerang dari udara.

Begitulah contoh masing-masing pemikiran logis dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara India saat ini.

Beberapa waktu lalu Angkatan Darat India telah meminta helikopter tempurnya sendiri dan telah memberi peringatan keras kepada pemerintah India karena menyetujui pembelian 22 unit helikopter serang Apache untuk Angkatan Udara India untuk menggantikan helikopter buatan Rusia seperti Mi-25 dan Mi-35.

Kemudian muncul kabar terbaru untuk menenangkan Angkatan Darat India, dengan sebuah janji bahwa tindak lanjut pesanan 22 unit Apache itu adalah untuk Angkatan Darat India, dan bukan untuk Angkatan Udara.

Secara tradisional, Angkatan Udara India adalah operator helikopter serang pada Angkatan Bersenjata India, mereka memiliki armada Mi-25 dan Mi-35 buatan Rusia. Karena mesin ini perlahan mencapai usia pensiun, maka Angkatan Udara India berencana mengganti mereka dengan helikopter serang Apache buatan Amerika Serikat.

Alasannya adalah karena semua insinyur dan ahli penerbangan ada pada Angkatan Udara, sehingga mereka berpendapat bahwa akan lebih ekonomis bagi mereka untuk menjaga dan memelihara helikopter serang tersebut.

“Tidak perlu menduplikat logistik”, kata perwira Angkatan Udara India.

Dilain pihak Angkatan Darat India beralasan bahwa mereka sudah memiliki keahlian terbang dan keahlian dalam merawat mesin terbang. Angkatan Darat India sudah memiliki Korps Penerbang Angkatan Darat, yang dibentuk pada tahun 1986 ketika membutuhkan hekopter pendukung logistik yang luas dalam operasi Siachen dan Sri Lanka.

Korps Penerbad India saat ini memiliki lebih dari 250 unit helikopter Chetaks dan Cheetah (akan segera diganti oleh helikopter Kamov) dan helikoper Dhruv yang dikembangkan oleh India, semua helikopter tanpa bersenjata tersebut digunakan untuk tugas intai dan angkut manusia maupun material.

Berdasarkan logika Angkatan Darat India adalah jika mereka bisa menerbangkan helikopter tersebut, mengapa mereka tidak diizinkan untuk menerbangkan helikopter serang juga?

“Lihat peran operasionalnya. Peran utama mereka adalah dalam manuver perang bersama dengan armada tank. Jadi helikopter serang harus bekerja sama dengan Angkatan Darat, terutama Korps Kendaraan Lapis Baja”, menurut Mayjen. R.K. Arora, editor eksekutif Indian Military Review.

Angkatan Darat juga mengklaim memiliki keahlian dalam terbang bersenjata dari helikopter Rudra (versi Dhruv bersenjata). Rudra memang tidak dirancang sebagai helikopter serang untuk melawan formasi lapis baja, namun dapat digunakan untuk melawan formasi infanteri ringan dan melawan gerilyawan. Angkatan Darat India telah memesan sebanyak 60 Rudra dari HAL, sementara Angkatan Udara India hanya memesan 16 unit.

Argumen Angkatan Udara India adalah seputar persediaan ekonomi. Membiarkan Angkatan Darat memiliki helikopter serang sendiri akan menambah biaya yang tidak perlu, terutama dalam hal pelatihan pilot, depot pemeliharaan dan bahkan pengelolaan suku cadang.

Namun Angkatan Darat India menentang pendapat Angkatan Udara India berdasarkan logika taktis.

“Angkatan Udara India boleh memiliki semua wilayah udara strategis yang di inginkannya. Tapi ruang udara taktis harus milik Angkatan Darat India, oleh sebab itu Angkatan Darat harus memiliki aset pertahanan jarak dekat sendiri”, Arora menjelaskan.

Angkatan Darat India saat ini juga sedang dalam proses modernisasi armada helikopternya, termasuk pengadaan 200 unit helikopter Kamov. Sementara itu Angkatan Udara Inida akan mengganti armada helikopter Cheetah dan Chetak vintage untuk beroperasi di pangkalan militer yang ada di dataran tinggi.

