Sep 102014
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah mengajukan pengunduran diri ke Gerindra. Ahok tak ingin kembali ke partai berlambang kepala burung Garuda itu.

Ahok kecewa Gerindra mendorong proses pemilihan pilkada dikembalikan ke DPRD. Kalaupun nantinya ternyata aturan pilkada lewat DPRD tak jadi disahkan, Ahok tak mau kembali ke Gerindra.

“Nggak (mau kembali ke Gerindra -red). Gerindra sudah nyata-nyata seperti itu, kok. Bagi saya sudah selesai,” kata Ahok sambil beringsut ke mobilnya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan tak mungkin ada Jokowi dan Ahok jika tak ada pilkada langsung. Menurutnya, pemimpin-pemimpin baik berpeluang lahir dari pilkada langsung.

“Jadi bagaimana bisa sekarang saya harus mendukung partai saya yang terang-terangan mengatakan pemilihan harus lewat DPRD,” ujarnya. (detik.com).

surat-ahok

  227 Responses to “Ahok Mundur dari Gerindra”

  1. apa mbah bilang

    • “Once Upon A Time In Jekardah”
      segera d bioskop masuk rumah

    • Bilang apa @mbah… Gk bilang apa2 gt .. Heheee
      salam,

    • Kalo di kota ane, Gerindra juara 2 bung, tapi sekarang banyak yang nyesel…hiks….

    • Elo Kagak punya otak broo hari gini bicara sara,kelaut aje lo…

      • lu anak jonggol, gue anak jawa, tetangga gua anak makasar, tetangga gua juga ada anak cina

      • gak ada sara bro……..loe yang kaga pernah tau indonesia, taunya ngumpet di jawa, ……klo kamu pergi ke sulawesi maka kamu akan di bilang orang jawa atau kalu kamu pergi papua maka…kamu akan dubilang ………orang pendatang….kalau orang surabaya ke jakarta kamu akan bilang orang dari jawa……..orang cina di jayapura di bilang orang cina.bro………bukan orang indonesia…….dan itu .biasa….makanya .jalan..jalan……liat .indonesia sebenernya………dan sekali lagi..itu bukan …SARA………loe aja …….yang kagak bisa jauh dari ketek mami loe…….

        • Hehehehe…lucu jg ya orang dari surabaya, jogya, solo, madiun dll pokokya jatim/jateng kalo di jakarta dibilang orang dr jawa…jakarta ntu di pulau mana yaaaa…hahaha

      • gue anak betawi

      • Maksutnya kalau anak daerah jawatengah dan jawatimur ke jakarta dibilang Jawa itu merujuk sukunya ,, bukan tinggalnya,,
        Jadi beda karena jawabarat DKI, dan banten adalah suku sunda..

        Mengatakan China itu sebenarnya bukan Rasis,, apa bedanya bilang Jawa,sunda, padang atau China,,
        Tetapi penggunaan kata itu harus tepat sesuai konteksnya agar terdengarnya elok dan tidak berkesan sara,.
        Imho

    • Saking senengnya si mbah ini ampe dapet pertamax. Kekuasaan itu gurih yah makanya jadi rebutan 😀

    • kadang kita terbuai dengan angan dan harapan………akhirnya realita ditinggalkan….saat ketidaksamaan datang…maka yang membedakan orang adalah ………hal pertama apa yang dia lakukan……jika orang itu bijak…….maka perkataan akan penghormatan atas kebaikan manusia akan ditinggikan……….akan tetapi jika perkataan yang merendahkan nilai hubungan antar manusia…..dimunculkan…maka siap siaplah dia….untuk mendapat nista………………………..semakin lama kita tinggal dengan beragam masyarakat, suku , agama……….maka betapa kita merasakan itu perbedaan ada………akan tetapi dengan meninggikan nilai saling menghormati……rasa saling memiliki dan menjaga amanah………maka .perkataan sara…….hanya ada bagi orang orang ………yang hidup……..dikelilingi oleh EGO SENDIRI…..tanpa melihat ……brapa …ragam manusia …yang telah Tuhan YME …buat ..untuk mengisi tanah INDONESIA..

    • Bangsa Indonesia lahir dari suatu proses sejarah pertumbuhan dan perjuangan yang panjang, kemudian menegara sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat melalui Proklamasi 17 Agustus 1945. Kemerdekaan bangsa membawa konsekuensi logis pada pergaulan antarbangsa yang sekaligus menghendaki pelibatan diri ke dalam pembangunan tata kehidupan dunia yang harmonis menuju kesejahteraan umat manusia.

      Disamping itu, bangsa Indonesia menyadari bahwa betapa kondisi dan konstelasi geografi yang menjadi ruang hidupnya, serta segala isinya berdampak erat pada berbagai perbedaan ciri dan karakter budaya penduduknya. Berbagai ragam perbedaan yang ditandai oleh keberadaan lebih dari 200 etnis dan suku bangsa, sekitar 400 bahasa, serta bermacam agama yang dianut oleh rakyatnya merupakan faktor yang melahirkan perbedaan-perbedaan kepentingan dan tujuan setiap kelompok masyarakat, Perbedaan kepentingan dan tujuan tersebut dapat diperkuat oleh faktor ruang hidup berupa pulau-pulau yang secara geografis terpisah satu dari yang lain.

      Bhinneka Tunggal Ika, adalah semboyan pada lambang negara Republik Indonesia yang keberadaannya berdasarkan PP No 66 Tahun 1951, yang mengandung arti “Berbeda tetapi satu” . Semboyan tersebut menurut Prof. Soepomo, menggambarkan gagasan dasar, yakni menghubungkan daerah-daerah dan suku-suku bangsa di seluruh nusantara menjadi Kesatuan Raya.

      Bila merujuk pada asalnya, yaitu kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular pada abad XIV, ternyata semboyan tersebut merupakan seloka/ slogan yang menekankan pentingnya kerukunan antar umat dari agama yang berbeda pada waktu itu yaitu Syiwa dan Budha. Dengan demikian konsep Bhinneka Tunggal Ika yang lengkapnya berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika tanhana dharma mangrva” merupakan kondisi dan tujuan kehidupan yang ideal dalam lingkungan masyarakat yang serba majemuk dan multi etnik.

      Keberagaman atau kehidupan lingkungan majemuk bersifat alami dan merupakan sumber kekayaan budaya bangsa. Setiap perwujudan mengandung ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari perwujudan yang lain. Tidak mungkin satu perwujudan mengandung semua crri yang ada karena bila hal itu terjadi, dia akan menjadi maha sempurna, padahal yang maha sempurna adalah Tuhan. Perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebenarnya untuk memenuhi kepentingan bersama agar dapat hidup sejahtera.

    • masing2 sistem ada kelebihan & kekurangannya. Untuk pilkada oleh dprd, masalahnya adalah apakah anggota dprdnya benar2 mewakili suara rakyat? jangan2 nanti hanya kompromi2/politik uang/suap diantara mereka2 saja…
      kalau ngga milihnya pake media online saja, atau sms kaya indonesian idol..hehehe, yg ini becanda ya

      • Selama calonnya dari partai ya tidak ada bedanya bung. Yang menang ya ‘mereka-mereka’ juga. Calonnya bagus tapi tersandera kepentingan busuk partainya akhirnya sama saja. Kalau mau betul2 pemimpin rakyat lahirt dari rakyat ya calon independen harus diberikan kesempatan seluas2nya sehingga rakyat bisa mencalonkan pilihannya sendiri.

      • Setuju semua ada + – nya….sebaliknya kalo misal kepala daerah yg kita pilih menang ternyata mengingkari janji kampanye apa pemilih bisa nenggugat….? Politik hari ini kuat sekali nuansa kompetisi; sebaik baik kompetisj yang fairplay….ikuti aturan main…..jika hr ini suara terbanyak sebagai penentu tunjukanlah wahai pemegang amanah suara terbanyak kepentingan rakyat terbanyak yg diperjuangkan…..jika tidak penegang suara lebih kecil akan menjadikan senjata ampuh…..jadi pemegang suara lebih kecil janganlah galau dan berkecil hati….ada masa memerintah….ada masa jd penyeimbang/ pengawawas dll istilah dan apapun peran sejauh atas nama konstitusi dan kehendak rakyat banyak….sama baik dan muliA jika mengkhjanati kehendak rakyat tinggalkan….dan jangan dipjlih lagi baik orang ataupun partainya…itu esensi equilibrium politik….jadilah warga yang melek politik; paham hak dan kewajiban WNI …insyaallah INDONESIA Jaya!!!!

