Sep 202018
 

Jajaran rudal yang diproduksi oleh Denel, Afrika Selatan© Deon Steyn via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Grup industri pertahanan milik negara Afrika Selatan, Denel telah mengumumkan pada hari Senin bahwa telah berhasil menyelesaikan seri uji coba kendali rudal untuk sistem rudal udara ke udara berpemandu (IR) A-Darter, seperti dilansir dari laman Engineering News.

A-Darter adalah rudal udara-ke-udara jarak dekat generasi kelima yang mempergunakan sistem pencari infra-merah (IR) yang memiliki jangkauan 22 kilometer.

Rudal A-Darter tersebut dikembangkan di Afrika Selatan bekerjasama dengan Brasil, oleh oleh Denel Dynamics. Rudal ini akan digunakan oleh Angkatan Udara Afrika Selatan dan Angkatan Udara Brasil.

Serangkaian tes kualifikasi melibatkan empat peluncuran dipandu, semua melawan drone target berkecepatan tinggi, Skua yang diproduksi oleh Denel Dynamics. Setiap peluncuran menunjukkan skenario manuver tempur udara yang berbeda. Hasilnya, performa penuh A-Darter berhasil ditunjukkan. Seluruh seri uji dilakukan Denel di Overberg Test Range, pantai selatan di provinsi Western Cape, Afrika Selatan.

Rudal udara-ke-udara jarak dekat A-Darter dipasang pada jet tempur Gripen © Denel Dynamics

Tes peluncuran pertama dilakukan dalam mode lock-on-after-launch (LOAL), skenario ini menggunakan suite algoritma canggih, rudal A-Darter diluncurkan ke penerbangan gratis dan kemudian, di akhir fase ini, memperoleh target Skua dan mencetak hit langsung.

Ini menunjukkan keakuratan prediktor sasaran senjata. Lebih lanjut menunjukkan bahwa rudal dapat melakukan intersepsi target diluar jangkauan deteksi IR ketika menggunakan kemampuan LOAL.

Tes kedua adalah manuver pertempuran jarak dekat. Pada skenario pertarungan ini, rudal diluncurkan dibawah kekuatan “G” yang tinggi (satu G ini setara dengan gaya gravitasi di permukaan laut). Setelah peluncuran, mereka memutar 180? dan berhasil mencegat target drone.

Ini menunjukkan bahwa pencari A-Darter mencakup sudut pandang yang lebar dan sistem kendali vektor dorongnya memberikan kelincahan yang besar. Pengujian juga menegaskan kemampuan peluncuran high-boresight senjata yang tinggi. Itu artinya jet tempur tidak harus mengarah pada target sebelum dapat meluncurkan rudal.

Untuk dua tes terakhir dilakukan dibawah kondisi penanggulangan elektronik (ECM) dan terlibat dalam skenario manuver tempur udara “blow-through”. Blow-through ini artinya mendekat pada musuh dengan kecepatan tinggi tanpa niat terlibat dalam pertempuran udara atau bisa diartikan sebagai hit-and-run.

Tes ini menegaskan bahwa kinerja suit penanggulangan elektronik rudal A-Darter (untuk menetralkan efek ECM dari sasaran) telah memenuhi spesifikasi desainnya.

  3 Responses to “Afrika Selatan Sukses Uji Rudal A-Darter”

  1.  

    di afsel ada rudal A darter di tembakandari udara ke udara
    kalo di mari ada rudal c daster bisa di tembakan kasur kekasur…hihihihi

  2.  

    Wuih rudalnya gripik nih…

  3.  

    Rudal daster?

 Leave a Reply