Dalam jangka panjang, Angkatan Darat India bermaksud memiliki tiga skuadron helikopter serang untuk masing-masing korps. Sebagai permulaan adalah helikopter serang untuk tiga korps penyerang, formasi yang dimaksudkan adalah untuk melakukan penetrasi cepat ke wilayah musuh.

  47 Responses to “AD India: “Biarkan Kami Terbang!”, AU India: “Jangan, Kalian di Darat Saja!””

  1.  

    Wah seru nih 😆

  2.  

    kenapa tidak mencontoh doktrin As sahaje
    dulu seusai perang dunia 2 kan As juga pernah ribut yg beginian

  3.  

    Sudah” jngan berebut nanti saya belikan bakso nya bung peu ..

  4.  

    “…Angkatan Darat India sudah memiliki Korps Penerbang Angkatan Darat, yang dibentuk pada tahun 1986…”…bener nih ?…. waduuh jauh dengan indoensia yang sudah berdiri sejak Nopember 1959….
    Tapi ..kog yao Alutsista Penerbad kita masih itu-itu saja ya…heuhehe

  5.  

    Kalau Alutsista yg digunakan untuk memukul Darat dikuasai Angkatakan Darat itu gak logis,
    Karena kalau perang tdk mungkin menerbangkan 22 helikopter untuk semua titik perang yg lbh memungkinkan menggunakan helikopter,
    Secara otomatis AD egois,
    Karena sistem rudal jarak jauh seperti THAAD, S-400, DLL juga itu termasuk penangkal Udara.
    Kalau dikasih berarti AD juga jgn egois kalau AU minta Sistem Pertahanan Udara yg berpijak di darat krena fungsinya bisa diberikan alasan Menangkal Serangan Udara yg tidak memungkinkan lg ditangkal Helikopter, Pespur.
    Pespur ada juga yg digunakan untuk serangan darat, apakah AD juga minta Pespur?
    Intinya kalau memang digunakan untuk Perang berarti diperlukan Koordinasi, dalam arti itulah gunanya Tim Komunikasi disaat darat membutuhkan serangan darat yg tdk bisa dihalau AD, dan komunikasi AU meminta bantuan Sistem Pertahanan Darat sprti S-400, MEADS, Oerlikon, dll disaat AU merasa terancam fasilitasnya diserang Rudal musuh yg bisa datang disaat perang.

    Intinya untung Indonesia gak punya “uang banyak setengah tanggung” sprti India.
    Setengah tanggung krena tdk sprti AS
    hahahahahahahhahahahahahhahaha

    •  

      kok egois gimana bung kan sudah di jelaskan di atas dan ini utk helikopter serang

      ”Lihat peran operasionalnya. Peran utama mereka adalah dalam manuver perang bersama dengan armada tank. Jadi helikopter serang harus bekerja sama dengan Angkatan Darat, terutama Korps Kendaraan Lapis Baja”, menurut Mayjen. R.K. Arora”

      utk pengintaian, perlindungan kavaleri udara dan bantuan gempur memng sudah menjadi taktik penerbangan Ad As agar bisa bersinergi dgn taktik pertempuran darat dan ini sudah botol pulpen di banyak pertempuran di mulai di perang vietnam
      ad india sepertinya ingin meniru doktrin As
      http://www.aircav.com/histavn.html

      •  

        betul, kecuali AD minta beli Su-30MKI itu baru namanya nyeleneh 😆 wkwkwkw

        •  

          SU-30 juga bisa bopong rudal Serangan Darat.
          Sama kan fungsinya disaat “Perang” dgn Helikopter Apache?
          Pesawat Tupelov rusia juga punya fungsi serangan darat dgn berbagai varian kan?
          Wkwkwkkwkwkwkwkkwkwkk

      •  

        Yasudah kalau AU minta alutsista Pertahanan Udara disaat perang karna banyak kemungkinan fasilitas AU Rentan diserang Rudal seperti Suriah.
        Jadi AU jg punya HAK Minta S-400 India dan sejenisnya untuk mengahalau serangan rudal kan?
        Saya tdk mempermasalahkan persoalan kutipan Mayjen.R.K. Arora anda bung,
        Karena didalam kata beliau jelas ada kata “Kerjasama”
        Itulah yg saya maksud “Tim Komunikasi” saling membantu.
        Kan jelas kata2 saya diawal AU bisa meminta bantuan AD, begitu juga sebaliknya dengan memanfaatkan fungsi Komunikasi Kerjasama.
        Persoalannya dmna? Hahahahahhaha