        • Tambahannya….jika hari ini suara terbanyak melanggar kontitusi….silakan gugat di MK ….yang perlu dicatat konstitusi mengamanatkan pemilihan KePaDa scr demokrartis…..
          Langsung sdh pasti demokratis ; tapi yg cara perwakilan apakah jg tidak demokratis…..bukankah pimpinan parpol jg dipilih scr tdk langsung…..dan tidak ada satu parpol yg pengin dicap tidak demokratis….jadi berkompetisilah….rakyat juga yang nenentukan kalau bukan sekarang tunggulah sampai suara menjadi lebih banyak…..evaluasi tidak ada kata akhir…..semoga terbaik dikarunikan untuk INDONESIA

    • pithecantropus ereksi yg bener sih
      awkkawkkwakwakkawkwak

    • Begini ya bung Joko, anda harus objective. Pilkada langsung disamping baik tapi ada jeleknya juga. Kita terlalu banyak menghabiskan anggaran untuk biayai pilkada. Demokrasi kita untuk pilkada sangat sangat mahal. kalau anda tidak setuju dengan kepala daerah model pengangkatan boleh saja, tapi coba anda kasih solusi pilkada yang efisien bagaimana. jadi kita tidak asal memvonis bung. Berilah pencerahan bukan umpatan dan cacian. anda lihat_ dulu orang yang gencar menyuarakan demokrasi dan anti korupsi+orde baru, sekarang setelah berkuasa mereka juga terjerat korupsi, mereka mengelola uang negara seperti uang pribadi. Itukah demokrasi yang kita inginkan dengan harga yang sangat mahal..

  2. one kah?

  3. lanjutkan..

  4. one
    kutu loncat

    • semua politisi emang lagunya seperti itu !
      setiap tempat yang nga lg menguntungkan dia mulai loncat deh !!!!!!!
      “habis manis sepah di buang”

    • Tri Risma mantap, lanjut KAN tutup Dolly dan tempat2 mesum lainnya, biar kapok partai-partai yg nggak mendukung penutupan Dolly

      Ganjar Pranowo apa ya…? Jawa Tengah sama saja kayak sebelumnya.
      Kecuali beliau bisa mempercepat pembangunan TOL Semarang-Solo-Jogja sepagai bagian MP3EI yg telah dimulai konstruksinya oleh Thiess Contarctors. di Kartosuro-Boyolali sudah mulai di beton. tinggal melanjutkan.

      • Semua bagus bung, tapi kurang tepat bandingkan risma yang udah lama jadi walikota dengan pendatang baru, apalagi ukurannya sebesar propinsi. setidaknya apa yang bung sebutkan soal tol, juga soal sidaknya di jembatan timbang bisa dibandingkan bukan dengan daerah lain, tapi bandingkanlah dengan pejabat lamanya, yang suka gusur bangunan bersejarah, makam bersejarah, rumah tokoh untuk dijadikan mall 🙂

    • apa mungkin seperti ini kah para pendukung sang president ya….. pandai sekali mencaci maki???? kira2 klo sang president terpilih bnyak sekali simpatisan/pendukung yg membabibuta dg cara memaki seperti ini, seperti apa ya jadinya???? mohon siapa yg bisa ingatkan dr pihak sang presiden seperti bung jalo bisa kasih pencerahan biar lebih enak & santun dalam berkata2…..

    • Begini Bung MJ menurut saya. Masyarakat kita kan pada posisi yang boleh dibilang kental dengan kultur patronase atau selalu memerlukan figur. Macam-macam alasan kenapa perlu memfigurkan seseorang atau lembaga. Dan itu lazim tak disadari oleh masyarakat sendiri.
      Jadi, seandainya (ini berandai-andai, nggak apa-apa ya) yang menang Pak Prabowo, saya yakin akan muncul hal yang sama seperti sekarang yang dialami Pak Jokowi. Ya ini dugaan saya.
      Apa artinya, memang perlu waktu bangsa ini untuk bisa makin “tenang” melihat masalah, untuk makin mampu “berjarak” dengan masalah, agar makin bijak dan rasional menilai suatu masalah.

    • kita tunggu aja hasil kerja pak jokowi…. bila ternyata buruk, maka yang pertama fisembelih adalah wedus untuk qurban…. 🙂

  5. Hmmm..

  6. Kok bisa ya…..???

  7. Pergi aja… ndak ada masalah

  8. hehehehe speechless…. sedalam dalamnya bangkai dikubur,akan tercium bangkainya suatu saat nanti…

  9. tidak rasional alasan nya,,,
    bagaimana jabatannya sebagai wakil gubernur yang didorong oleh partai gerindra

  10. Ya begitulah .. dulu di belitung partai golkar .. setelah ada tawaran wabup di dki jakarta pindah gerindra .. setelah gerindra pilpres kalah pindah ke … , coba gerindra menang .. urusan pilkada lewat parlemen masih dibahas dan susah disepakati … ga akan berani keluar sebelum tau hasil pilpres …

  11. udah ketebak..mirip2 lah sama mantan pasangannya…

    rakyat dari kemarin2 udah digiring media..

    konsep Classic hollywood bakal terus diterapin media…
    KMP antagonis, jokowi dkk protagonis…ketebak lah…

    • selama film hollywood masih ditonton orang…konsep klasik holywood akan selalu digunakan untuk program doktrinisasi..mind control.

      • canggih omongannya pak handal…

      • hehe lha yg kayak gini ini yg termasuk jg “dribble” terus dr kemarin…

      • Hehehehehe, 🙂

        • Seperti artikel yg diangkat bung satrio kemaren lusa bung jalo,tentang bala kurawa..sdh semakin jelas tanpa tedeng aling2 lg untuk menghancurkan pendawa,semoga rakyat cepet tanggap agar indonesia tdk semakin hancur dengan tidak puasnya bala kurawa tsb sampai negri Kita ini terpecah,saya pribadi sangat bergantung dgn pemerintahan yg akan datang dan saya jg yakin akan ada perubahan besar dgn negri ini.
          Jangan lelah membimbing kami para sesepuh JKGR..

          Saya bangga akan pepatah pemerintahan yg akan datang:
          1. Tunduk konstitusi.
          2. Tidak menerima sogokan/ suap.
          3. Tidak takut mati demi negara ini.

          #mohon maap rodok mumet nyerna krn banyak penggiringan opini.

      • sebelom ane diketawain. sadar ga sadar om jalo udah nerapin…

        monster jahat KIB II meninggalkan sampah, beban berat, sejuta masalah.
        jokowi sang pangeran sederhana, teraniaya harus menanggung bebannya dan menyelesaikan masalahnya.

        penonton pun bersimpati pada si pangeran sederhana.

        • :Bener sekali bung Fly Freak..setuju sekali dengan anda bung,kirain saya aja yg merasa demikian,hehe..

        • La wong dedengkotnya sini pada banyk no 1 kok…heeee
          Blog militer versi obor

        • karena mercy udah dibatalkan harusnya kita tutup aja topiknya.

          tapi klo mau dibahas ‘membantu’nya, membelikan mobil menteri nilai membantunya amat kecil sekali / dapat diabaikan / negligible sementara resiko cocok-tidak cocoknya dengan gaya presiden baru sangat besar, jadi mending tidak dilakukan.

          nilai membantunya sangat kecil karena crown royal saloon masih sangat memadai untuk digunakan 5 tahun lagi, klopun mobil2 tsb telah sangat rongsok,
          untuk 1-2 bulan pertama menteri jokowi bisa naik taksi silver bird vellfire misalnya.

          gak semua orang seneng tampil high profile, orang dengan usia matang seperti SBY harusnya sudah sangat paham dengan ha ini…

  12. Jaman pak karno ikut pak karno .. jaman pak harto deket banget sama pak dhe harto .. jaman gusdur mesra dengan gusdur .. begitu dekat juga dengan pak sby dan skrg jokowi jk … itu yg harus dilakukan mereka yang tanpa ada kesetiaan .. apalagi nasionalisme .. untuk itu rapatkan barisan

  13. Politik..,cm bs ikut nonton..mau ikut menilai jg bingung sendiri..yg benar yg mana..yg salah yg mana..
    yg ikhlas yg manaa..yg pny kpntingan yg mana..

    • Kita jangan tergila-gila dengan pendapat orang barat, bahwa demokrasi yang paling benar, demokrasi adalah segalanya, ingat pula pendapat Aristoteles bahwa demokrasi itu tidak bagus. Menurut saya yang pas untuk Indonesia ya Pancasila yang digali oleh Bung Karno itu. Yang jelas demokrasi itu tdk selalu pro kemiskinan contoh pilkada langsung jatim 2008 menghabiskan uang rakyat (APBD Jatim) krg lebih 1 T, itu bisa buat 2.000 gedung sd baru. Lihat pula sejarah bangsa-bangsa lain yang maju saat ini seperti Jepang, Korea selatan, RRC, Taiwan, Singapura dan Malaisia dahulu juga diperintah dg tangan besi. Nah barangkali Indonesiapun bisa maju juga bila ditangani dengan tangan besi dengan catatan tidak korupsi.

      • setuju bung Mamik, gak usah jauh2 deh..lihat aja di forum ini, demokratis kan? malah sering kebablasan, seringkali orang merasa benar sendiri..Apalagi di level negara, kebayang lah mumetnya ngurusin negara ini yang bermacam suku, ras, agama…
        Saat ini kita perlu FIGUR pemimpin yang bisa mengarahkan dan mempersatukan semua elemen bangsa untuk menuju tujuan bersama kita… Dengan sistem sekarang, tanpa figur pemersatu, siapapun pemimpinnya gampang digoyang karena setiap golongan leluasa memainkan ‘power’nya masing2 untuk berusaha unggul dari kelompok lain. imso.

