Mar 162018
 

Pesawat peringatan dini & kontrol (AEW&C) multi peran, GlobalEye buatan Saab © AsianDefence via Youtube

JakartaGreater.com – Pada tanggal 14 Maret, Saab GlobalEye, sebuah jet Bombardier Global 6000 yang telah dimodifikasi menjadi sebuah platform pengintai, melaksanakan penerbangan perdananya pada pukul 12:52 waktu setempat, dari bandar udara Saab di Linkoping, Swedia, seperti dilansir dari laman The Aviationist.

Pesawat tersebut secara resmi diluncurkan ke media pada 23 Februari 2018. Pesawat ini membawa rangkaian lengkap sensor canggih termasuk radar jarak jauh yang baru dan kuat (Erieye ER), radar AESA (Active Electronic Scanned Array).

Sensor Erieye ER ditempatkan dalam “skibox” yang sama yang digunakan oleh platform AEW lainnya namun menggunakan teknologi baru, seperti modul radar Galium Nitrida (GaN) yang mampu memberikan peningkatan jarak deteksi sebesar 70 persen.

Pesawat ini juga dilengkapi radar pencarian maritim Leonardo Seaspray 7500E X-band dan menara FLIR Systems EO/IR (Elektro-Optik/Infra-Merah) di bawah hidung.

Pelanggan GlobalEye yang diluncurkan tersebut adalah Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab, yang dikenal sebagai Swing Role Surveillance System (SRSS). Tiga pesawat telah dipesan pada tahun 2015. SRSS bukanlah platform AEW&C pertama militer UEA. Dua Saab 340 AEW&C dikirim sebagai solusi sementara pada tahun 2010 dan 2011.

Namun tidak jelas apa yang akan terjadi pada kedua pesawat tersebut saat GlobalEye baru memasuki layanan aktif, aset baru yang dilengkapi aplikasi Erieye ER pertama akan memberi UAE kekuatan AEW yang cukup unik di antara negara-negara Teluk, dengan kemampuan pengawasan darat, maritim dan darat secara simultan.

Selain itu, Angkatan Bersenjata UAE akan dilengkapi dengan pesawat Global 6000 yang dimodifikasi total: dua pesawat tersebut dilaporkan dimodifikasi oleh Marshall Group di Cambridge, Inggris, menjadi platform ELINT/SIGINT.

Menurut Saab, uji terbang penting untuk mengumpulkan data uji terbang ekstensif menggunakan rangkaian instrumentasi on-board. Data ini kemudian digunakan untuk memverifikasi kinerja pesawat terbang dan pemodelan terkait.

“Penerbangan perdana adalah tonggak utama kedua untuk program GlobalEye dalam waktu yang sangat singkat. Sekali lagi kami telah menunjukkan bahwa kami memberikan komitmen kami dan bahwa kami berada di jalur yang sama dengan produksi Swing Role Surveillance System (SRSS) tercanggih di dunia”, kata Anders Carp, Wakil Presiden Senior dan kepala area bisnis Saab Surveillance.

“Penerbangan hari ini berjalan seperti yang direncanakan, dengan tingkat kinerja yang tinggi sesuai dengan harapan kita. Penanganan kelancaran pesawat itu seperti yang diprediksi dan sangat menyenangkan bagi saya untuk terbang”, menurut Magnus Fredriksson, Saab Experimental Test Pilot.

Berbagi

  22 Responses to “AEW&C GlobalEye Sukses Terbang Perdana”

  1.  

    Akankah RI membeli ini jg?

  2.  

    BOOOLLLOOOOONG…..!!!!

  3.  

    Dibeli percuma tanpa izin inggris yg punya saham saab 30%

  4.  

    Daganganx Dark Keder, Sayang Sekali Di Sini Tdk Ada Sales SAAB

    •  

      Moncer A-100 dibandingkan dg punya SAAB, tapi takkan jauh beda dg A-50.
      Bahkan ane gak yakin tuh A-100 bisa mendeteksi F-35 dan F-22 dari jarak jauh sekitar 350-450 km.

      AESA belum tentu bisa dengan mudah mendeteksi pesawat siluman/Pesawat dg RCS yg sangat kecil, itu karena AESA lebih menitik beratkan pada kecepatan pergantian gelombang radio yg digunakan untuk mendeteksi obyek, memungkinkan untuk sulit dijamming.

  5.  

    Gmna perkembangan C295 AEWC,, kok gk ada lgi beritanya

    •  

      Sepertinya masih dalam proses R&D bung, karena bagaimanapun juga menambah fitur eksternal pada pesawat harus di perhitungkan dengan cermat dari sisi Aerodinamisnya, dll. salah sedikit saja bisa fatal… Saab aja lumayan lama apalagi kita…
      mungkin kita lagi cari mitra yang siap beri tot segala jenis kemampuan AEWC untuk pesawat C295 kita nantinya sekalian bantu R&D nya…

 Leave a Reply