        •  

          ketika membahas helikopter serang malah ke sistem rudal pertahanan yg malah tidk disebutkan sma sekali di artikel diatas

          lagi pula sudah bukn hak lagi ketika Au india meminta alutsista pertahanan udara malah kewajiban karena sudah doktrin
          hanya saja terjadi ketidak proporsionalan antara alutsista arhanud Ad india dan Au India

          •  

            Cukup jawab saja saya sdg bolak balik fungsi alutsista,
            Tidak proporsional dimananya???
            Sistem pertahanan udara untuk menahan Rudal musuh?
            Lalu Helikopter Serang kelas Apache untuk sejalan dengan serangan Tank kan?
            Dmna letak tdk proporsionalnya????????????
            Hayo jwb bung anu wkwkwkwkwk
            Masa dijawab bkn Hak?
            Berarti Helikopter serang juga bkn Hak AD karena ini identik dgn AU dong ??

          •  

            ketidak proporsional yg sya maksud adlah alutsista pertahanan udara Ad India dan Au India dimana rudal pertahanan jarak jauh S-400 yg masuk arhanud Ad bukan Au yg di prioritaskan sepertinya seperti di rusia
            namun semua kembali seperti yg bung bilang Kordinasi Komunikasi

            kalau masalah hak2an itu tergantung doktrin negara masing2

          •  

            Oke bung anu selamat malam, mimpi indah…
            Wassalam hehehehe

    •  

      Cara ngitungnya dari mana sih haha
      Amerika aja AL nya punya pespur, AD juga punya, pasti antum baru mantau soal militer tadi pagi yaa? Xixixi

    •  

      Ujung2 nya nyalahin Indonesia lagi, pasti ini bukan orang Indonesia yaa? Sudah rahasia umum berbagai negara menerapkan doktrin masing2 seperti AD punya pesawat udara heli utk mendukung logistik dan serangan AD, AL punya pesawat tempur multirole dan heli dah gitu ajah hahaha

  6.  

    TNI jg bs meniru AS, Penerbal mempunyai Pespur multirole, bukan hanya Heli AKS aja! Tapi susah jg klu blm py kapal Induk. Penerbad jg memiliki pesawat angkut berat!

  7.  

    TNI jg bs meniru AS, Penerbal mempunyai Pespur Maritim Multirole, bukan hanya Heli AKS aja! Tapi susah jg klu blm py kapal Induk. Penerbad jg memiliki pesawat angkut berat!

  8.  

    malam warjag

  9.  

    .. setuju AD India, karena perang modern adlh satu team,, yg bergerak bareng,,

  10.  

    penerbAD Hanya menguasai udara di bawah 5000m utk serang taktis di atas itu AU yg berhak

  11.  

    AD boleh punya pesawat angkut, radar, heli serang, heli serbu, arhanud baik titik, sedang maupun jauh, kapal angkut, boat serang, segala macam artileri bantuan tembakan, segala macam kendaraan lapis baja.

    AL boleh punya segala macam kapal, radar, segala macam rudal termasuk torpedo, drone, heli angkut, heli serang, heli serbu, pesawat angkut, pesawat patroli maritim, tank amfibi, panser amfibi, segala macam artileri bantuan tembakan, segala macam arhanud (titik, sedang, jauh), pesawat tempur serang maritim termasuk pembom.

    AU boleh punya pesawat : angkut, serang maritim, pembom, segala macam pesawat yg bisa menembak dari udara, segala macam pesawat patroli, segala macam radar, segala macam rudal termasuk torpedo, drone, heli angkut, segala macam arhanud (titik, sedang, jauh), satelit.

  12.  

    kok bisa begitu angkatan darat indiaaa, berebut apache yg prnah catfight dgn mil 24 yg dimenangkan mil 24

  13.  

    mending indonesia beli t-129 atak turky plus TOT mas bro…