        • Berdasarkan catatan sejarah, pemerintahan tangan besi di Jepang saat restorasi meiji, Korsel saat pemerintahan Presiden Park Chung Hee, Taiwan saat Chiang Kai Sek, RRC sampai saat ini, Malaysia saat Mahatir Mohammad, Singapura saat Lee Kuan Yew. Naah… saat sudah maju baru demokrasi pelan-pelan diterapkan. sebagai perbandingan yang sejak awal pakai demokrasi itu India. Bandingkan sendiri keadaannya saat ini. Kalau memang nanti DPR menentukan memilih kepala daerah lewat DPRD kita tidak usah kebakaran jenggot, bisa saja nanti diimbangi dengan pengawasan KPK dan masyarakat yang kuat serta adanya pembatasan transaksi tunai.sehingga kalaupun nanti ada suap maka harus dicicil tiap bulan kayak nyicil mobil.

  14. Jika berada di dalam, anda segera tahu ada banyak hal yg tidak beres. Larilah sebelum terlambat.

    • Hehehehe kemana angin bertiup kemana mendung berarak kapan waktunya hujan dan kapan badai akan bertiup kencang menyertai hujan ; hidup adalah sebuah perjalanan sangkan paraning …….kesetiaan adalah hanya kpd sebuah prinsip hidup bukan kpd sesuatu yg membuta meski dibungkus mulut manis ; sopo sing ngerti ,sakdurunge winarah bakal tumindak

  15. waduh,, mau koment apa ribet ni..

    yang 1 slow, tidak emosional, kayak banteng yang menunduk (padahal banteng itu semakin menunduk, semakin berbahaya jew)
    yang 1 meluap-luap, temprament, emosional kayak macan kelaparan, tidak cocok langsung obrak-abrik

    begitu lah politik tidak ada teman yang abadi yang pasti teman berdasarkan kepentingan,

    golek uwong sing bener2 sareh kuwi pancen angel

    Salam NKRI

  16. Lebih rela maju dengan support positif asing drpd hancur krn bangsa sendiri. Contoh Soekarno memajukan Indonesia dengan menggandeng semua blok, dr rusia bisa dpt alutsista gahar dan dr amrik dpt sokongan dana setelah soekarno memainkan keahliannya dlm diplomasi.

  17. Dgn modal 60% ya mudah2an bs kusai 60% kpl daerah investasi pelpres 2019

  18. Hem kebangetan ya pndukung koalisi merah putih. Udah jelas2 kmp bkin ruu ngawur msh dibela trus. Tolong mas bro buka mata ny lebar2. Jngn krna mengidolakan suatu pihak, akhirny prbuatan yg jelas2 udh mlenceng dri demokrasi msih aja dibela. Kpan majuny Negara Indonesia klo bgni.

    • Kalau RUU pilkada langung dihilangkan maka akan menjadi bancakan para anggota DPRD untuk menjual daganganya 😀

      Demokrasi langsung harus dijalankan, jangan sampai DPRD diberi kesempatan menggelar lapak untuk jualan bisa rusak tatanan demokrasi dinegeri ini

  19. Kalau rumah terbakar segeralah keluar untuk menyelamatkan diri karena kalau tidak keluar bisa ikut terbakar, mungkin itu kali yg menjadi dasar pemikiran wagub dki karena rumahnya sudah ikut menyimpan bensin di dalm rumah jadi kalau terbakar akan sulit untuk dipadamkan, gerindra sudah melenceng dalam menjunjung demokrasi

  20. Tiada kata kesetiaan dalam politik dan kekuasaan..semua berubah menurut pelaku nya…maklum segala sesuatu dihitung dg rugi dan untung…jadi dah zaman nya..ampe kita ke liang lahat…ya begitu…selagi nyawa dan nafsu di badan…kecuali…kesadaran mereka di titik nadir..kembali ke awal..siapa diri mereka di mata tuhan dan rakyat…

  21. Payah!!!!!!!!!!!!!!!
    Emang bener agama ini. Politiknya ngga pake partai. Setiap orang berhak mengemukakan pendapat, dan pendapat terbaiklah yang di ikuti walaupun yang ngomong gembel. Dan yang pertama buat partai itu yahudi dengan 12 sukunya jauh sebelum romawi tau kata democrazy. Kalo ngikutin yahudi mah pasti ancurnya. Tepok kendang ajah biar rame 😈

  22. Undang” MD3 dan Undang” Pilkada tidak langsung dibuat sebelum pilpres untuk memperkuat kekuasaan capres nya jika terpilih(sayang gagal) ,dan juga sebagai plan B jika plan A gagal ,bener” ular nih KMP .

  23. Koalisi Ular anti Demokrasi.. Pilihan yang tepak Hok!

  24. Akulah pendukungmu pal prabowo dalam pilpres kemarin.
    Tapi, tam disangka koalisi merah putihmu sangat haus kekuasaan.
    Gagal berkuasa dipusat, mereka ingin berkuasa didaerah dengan membangkitkan rasa orde baru Dan mengkebiri rakyat berdemokrasi agar setoran kepartai lancar Dan partai tetap bisa hidup…edisi ngantuk.

  25. Sy tdk brmksud utk memihak siapapun. Ttpi melihat dr hasil pemilu di negeri ini sy tahu bahwa pemahaman rakyat akan demokrasi kini smkin matang.

    Dgn pemilihan scr lgsung olh rakyat tlh melahirkan pemimpin2 hebat di negeri ini (ex:ridwan kamil)

    Pemimpin yg memiliki rekam jejak yg buruk maka tdk dipilih lagi (ex: marzuki ali! Siapa sangka marzuki ali sang ketua DPR yg digadang2 bkal mjd capres malah gagal hanya ditingkat pemilu legislatif).

    Kesimpulan: Pilkada melalui DPR adl kemunduran demokrasi dan bkn utk kepentingan rakyat dan bangsa ttpi demi ambisi elit politik tertentu.

    Maaf, hanya pemikiran org awam

  26. sebenernya memang idealnya adalah pemilihan pilkada adalah langsung, namun rupanya saat ini yang lebih berperan dalam pemilihan langsung hakikinya bukan rakyat namun media yang menggiring rakyat.. nah rupanya hal ini yang ingin diantisipasi oleh koalisi merah putih.
    Dahsyat loh kekuatan media itu.. media bisa menggiring siapapun yang akan menjadi presiden hehe… 5 tahun waktu yang cukup bagi media untuk menggirng who the next president

    • gak bener bung, rakyat sudah pintar dan akan semakin pintar, lihat aja dari obor rakyat hingga tv oon + sekian tv milik hari tanoe gagal semua…

      • termasuk TV milik bang brewok ya..

        • itulah bukti media gak ngaruh, padahal tv bang brewok dikepung dan dikeroyok tv lain…

          • Media tetap sangat berpengaruh bung. Karena Google berhasil menjadi media kampanye yg sukses memenangkan presiden kita. ingat pas ada iklannya di JKGR juga.

          • bagaimana anda menjelaskan media bang brewok
            yang dikeroyok tapi berjaya ?

            apakah artinya pemirsa telah pintar memilah mana media kredibel, artinya penentu balik ke rakyat, bukan di media….

          • Saya tidak melihat dikeroyok, menurut saya mereka sama saja kok bung.
            Karena Jokowi pasti akan menang meskipun seluruh TV menyiarkan calon lainnya. Bukan karena TV om Brewok lho bung. Justru si TV terangkat popularitasnya karean figur Jokowi memang lagi bagus2nya.

          • …Jokowi pasti akan menang meskipun seluruh TV menyiarkan calon lainnya…

            lha, berarti betul media gak penting…?

          • Karena masih ada surat kabar dan media elektronik lainnya bung. Seperti saat ini untuk mengetes popularitas ada survei WOM (misal sesering apa kata-kata itu diucapkan di dunia maya). Nah ini tugas Jasmev utk kampanye di Detik, Kompas. ME, Tempo, FB, BB, Tweet, Instagram, dll. sehingga setiap kita ketik Jokowi di mbah Gugel/Yahoo langsung muncul yang positif semua. Selanjutnya ya campaign sendiri diluar melalui jutaan orang.

            Sekali lagi saya angkat topi dg tim kreatif kampanye president kita. Selamat pak presiden. rakyat dibelakangmu.

          • imho, tingkat penetrasi media tertinggi ke dalam setiap rumah warga masih tv…

            ibu2 mengerjakan tugas rumah tangga sering sambil nonton tv, di ruang tunggu apotik, bank, dsb disediakan tv…

      • Obor rakyat ..? saya nggak percaya dengan isinya bung. karena sepertinya memang justru didesain untuk seolah-olah menimbulkan pihak yg di dzolimi. dan ternyata berhasil.

