Jun 302017
 

Dok. Reportase Al Jazeera di Alexandria, Mesir (Al Jazeera English)

Dubai – Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa dan peneliti kebebasan media pada Rabu 28-6-2017 mengkritik empat negara Arab, yang berusaha menutup Televisi Al Jazeera akibat persengketaan dengan Qatar.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengirimkan kepada Doha daftar 13 tuntutan, termasuk menutup televisi Al Jazeera, yang dibiayai pemerintah, dan mengurangi hubungan dengan Iran, kata pejabat salah satu dari empat negara tersebut.

Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan berpendapat dan berekspresi David Kaye mengatakan tindakan tersebut adalah pukulan terhadap kemajemukan media di Timur Tengah.

“Permintaan itu adalah ancaman besar bagi kebebasan media jika negara, dengan alasan kemelut diplomatik, mengambil tindakan memaksa penutupan Al Jazeera,” kata Kaye dalam pernyataan.

“Saya meminta masyarakat dunia mendesak pemerintah itu untuk tidak memaksakan kehendak tersebut pada Qatar, untuk menolak melakukan langkah guna membetulkan media di wilayah mereka dan kawasan dan untuk membantu dukungan kepada media mandiri di Timur Tengah,” ujar David Kaye .

Keempat negara Arab tersebut menuduh Al Jazeera mencampuri urusan dalam negeri mereka dan mengobarkan keributan di Timur Tengah melalui laporannya, sebuah tuduhan yang dibantah oleh media itu.

Dalam pernyataan terpisah, Reporter Without Borders (RSF) mengatakan terganggu oleh permintaan itu dan menyebut tindakan tersebut “sebagai aksi pemerasan yang tidak dapat diterima”.

“Penggunaan tekanan dan pemerasan ini menunjukkan keinginan yang jelas dari negara-negara Teluk tertentu untuk mengoreksi media Qatar dan merupakan serangan serius terhadap kebebasan pers dan pluralisme dan hak atas akses terhadap informasi di kawasan,” kata Alexandra El Khazen, kepala urusan Timur Tengah RSF.

“Media yang ditargetkan harus bisa tetap secara bebas, tanpa terpaksa harus mengikuti kebijakan negara tetangganya, yang tidak dapat dengan hayalan apapun dianggap sebagai model kebebasan Media, sebagai model yang harus diikuti,” katanya.

Al Jazeera mengatakan minggu lalu bahwa pihaknya berhak untuk mempraktekkan jurnalistik profesional, tanpa tunduk pada tekanan dari pemerintah mana pun.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah menerapkan boikot terhadap Qatar sejak tiga minggu lalu.

Negara itu menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok garis keras.

Mereka kemudian mengeluarkan ultimatum terhadap Qatar, termasuk menuntut negara itu untuk menutup Pangkalan Militer Turki di Doha, menutup jaringan televisi Al Jazeera serta mengekang hubungan dengan Iran.

Qatar membantah berbagai tuduhan tersebut dan mengatakan tuntutan itu diarahkan untuk mengendalikan kedaulatannya.

Antara/Reuters

  3 Responses to “Ahli PBB Kecam Tuntutan Penutupan Al Jazeera”

  1. 13

  2. ya jelas di tentang to yg mana al jazeera sekarang ini kan jadi corong propagandanya barat?

 Leave a Reply