Agu 242018
 

Helikopter tempur AH-64E Apache Guardian AS (kiri) dan Mi-35 TNI AU (kanan) dalam latihan “Garuda Shield” © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Darat AS telah mengumumkan paket upgrade helikopter tempur AH-64 Apache dengan peralatan canggih yang memungkinkan helikopter untuk menyerang hingga 100 kilometer, seperti disebutkan dalam cuitan Air Power.

Dalam dokumen yang menjabarkan perinciannya, Angkatan Darat AS membagi rencana upgrade armada helikopter AH-64E. Konfigurasi terbaru yang diperbarui akan disebut sebagai Versi 6 (V6) dan sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi helikopter dalam medan tempur modern.

Angkatan Darat AS mengatakan bahwa upgrade helikopter akan mencakup dua kali lipat jangkauan radar kendali tembak (FCR) yang berkisar 8 – 16 km, kemampuan mendeteksi ancaman maritim dan penargetan oleh FCR, memperluas jangkauan generasi berikutnya dari Manned-Unmanned Teaming-Extended atau “MUMT-X” memungkinkan Apache untuk berinteroperasi dengan berbagai sistem pesawat terbang tanpa awak (PTTA) dan platform lainnya, termasuk peningkatan navigasi dan komunikasi.

Apache Versi 6 akan memberikan integrasi suara gelombang radio dan kemampuan data “menggunakan saluran kedua” dalam terminal udara Link 16 yang dimiliki Apache.

Prosesor misi “multi-core” baru akan memberikan lebih banyak memori dan kecepatan pemrosesan yang signifikan. Sistem bantuan pengambilan keputusan kognitif akan turut diintegrasikan, membantu mengurangi beban kerja pilot serta meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan.

AH-64E v6 juga terintegrasi dengan peluncur roket yang dimodernisasi, dan kemampuan untuk menyebarkan rudal udara-ke-permukaan canggih AGM-114R alias Hellfire Romeo. Dalam dokumen juga dicatatkan bahwa Apache nantinya akan tetap menjadi helikopter serang Angkatan Darat AS sampai setidaknya tahun 2048.

Rencana modernisasi AH-64E Apache v6 US Army © Air Power via Twitter

Peralatan baru untuk helikopter Apache v6, adalah teknologi tempur terbaru, juga dikenal sebagai “MUM-T Level 4”, telah berhasil digunakan di Afghanistan sebanyak 229 kali oleh batalion helikopter serang dan pengintai.

MUMT-X memungkinkan helikopter AH-64E Apache dan OH-58 Kiowas mengontrol jalur penerbangan dan kemampuan sensor drone Army Shadow dan Grey Eagle. Dan dalam beberapa bulan terakhir, Angkatan Darat AS di Afghanistan telah mulai mengupgrade MUMT-X menggunakan data link taktis untuk mengirimkan data ke helikopter AH-64E dari jarak 50 km.

Rencana modernisasi AH-64E Apache v6 US Army © Air Power via Twitter

AH-64E v6 akan dilengkapi mesin helikopter 701D yang lebih kuat, bilah baling-baling baru dan teknologi serta sistem elektronik yang ditingkatkan.

Di medan perang, MUMT-X memungkinkan AH-64E Apache untuk mengidentifikasi dan menyerang target musuh hingga jarak 100 km. Ini berkat analisis gambar yang disediakan oleh sensor yang terpasang pada UAV.

Helikopter dapat mengontrol sensor dari jaringan pesawat terbang tanpa awak, menerima dan mengirimkan gambar online secara real-time dan mengendalikan UAV. Teknologi serupa juga digunakan untuk mengirimkan data dari helikopter dan UAV yang terlibat dalam pertempuran kepada pasukan darat melalui sebuah terminal.