        • ” didesain untuk seolah-olah menimbulkan pihak yg di dzolimi. dan ternyata berhasil”
          @bung tango : kali ini rasanya akal bulus model orba didikan dari cia nya asu, lempar batu sembunyi tangan and than kasak kusuk mencari kambing hitam, padahal dia sendiri, ini akan fasih dilakukan oleh seorang lulusan terbaik westpoint, spesialis teror kota, krn dgn cara ini yg paling dan paling di untung kan jika berhasil ataupun gagal ya sang ketua pembina gerindra

          imho: dari rakyat jelata

    • Medianya KMP ga kalah dahsyat, tuh

    • bung danu terlalu naif klo bilang rakyat udah cerdas….

      hehe tv oon atau media lainnya kan cama cuma baru beberapa bulan sebelum pilpres baru gencar2nya …
      coba kita flashback 5 th kebelakang atau 3th kebelakang, banyak berita di media yang sangat gencar dan terus menerus memberitakan sesuatu … namun kebayakan orang tidak sadar bahwa itu adalah bagian dari strategi

      • bung keep calm,

        coba anda jelaskan kejadian ini,

        ridwan kamil hanya didukung gerindra-pks yang punya 12 kursi di dprd bandung (total 50)

        tapi dia menggondol suara 45% pemilih

        rakyat tahu siapa yang mereka inginkan dan sejauh ini mereka puas

        http://www.pikiran-rakyat.com/node/295772

        memang belum semua daerah mencapai taraf seperti ini, tapi jika kesempatannya ditutup, mereka PASTI tidak akan mencapai taraf tsb…

  27. izin komen ..imho!

    tolong bung diego @ bung gue @ pak ndan satrio@ ,,
    saya hanya kompalin masalah nick yg di pake oleh mbah bowo@ tuk satu mbah bowo@ saja..aku ada beberapa nick yg pake mbah bowo xxx dan mbah2 yg lain ..

    buat aku artis jkgr adalah mbah bowo @ dan neng okelah @ karna neng okelah udah gak absen lagi jadi artis jkgr tinggal mbah bowo@

    mhn bung2 yg nick pake mbah di ganti saja …karna bagi aku inilah uniknya jkgr ,,perbedaan jkgr dari forum lain salah satunya mbah bowo@ , artis fenomenal yg komen2 kadang lucu,bikin gemas , tapi tetap sopan

    hanya sekedar menggingatkan .,,,klu salah dan ngawur atw lancang mf untuk bung2 admin @ jkrg

    salam

  28. ….KEBENARAN ADALAH MILIK YANG MENANG … ( politik )

  29. TOP BGT lah @pak handal..komengny

  30. Dari awal bikin survei abal2 mereka dah tau akan kalah makanya dengan segala caranya meyakinkan koalisinya dengan keunggulan suara mereka buat bikin koalisi permanen ya inilah tujuan sampahnya kepentingan golongan bukan rakyat .

  31. fans KMP ampuuun..dech

    #edisi jitak jidat

  32. Episode panggung mendatang : becik ketitik ala ketoro; sopo sing nandur becik bakal oleh kabecikan; sopo sing ora nandur becik bakal oleh alane wirang

  33. kalau dasar kita pancasila ya memang begitu, baca sila 4 pancasila, hanya presiden yang dipilih langsung

  34. Like…

  35. Salam obor rakyat . Gak ada orang sempurna tapi kita Hanya bisa pilih yg terbaik. Melek melek ayo pada bangun …

  36. begitulah kalo nilai demokrasi dan kejujurannya mulai di cederai.. maka akan timbul gejolak kejolak dikemudian hari.. sebenarnya permasalahan ini berawal dari Pileg – Pilpres dan terus berlanjut dengan perang politik sampai saat ini karena hilangnya jiwa kejujuran, keikhlasan dan ridho akan keadaan yang diterima serta tamak.. mana yang benar akan permassalahan ini?? Hanya Allah lah yang Maha Tahu karena hati kita sendiri juga masih sangat kotor yang terbalut oleh hawa nafsu yang akhirnya mudah terkotak kotak oleh keadaan dalam hal seperti ini.. takutalah pada Allah… takutlah pada Tuhanmu.. kembalilah ke jalanNya.. amalkanlah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam bernegara ini

    mohon pada bung @Satrio dan bung @Preman untuk pencerahannya..

  37. Semua politisi PDIP kerjaannya cuma PENCITRAAN doang di depan TV hahahaha

  38. Politik ,,,, cape deh ,,,cuma nyari kebenaran nya sendiri , golongan , dan partai ,gontok2 an troes,,,

  39. emang gue pikirin ?

  40. Amiiin

  41. like bung falm..

  42. buset dari tadi gak kelar kelar ini debatnya … hadeh -,-

  43. Nonton metro tv sekarang, seruuu…

  44. Masalahnya dulu, JKW dan Partainya dulu paling memasang badan didepan barisan menolak rencana pemerintah menaikkan BBM bersubsidi. Tapi dolo sewaktu di Oposisi,…

  45. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”

  46. yang jelas ada “rating tv” bung he he 🙂

  47. bagi yang sara dan kebetulan muslim silakan baca :

    Raden Patah
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
    Raden Patah
    Lahir Bendera Indonesia Jepara (Majapahit)
    Meninggal Bendera Indonesia Demak (Demak Bintoro)
    Tempat tinggal Demak, Jawa Tengah
    Nama lain Jin Bun
    Pate Rodim
    Tan Eng Hwa
    Aryo Timur
    Pekerjaan Khalifah (Kerajaan Demak)
    Dikenal karena Raja Kerajaan Demak
    Gelar Panembahan Jimbun
    Agama Islam Sunni
    Anak Pati Unus
    Adipati Raden Patah alias ??? Jin Bun bergelar Senapati Jimbun[1] atau Panembahan Jimbun[2](lahir: Palembang, 1455; wafat: Demak, 1518) adalah pendiri dan raja Demak pertama dan memerintah tahun 1500-1518. Menurut kronik Cina dari Kuil Sam Po Kong Semarang, ia memiliki nama Tionghoa yaitu Jin Bun tanpa nama marga di depannya, karena hanya ibunya yang berdarah Cina. Jin Bun artinya orang kuat.[3] Nama tersebut identik dengan nama Arabnya “Fatah (Patah)” yang berarti kemenangan. Pada masa pemerintahannya Masjid Demak didirikan, dan kemudian ia dimakamkan di sana.

    Mengikuti pakar Belanda Pigeaud dan De Graaf, sejarahwan Australia M. C. Ricklefs menulis bahwa pendiri Demak adalah seorang Tionghoa Muslim bernama Cek Ko-po (Pate Rodin senior). Ricklefs memperkirakan bahwa anaknya adalah orang yang oleh Tomé Pires dalam Suma Oriental-nya dijuluki “Pate Rodim (Adipati/Patih Rodim)”, mungkin maksudnya “Badruddin” atau “Kamaruddin” (meninggal sekitar tahun 1504). Putera atau adik Rodim dikenal dengan nama Trenggana (bertahta 1505-1518 dan 1521-1546), pembangun keunggulan Demak atas Jawa.

    Kenyataan tokoh Raden Patah berbenturan dengan tokoh Trenggana, raja Demak ketiga, yang memerintah tahun 1505-1518, kemudian tahun 1521-1546.

    Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah adalah putra Brawijaya raja terakhir Majapahit (versi babad) dari seorang selir Cina. Selir Cina ini puteri dari Kyai Batong (alias Tan Go Hwat). Karena Ratu Dwarawati sang permaisuri yang berasal dari Campa merasa cemburu, Brawijaya terpaksa memberikan selir Cina kepada putra sulungnya, yaitu Arya Damar bupati Palembang. Setelah melahirkan Raden Patah, putri Cina dinikahi Arya Damar (alias Swan Liong), melahirkan Raden Kusen (alias Kin San).

    Menurut Purwaka Caruban Nagari, nama asli selir Cina adalah Siu Ban Ci, putri Tan Go Hwat dan Siu Te Yo dari Gresik. Tan Go Hwat merupakan seorang saudagar dan juga ulama bergelar Syaikh Bantong (alias Kyai Batong).

    Menurut Suma Oriental karya Tome Pires, pendiri Demak bernama Pate Rodin, cucu seorang masyarakat kelas rendah di Gresik.

    Menurut kronik Cina dari kuil Sam Po Kong, nama panggilan waktu Raden Patah masih muda adalah Jin Bun, putra Kung-ta-bu-mi (alias Bhre Kertabhumi alias Brawijaya V) raja Majapahit (versi Pararaton) dari selir Cina. Kemudian selir Cina diberikan kepada seorang berdarah setengah Cina bernama Swan Liong di Palembang. Swan Liong merupakan putra Yang-wi-si-sa (alias Hyang Purwawisesa atau Brawijaya III) dari seorang selir Cina. Dari perkawinan kedua itu lahir Kin San (alias Raden Kusen). Kronik Cina ini memberitakan tahun kelahiran Jin Bun adalah 1455. Mungkin Raden Patah lahir saat Bhre Kertabhumi belum menjadi raja (memerintah tahun 1474-1478). Menurut Slamet Muljana (2005), Babad Tanah Jawi teledor dalam mengidentifikasi Brawijaya sebagai ayah Raden Patah sekaligus ayah Arya Damar, yang lebih tepat isi naskah kronik Cina Sam Po Kong terkesan lebih masuk akal bahwa ayah Swan Liong (alias Arya Damar) adalah Yang-wi-si-sa alias Brawijaya III, berbeda dengan ayah Jin Bun (alias Raden Patah) yaitu Kung-ta-bu-mi alias Brawijaya V.[3]

    Menurut Sejarah Banten, Pendiri Demak bernama Cu Cu (Gan Eng Wan?), putra (atau bawahan) mantan perdana menteri Cina (Haji Gan Eng Cu?) yang pindah ke Jawa Timur. Cu Cu mengabdi ke Majapahit dan berjasa menumpas pemberontakan Arya Dilah bupati Palembang. Berita ini cukup aneh karena dalam Babad Tanah Jawi, Arya Dilah adalah nama lain Arya Damar, ayah angkat Raden Patah sendiri. Selanjutnya, atas jasa-jasanya, Cu Cu menjadi menantu raja Majapahit dan dijadikan bupati Demak bergelar Arya Sumangsang (Aria Suganda?).

    Meskipun terdapat berbagai versi, namun diceritakan bahwa pendiri Demak memiliki hubungan dengan Majapahit, Cina, Gresik, dan Palembang.

  48. politik oh politik janganlah engkau pecah belah bangsa ini.

  49. bung2 semua melihat politik yg wajar2 saja, jgn berlebihan membela 1 pihak karena kita sama2 gak tahu pribadi,tujuan,niat dlm hati mereka. Mari berdo’a saja semoga yg menjabat di negri ini orang2 yg amanah yg gak amanah agar segera dikasih hidayah. Buka selalu hati sehingga bisa menilai sesuatu dgn jerih, kalo terlalu fanatik hati jadi tertutup.

  50. emosional,arogan,gak bisa jaga omongan,songong,,,belom pernah ditampol nh orang

  51. mantap bung wedus…namanya saja negara ini indonesia…indo…bnyak ragam…berbeda2 tapi tetap satu…yg komentar sara pada lupa asas negara kita Bhineka Tunggal Ika….
    Yg komen sara kebanyakan nonton bokep tuh,

  52. Biasanya orang kalo dah hilang akal sehat dan gak bisa berdebat dengan rasional mulailah keluar kata2 SARA yg menunjukkan keputusasaannya

  53. Metamorfosa Pilkada Langsung Jadi Industri Politik

    INILAH.COM, Jakarta – Ide Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD menimbulkan polemik. Bagi penolak ide ini, salah satu yang dimunculkan, pilkada lewat DPRD tak lebih sebagai perebutan daulat rakyat oleh elit partai. Ada sisi yang tak terungkap di publik, apalagi kalau bukan soal “industri pilkada”.

    “Industri Pilkada”. Begitulah kenyataan di lapangan. Pilkada secara langsung menjadi hajatan yang tak lepas dari perputaran rupiah berjumlah besar. Banyak insan yang bergantung hidup dari hajatan Pilkada itu. Maka tak berlebihan bila hajatan demokrasi itu, dalam titik tertentu telah berubah menjadi “industri”. Layaknya industri pada umumnya, menjadi pusat dan sumber distribusi pundi-pundi.

    Anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Geridnra) Martin Hutabarat menyinggung soal gagasan yang bergulir dari mayoritas fraksi di parlemen tentang mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurut dia, jika Pilkada berlangsung melalui DPRD, dampaknya, lembaga survei akan merugi.

    “Banyak lembaga survei yang kehilangan mata pencaharian dengan pilkada tidak langsung,” kata Martin dalam diskusi di DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (10/9/2014).

    Pernyataan Martin cukup kontekstual. Pilkada langsung telah menyuburkan tumbuhnya lembaga survei di berbagai daerah. Lembaga survei baik yang memiliki reputasi teruji maupun yang muncul hanya saat Pilkada diyakini menangguk rupiah yang tidak receh.

    Belum lagi, lembaga survei kerap bermain ganda. Menjadi periset elektabilitas kandidat namun tak malu-malu juga menjadi konsultan politik salah satu kandidat. Dapat ditebak, rupiah makin bergelimang dikumpulkan oleh pemain lembaga survei dan konsultan sekaligus itu.

    Salah satu bos lembaga survei yang kerap melakukan aktivitas riset politik saat Pilkada mengungkapkan kepada INILAH.COM tentang usulan pilkada melalui DPRD. “Bukan apa-apa bos, lembaga survei kayak kami ini yang akan kena dampaknya langsung kalau Pilkada lewat DPRD,” ujar bos salah satu lembaga survei yang enggan disebutkan namanya itu.

    Pemilihan secara langsung tak bisa dibantah juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Tengok saja belanja iklan selama Pemilu Legislatif 2014 lalu. Seperti rilis survei yang dilakukan Sigi Kaca Pariwara pada 16 Maret-5 April 2014 lalu jumlah belanja iklan politik cukup fantastis. Disebutkan Partai Hanura menduduki rangking teratas dengan membelanjakan iklan politiknya dalam kurun tiga minggu itu sebesar Rp70,5 miliar.

    Berturut-turut disusul Partai Demokrat Rp56,8 miliar, PAN Rp43,8 miliar, Golkar Rp39,88 miliar, PDIP Rp33,58 miliar, Partai Nasdem Rp33,28 miliar, Gerindra Rp26,49 miliar, PKB Rp20,68 miliar, PPP Rp 9,69 miliar, PKS Rp 4,93 miliar, PKPI Rp3,17 miliar dan PBB Rp400 juta

    Bagaimana dengan Pilkada? Rasanya, tidak jauh berbeda dengan kondisi saat Pemilu 2014 lalu. Publik dengan mudah dapat menyaksikan iklan komersil dari kandidat kepala daerah baik calon bupati/walikota maupun gubernur di televisi nasional dan media massa lokal. Bisa dihitung berapa rupiah yang dirogoh kandidat agar dapat tampil bak selebriti melalui iklan tersebut?

    Perputaran uang tak berhenti di situ. Proses sengketa perselisihan pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi juga mengondisikan biaya yang tidak murah. Menghadirkan alat bukti dan saksi bukanlah perkara mudah. Butuh rupiah yang tidak murah. Belum lagi, biaya mafia peradilan yang terbukti ada sebagaimana kasus yang melilit bekas Ketua MK Akil Mochtar.

    “Industri Pilkada” ini rupanya menjadi bab yang terlewatkan dalam polemik yang muncul hampir dua pekan terakhir ini terkait RUU Pilkada. Selain argumentasi konstitusional, demokrasi dan kedaulatan rakyat, soal perputaran fulus di proses Pilkada tak muncul di ruang publik. Padahal, semua mafhum, Pilkada langsung telah berubah ujud menjadi “industri politik”. Karena Pilkada pula, politik “wani piro” juga populer di masyarakat kebanyakan.

    • hehehe, wacana kok hanya seputar lembaga survey yang segelintir dan iklan politik, cetek amat….

      partisipasi dan kehendak rakyat hanya dianggap angin lalu atau bahkan kentut ?

      apakah ada jaminan jika pilkada oleh dprd, dana iklan politik tidak berganti format menjadi dana lobbying ?

      • klo pilkada langsung apakah ada jaminan klo yg terpilih pasti orang berkualitas?
        memang ada beberapa yang memang benar2 memilikii kualitas yang sangat baik namun bagaimana selebihnya yg hingga 300 lebih.. tersangkut kasus korupsi?

        • seperti saya bilang di atas, pertanyaan mendasarnya,

          kenapa hak rakyat untuk berpatisipasi dalam menentukan pemimpin bagi dirinya harus dipasung ?

          proses langsung / tidak langsung hanyalah konsekuensi dari pertanyaan tsb…

  54. Super Sekali..

  55. kita lihat aja nanti

  56. ehh ada malon lagi…

  57. bung pecutut, gak ada kata ‘hanya’ atau ‘presiden’ atau ‘dipilih’ atau ‘langsung’ tuh…

  58. bung @pecutut yang anda maksud pancasila yang mana?

  59. namaku di pake, mana konotasinya jelek lagi.

  60. perkenalkan, newbie dan SR sejak lama, dan beberapa kali koment tapi tidak muncul. salam kenal buat para sepuhJKGR. semoga ada oleh2 buat kami2 yang tidak bisa ke TKP tanggal 5-7 Oktober nanti. ditunggu sangat.

  61. gitu aja kok di bikin repot dan panas… beda pendapat wajar tapi jangan saling memaki. seperti di taman kanak kanak aja para politikus kita ini.. ciptakan ungkapan adem dan santun dong sebagai tanda kalian dah dewasa. Ingat mikul dhuwur mendem jero dan tepo seliro….. ato mau gua traktir es oyen semua biar tambah adem ayem negeri kita ini.
    peacefull

  62. yg belum pernah kumpul ama kaum minoritas dicoba dulu baru komen.

  63. walikota singkawang menyusul mundur dari PAN, sepertinya bukan yang terakhir…

    hubungan walkot bogor dengan partainya PAN mulai memanas

    ridwan kamil menghadiri rapat koordinasi luarbiasa asosiasi walikota dan gubernur di jakarta tanpa ijin gerindra

    hmmmm

  64. OBung danu, karena saya seorang muslim (maaf bukan sara) maka saya tertarik dengan berita yang menyatakan PB NU, PP MUHAMADIYAH dan MUI yang dengan kompak mengamini pemilihan tidak langsung melalui mekanisme DPRD.

    • hehehe coba saja lawan kekuatan ulama…ular2 mulai bertingkah dan sudah tercium baunya..salam bung rafly

      • Tugas ulama adalah meluruskan umat apabila sudah mulai melenceng…. salam hangat bung preman saya salah satu fans anda untuk urusan hadist 🙂

        • bung rafly@betul bung ulama urusan akhlak bukan mengurusi politik!kita negara demokrasi bukan kekhalifaan.jika akhlak pemimpin” kita udah benar/lurus terserah pilkada langsung maupun tidak langsung tentu hasil terbaik tetap akan dicapai,namun bilamana dalam kondisi real sekarang saya rasa suara rakyat lebih baik daripada suara dari anggota DPR/DPRD.mohon maaf hanya pendapat orang awam!

        • jujur bung didaerah saya kemarin waktu pileg hampir semua melakukan politik uang,tapi kenyataannya mereka tetap terpilih dan duduk di majelis terhormat.sempat saya tanyakan kewarga dsana mereka jawab:yang uangnya paling banyak itulah yang saya pilih.gak tau juga di daerahnya bung rafly.saya bukannya menentang bung pilkada lewat pilihan anggota DPR/DPRD,tapi untuk sekarang saya rasa belum saatnya.kalaupun di kemudian hari pileg dilaksanakan bersih tanpa politik uang,secara pribadi saya setuju bila pilkada secara langsung dihapuskan.”segala sesuatu bila diawali dengan niatan baik dan cara cara yang baikpasti baik pula hasil yang didapatkannya”

        • Bung syaiful, “Lebih mudahmengawasi 30 orang di DPRD kota dan kabupaten dari pada mengawasi ratusan juta orang yg mendapat suap 20 – 100 ribu di pilkada” itu statemen pak Yusril Izha Mahendra ahli hukum tata negara.

        • dan tugas umat adalah batuk atw bedehem klu ulamanya ..berada dijalan ——
          salam bung rafly@

        • yusril ngawur,

          korupsi di DPR baru bisa terungkap karena KPK menggunakan alat sadap canggih, harus begitu untuk melacak deal2 di balik pintu tertutup.
          anas baru terlacak karena nazaruddin nyanyi…

          money politics lebih mudah terungkap karena banyak saksi mata (=rakyat sendiri) dimana2, dan pembagian paket sembako dll dilakukan di ruang publik…

        • Bung danu, adakah kasus suap tentang politik uang yg jumlahnya 20 – 100 rb terungkap dan disidangkan??? Setau saya KPK, kejaksaan atau POLRI menangkap dan memproses kasus suap di legislatif karena memiliki 2 alat bukti yg jelas.

        • Wah contoh nya PDIP lagi… gak bener tuh caleg PDIP, tapi masih di tahap pendalaman ya bung danu??

        • hehehe bung Rafly anda kan udah tahu saya bukan fan PDIP tapi JK ? 😀

    • Setuju…..Gubernur,Bupati,walikota pemilihan tidak langsung melalui mekanisme DPRD.

    • Analisa saya bentar lagi malah Bu Risma yang mundur dari Partai dan tidak mau dicalonkan lagi,,, Beliau sempat menghadap ke Ketum dan menyampaikan bahwa bu risma tidak menginginkan jabatan menteri,, dan Ibu ketum berkata “Oh saya kira mbak risma kepingin” dan dijawab dengan santun tidak bu terimakasih.
      Dan sekarang banyak yang memperebutkan bila bu Risma sampai keluar dari partai

      Membayangkan untuk Jadi walikota untuk periode kedua saja bu Risma tidak berani,,bahkan beliau sekarang mengurus kepindahan PNS nya dari PNS pemkot ke PNS ITS ,,agar bisa mengajar (jadi dosen) kembali,,

      Gejala ini saya lihat Para Profesional yang JUJUR malah kapok masuk dunia Politik dengan banyaknya Tekanan,, Masih Ingat Bu risma menangis diacara mata Najwa karena berniat mengundurkan diri karena tidak kuat dengan tekanan untuk menerima wakil walikotanya,,

      Politik memang Kejam,, Tetapi Rakyat harus pandai dalam berdemokrasi dan belajar terus sehingga bisa membuat pilihan yang cerdas untuk yang terbaik bagi Negerinya

      Imho

      • Dua hari yg lalu sy melihat di tv bung satrio, ketika bu Risma diberondong pertanyaan oleh wartawan dan mengkonfirmasi masalah jabatan menteri yg ditawarkan pada dia. Bu Risma tetap komit terhadap warga kota Surabaya sesuai dgn sumpah jabatannya selama 5 tahun walaupun ditawarkan posisi mentri, mengenai pemilihan pilkada tdk langsung beliau menjawab secara pribadi dia setuju dgn mekanisme DPRD, dan saya rasa beruntuung lah PDIP karena mempunyai aset kader yg amanah seperti ibu Risma.

        Setuju dengan pernyataan bung satrio rakyat harus cerdas dalam berdemokrasi, bila dirasa lebih banyak ekses negatif dari pada positif lebih baik dipertimbangkan.

      • Bung Rafly
        Ibu Risma itu orang kuat yang mempunyai kekuatan dari Integritas beliau yang dibangun dari mulai Nol di PNS Pemkot,jadi bukan pemimpin karbitan.. mekanisme pencalonan walikota memang harus diusung partai maka beliau diusung oleh PDIP yang menyandingkan dengan pak Bambang DH (satu paket),
        Jadi beliau bukan kader dari bawah partai seperti pak bambang,armuji dll Cmimw
        Saya tahu perjuangan para kader PDIP disurabaya yg berjuang mulai kasus kudatuli berangkat ke Jakarta, dll,
        Masih ada rekan seangkatan pak Bambang DH di yang masih Jualan es degan tetapi tetap bersyukur masih bisa mengabdi.,
        Imho

        • Sudah terbaca bung satrio beliau seseorang yg mempunyai karakter dan prinsip sebagai leader, itu terlihat ketika kepemimpinannya di intervensi.

          Makanya saya berharap apa bila besok pak Jokowi menyusun kabinet bisa lebih memberikan porsi lebih pada kapabilitas dan kredibilatas bung satrio. Imho

        • Jare lek asli suroboyo mesti faham gmn cara kerjane bu risma sebelum jd walikota sampai jd walikota ya bung satrio??? pd masa jd kadis pertamanan&perkotaan, bnyak taman2 yg dibikin&diperbaiki. berapa bnyak spbu yg ada diarea hijau dijadikan taman kembali oleh bu risma. Semoga klo memang kembali jd dosen di almamater y, dapat memberikan pengalaman&mencerdaskan para generasi muda y.
          G akeh ongomone tp nyoto kerjone, g kakeen ngumbar ng media tp nepati janjine.
          Tiap pagi berangkat kerja pasti ada minimal 4 kantong beras dimobil y bu risma….

      • Izin menyukai tulisan bung nyai, semua amunisi saya sudah diborong sama bung… hehehe

        Salam kenal dan hangat bung nyai.

      • bung NYai
        Mantap kang wejangannya
        Makna Berwudlu dimulai dari bagian tubuh atas untuk menghilangkan hadast baru bertahap kebagian tubuh yang paling bawah
        Kadang orang berpikiran Syariat saja menjaga agar wudlu tidak batal karena ajaran syariat tetapi jarang yang menerapkan hakekat bahwa setelah kepala dibasuh oleh air wudlu sudah tidak boleh memikirkan aneh 2 selain tujuan akan beribadah kepada Allah,.Dll, sehingga banyak yang terjebak syariat tetapi tidak belajar hakekat,
        makanya sholatnya tidak khusus karena kadang otak masih memikirkan cicilan motor setelah berwudlu,

        Mengenai Pilkada
        Pilkada secara langsung memang sekarang rakyat mulai belajar keburukannya bahwa kebanyakan yang bisa menjadi angota DPRD adalah orang yang berduit atau kader partai .dan memang menghambur hamburkan dana, bila sekarang cukup belajarnya yaa mulai harus menghemat anggaran,.dan mulai ditata,
        Sedang kan peran media sangat menggiring opini menentukan pilihan rakyat, yang hitam jadi putih ,yang putih jadu abu abu dlsb

        Pilkada tidak langsung juga ada kelemahannya ,Saat eforia pasca reformasi.. Banyak Kader partai yang dicomot asal asalan untuk memenuhi kuota kursinya yang ternyata menang besar,, saat itu bahkan Tukang cukur dan Tukang Plitur bisa menjadi kepala daerah dan ketua DPRD,, dan akhirnya tersungkur dengan berbagai kasus,, memang pelajaran itu mahal harganya,

        Pilkada langsung maupun tidak langsung ada kekurangan dan kelebihannya
        Kalau kondisi sekarang Pilkada tidak langsung memang agak ngeri memikirkan Output yang didapat,, di tengah politik uang masihberlangsung disetiap pileg,

        Makanya saya konsentrasinya mencerdaskan rakyat agar lebih cerdas meninggalkan politik uang,,harusnya tahu pelajaran yg dulu itu mahal harganya dibanding hanya menerima uang 50an ribu untuk mencoblos,

        Rakyat yang cerdas akhirnya memilih dengan otak bukan dengan hati,,sehingga menghasilkan output anggota dewan yang kredibel,, disaat itu Pilkda tidak langsung dilakukan akan mendapatkan pemimpin daerah yang mumpuni

        Rakyat harus terus belajar,, bahwa harga yang dibayar untuk kesalahan demokrasi itu MAHAL karena ujung ujungnya yang merasakan adalah rakyat sendiri,
        Imho

      • Saya sangat setuju dengan bung nyai… terutama point 4. yg sangat mengenaskan… orang” yang ahli di bidangnya akhirnya harus menyingkir karena kalah dukungan politik dan sebagainya…. padahal merekalah yang terbaik n tepat di jabatannya… alias the right man in the right place… klo istilah bulenya.

      • setuju juga sama bung satrio .. jadi diambil mana yang lebih sedikit mudharatnya aja ya..

      • bung Satrio,

        1 suara surya paloh tidak ada artinya dibandingkan suara 80% rakyat…

      • orang sering latah / sembarangan menggunakan kata liberal, apa definisinya, apa sebagian besar rakyat berasal dari kasta rendahan sehingga tidak layak bersuara / berkehendak, kemana negara ini aka dibawa hanya merupakan urusan sekelompok orang dari kasta tertinggi ?

        ar Ra’d:11
        “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka”

        tidak ada perkecualian terhadap anggota kaum tersebut / semua sederajat dan harus bahu-membahu, apa ayat ini mau dicap liberal juga ?

      • point 3 justru terbalik, ridwan kamil calon independen (kemudian dilamar gerindra) yang lebih dahulu sangat populer di masyarakat sebagai penggiat komunitas, dia juga didukung luas oleh jaringan relawan anak muda…

        point 4, fauzi bowo seorang dr ing (arsitek/sipil ?) tapi mrt terus mangkrak hingga 5 tahun masa jabatan habis,
        datang ir kehutanan, 2 tahun jalan tuh mrt, belum revitalisasi waduk dan kampung deret (yang keduanya lebih merupakan domain keilmuan foke)

      • liberal juga kata impor, definisi menurut pemilik asli,

        http://dictionary.reference.com/browse/liberal

        yang ekstrim misal no 4,

        favorable to or in accord with concepts of maximum individual freedom possible, especially as guaranteed by law and secured by governmental protection of civil liberties.

        kebebasan individu semaksimal mungkin, di negara barat silakan menulis buku yang menghujat agama (satanic verses / salman rushdie) atau kartun yang menghujat rasul (koran Jyllands-Posten, denmark) atau kumpul kebo (gak bakalan digrebek satpam)…

        lha kita hanya bicara setiap rakyat memilih sendiri pemimpinnya, udah dicap liberal ? ckckckckckck…

    • kalau MUI / NU / Muhammadiyah tidak menampilkan rujukan ayat, saya tampilkan ayat favorit saya untuk konteks kenegaraan, ar Ra’d ayat 11;

      “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka”

      jadi suatu kaum yang ingin mengubah nasib (= mencari pemimpin yang lebih amanah), maka mereka harus aktif terlibat dalam upaya/gerakan mengubah nasib tsb, tidak mewakilkan pencarian pemimpin yang amanah tsb kepada perantara / calo / makelar…

      saya bahkan mengartikan ayat ini ‘merestui’ rakyat jika ingin menggulingkan pemimpin yang dholim / people power…

      monggo saya tunggu ayat dengan pengertian sebaliknya…

      • Bung danu senang bisa tukar pikiran lagi dengan anda, sebenarnya saya pribadi merasa masih jauh dari baik dalam mengimpletasikan ajaran agama islam dalam kehidupan keseharian tapi saya coba sedikit memberikan alasan kenapa ulama harus di dengar pandangannya.

        “Hai orang2 beriman, taatilah Allah & taatilah rasulnya dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan ia kepada Allah dan Rasulnya, jika kamu benar2 beriman kepada Allah dan hari kemudian yg demikian itu lebih utama & lebih baik akibatnya. (an Nisa ayat 59)

        Atau yg ini “Dan apabila mereka ditimpa suatu hal, keamanan atau ketakutan, mereka siarkan (kepada musuh) dan kalau mereka serahkan hal itu kepada rasul atau kepada ulil amri, niscaya orang2 yg meneliti diantara mereka mengetahui hal itu. (an Nisa ayat 83)

        Ulil amri ditafsirkan sebagai para ulama, jadi menurut kedua ayat diatas membuktikan adanya keharusan kaum muslimin untuk memiliki sekelompok orang yg dijadikan rujukan bagi persoalan2 yg dihadapi… imho
        Mengenai dalil bung danu sebenarnya bisa juga digunakan sebagai dalil rujukan pihak yg kontra dgn pemilihan langsung, karena jelas dikatakan “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu yg merubahnya” berkaca pada sering terjadi konflik horizontal pada setiap pemilu kada, ditambah maraknya politik uang yang ujung2 nya politik balas budi mengutamakan pembangunan didaerah mayoritas suara diberikan kepada sang calon.

        Pro kontra biasa dalam iklim demokrasi, apabila nanti tanggal 25 okt disahkan UU tsb ternyata disahkan dan bung danu kecewa, dipersilakan menempuh jalur yg disediakan selama masih di jalur konstitusi.

      • bung Rafly,

        sama, senang kita punya bahan diskusi lagi.

        definisi umlil amri sendiri belum fiixed di kalangan ulama,

        …Sejumlah kitab tafsir, khususnya kitab tafsir klasik semisal Tafsir at-Thabari dan Ruh al-Maani, hanya menyebutkan contoh ulil amri itu pada jabatan atau profesi yang dipandang krusial pada masanya. Sedangkan Tafsir al-Maraghi, yang merupakan kitab tafsir yang ditulis pada abad 20 ini, menyebutkan contoh-contoh ulil amri itu tidak hanya berkisar pada ahlul halli wal aqdi, ulama, pemimpin perang saja; tetapi juga memasukkan profesi wartawan, buruh, pedagang, petani ke dalam contoh ulil amri…

        lengkapnya,

        http://media.isnet.org/isnet/Nadirsyah/ulilamri.html

        mengenai ‘konflik horizontal pada setiap pemilu kada’
        klo solusinya pilkada langsung ditiadakan menurut saya ngawur.

        tawuran pelajar sudah banyak meminta korban tewas,
        apa solusinya pelajar dihilangkan (=sekolah ditutup) ?

        saya baru kehilangan saudara sepupu dan teman lama, satu stroke satunya kanker paru, keduanya perokok berat, rokok tidak dihilangkan tuh, cuma dibubuhi segala jenis peringatan, yang dicuekin perokok…

      • Kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan hanya milik manusia bung danu…

        Memang Ulil amri masih bisa diperdebatkan, tetapi saya pribadi sebagai seorang muslim yang masih kurang akan pemahaman tentang agama, jelas akan mencari pencerahan kepada ulama yg saya anggap memiliki kompetensi untuk urusan agama. Tidak mungkin kalau saya ingin mengisi perut tetapi saya membeli obeng atau baju untuk menghilangkan rasa lapar saya.

        Wacana ini sebenarnya bukan baru kemarin muncul, jauh2 hari sekitar 2 tahun kebelakang pun sudah ada wacana untuk kembali ke sistem pemilu tak langsung, yg menyetujuinya juga lumayan banyak dari kalangan elit termaksud beberapa yg tergabung dalam koalisi PDIP. Cuma masalahnya wacana ini kan sekarang tidak menguntungkan untuk mereka makanya buru2 mereka putar haluan, mungkin result nya kita sebagai rakyat harus pintar melihat jangan sampai kita menjadi tumbal dari keinginan mereka.

        Kalau masalah tawuran dan rokok ya sangat jauh konteks nya bung, tidak bisa disamakan dengan masalah ini walaupun kesemuanya sama2 merugikan.

      • setuju bung, “kita sebagai rakyat harus pintar melihat jangan sampai kita menjadi tumbal dari keinginan mereka”.

        kok tawuran dinilai sangat jauh konteksnya, bukannya ‘konflik horizontal’ dipermasalahkan karena tawuran juga?

        benang merahnya, sesuatu yang baik (pelajar/sekolah) sangat tidak tepat dihilangkan hanya karena ada ekses negatif (tawuran)…

        apakah motor juga akan dihapuskan hanya karena 3 orang tewas di makassar karena dipanah geng motor?

        solusi model begini balik lagi ke bakar rumah untuk membasmi tikus dong (yang jadi bahan ledekan klasik)…

      • Wah bung danu saya jadi harus buka buku tentang Sosiologi lagi nih…

        Jelas berbeda konteksnya, tawuran masuk kedalam konflik sosial yg merupakan konflik yg terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial (jatidiri, wilayah, dll) dari pihak yg terlibat dalam konflik. Dan sifatnya konflik tertutup yang hanya diketahui oleh orang – orang atau lelompok kecil yang terlibat konflik.

        Sedangkan konflik ekses pilkada masuk ke dalam konflik politik yg merupakan konflik yg terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yg berkaitan dgn kekuasaan. Dan sifatnya merupakan konflik terbuka yg diketahui oleh semua pihak dan berdampak sangat luas.

        Tentunya penanganan kedua konflik tersebut berbeda – beda bung tidak bisa disamakan.

        Imho

    • Hanya oknum bung bukan representasi suara ulama NU…

    • kita bahas sedikit fatwa/dagelan bendera di atas,

      …Ketiga, menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan…

      Adz-Dzaariyaat (51 ayat 56) :
      dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku…

      bisa kacau jika tidak mampu membedakan ‘beribadah kepada’ dan ‘menghormati’, nanti semua gak dihormati, guru, polantas, ditjen pajak, ATC, imigrasi, – ancur minah…

      balik lagi ke petuah mbah Satrio, semua harus dikunyah dulu baru aman ditelan…

    • Kan berbeda bung ada norma – norma selain agama, seperti sosial, kesusilaan dll. Mungkin yg dimaksud adalah norma agama…

      Kalau bung danu katakan, nanti kalau dibilang stop perang dan beli senjata, ya tidak mungkin lah karena membela diri wajib hukumnya apabila diserang / dizholimi.

      “Hai orang – orang yang beriman, bersiap siagalah kalian dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok atau majulah bersama – sama. (an Nisa ayat 71)

      Jelas dalam ayat diatas kita diperkenan kan untuk selalu siap dalam berperang termaksud mempersenjatai negara dan diri kita.

  65. Ya…..Alloh berikanlah kami pemimpin yg takut kepada Mu hingga dia melindungi kami,yg cinta kepada Mu hingga dia menyayangi kami,yg hormat kepada Mu hingga dia santun terhadap kami.Kami rindu pemimpin yg memajukan,mensejahtrakan kami,Tapi kami lebih rindu Pemimpin yg bisa menjadi Imam buat kami,Memabawa kebaikan dunia dan akherat kami. Aamiin…Ya Alloh

  66. mau pilkada langsung atau tidak langsung, tetap aja hasilnya jauh dari harapan, sebagian besar pasti tersandera oleh kepentingan cukong,partai,lsm dan para pendukungnya,

    jarak mulut sampai perut tidak lebih dari panjang kaki, tapi untuk memenuhi nya sampai dunia lenyap isinya takkan pernah bisa mencukupi nya #colek bung preman

  67. betul bung satrio..mudah2an para warjag lebih dewasa dlm berpolitik dan mengartikan demokrasi itu sendiri..Demokrasi Indonesia adalah demokrasi yg masih menjunjung tinggi norma2 agama..oh ya bung satrio kemarin Panglima TNI Moeldoko bertemu dengan ketua PBNU kira2 apa yg dibicarakan ya..???.ya sudahlah biar urusan mereka
    ..sy cuma penjaga toko bukan kelasnya…hehehe..salam bung satrio

  68. pak ndan satrio@ bung NKRI@,

    ada gempa kemaren dipadang..tepatnya di padang panjang ..banyak juga rumah yg hancur dan roboh !!

    • hallo Bung,terus kenapa Bung? Jakarta aman nih dan adem saja tidak ada berita gempa…hehehe 😀 lagipula,memang gempa nya terasa sampai pekanbaru ya?? salam hangat untuk keluarga di sana ya bung 😀 :mrgreen:

      • iya..
        kemaren kan bung nkri tanya gimana padang sekarang..ya musim hujan dan gempa..

        aku pikir bung org padang..wahhh kecele aku

        salam yg sama bung,,moga2 disana aman2 saja dan tetap jaya 😀

  69. Ayoo bung waduh ketemuan di Mall pekanbaru,,
    kan dekat dengat posisi anda ,,,
    hehehehehe

  70. “Pilkada via DPRD Adalah Kemunduran” Sudut Pandang Sempit

    Saya terhenyak mendengar pernyataan bahwa jika pemilihan kepala daerah dikembalikan ke sistem lama, yaitu di pilih oleh DPRD, maka kita mengalami set-back atau kemunduran dalam berdemokrasi. Benarkah?

    Saya bertanya-tanya, apa gerangan yang menjadi dasar pendapat seperti itu? Asumsi terkuat saya adalah pihak yang berpendapat seperti itu mengartikan demokrasi sebagai “segala sesuatunya adalah pemilihan langsung”. Pendapat yang tidak salah. Tetapi, tidak lantas mengunci makna hingga membuat pendapat lain menjadi tidak benar.

    Pasal 18 Ayat 4 UUD 1945 (teramandemen) berbunyi: “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis”.

    Menjadi pertanyaan sekarang: bagaimana penjabaran “dipilih secara demokratis” itu?

    Sejak Big Bang Demokrasi Indonesia ’98 negara kita langsung mencari bentuk yang dirasa paling pas. Sebuah “kekuasaan besar” yang tadinya memusat di Jakarta (pada satu orang pula) secara tiba-tiba terlepas dan menyebar ke mana-mana. Bentuk paling pas harus segera ditemukan agar kekuasaan yang menyebar itu tidak bergerak liar dan menyebabkan disintegrasi bangsa. Pihak Eropa dan Amerika berlomba-lomba menawarkan sistem. Lebih tepatnya saya bilang mereka sebenarnya bekerja sama menginjeksi sistem ke dalam sistem ketatanegaraan kita. Konstitusi negara (UUD 1945) sebagai pondasi berhasil di”tembus”. UUD 1945 yang “asli” akhirnya berubah di sana-sini.

    Perubahan terbesar adalah dalam sistem pemilihan kepala eksekutif pemerintahan pusat. Presiden (dan Wakil) yang oleh para pendiri bangsa diamanahkan untuk dipilih melalui MPR, berubah menjadi dipilih langsung. Lucunya, MPR-nya sendiri yang pada UUD “asli” terdiri dari DPR dan Utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan (ingat ya: UTUSAN) diganti menjadi DPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Utusan diganti DPD. DPD-nya lewat seleksi Pemilu, dipilih langsung. Kepala-kepala daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota), awalnya “selamat” dari setiran “dipilih langsung” sebagaimana Pasal 18 ayat 4 di atas. Tetapi, “lolos” pada tingkat Konstitusi ini tidak berarti lolos sepenuhnya. Kepala Daerah“digiring” masuk ke dalam sistem pilih langsung pada level Undang-Undang yang tingkatannya berada di bawah UUD.

    Sepertinya, beginilah “standar” Demokratis itu: Kalau semuanya dipilih langsung.

    Benarkah demikian? Kita mungkin telah menjadi lebih Amerika daripada Amerika itu sendiri. Mari kita akui bersama bahwa negara adidaya (yang di atas kertas sedang bangkrut itu) adalah kampiun Demokrasi. Bagaimana mengukur kadar Demokratis nya? Apa karena semuanya dipilih langsung di sana? Mari kita lihat.

    Presiden Amerika (dan Wakil) tidak sepenuhnya dipilih secara langsung. Rakyat Amerika memilih secara tidak langsung. Rakyat Amerika memilih Dewan Pemilih Presiden (Electoral College) di tingkat Negara-bagian masing-masing. Para anggota Dewan inilah yang nantinya secara resmi memilih Presiden Amerika. Jangan heran, kalau dalam beberapa pemilihan Presiden di sana pemenangnya bukanlah peraih suara terbanyak. Yang meraih suara terbanyak, dalam beberapa kasus, justru kalah. Demokratis kah cara ini? Orang Amerika bilang: Iya.

    Di kota Pleasanton, California, hanya Walikota yang dipilih langsung (bersamaan dengan anggota Dewan Kota). Wakilnya, ditunjuk untuk masa jabatan 1 tahun. Demokratis? Warga kotanya bilang: iya.

    Jadi, saya heran pada pihak yang mengklaim bahwa mengembalikan sistem pilkada ke DPRD sama dengan kemunduran bagi demokrasi kita.

    Kalau secara total mau berkaca ke “standar demokratis” Amerika, sekalian kita contohin aja pemilihan Gubernur dan Wagub Negara-bagian Arkansas. Di sana, Gubernurnya kampanye sendiri, Wagubnya juga kampanye sendiri. Mereka dipilih secara terpisah. Bukan satu paket. Hebat, bukan? Mengapa kita tidak “Sedemokratis” cara Arkansas ini? Bukankah pada banyak kasus Bupati dan Wakilnya atau Gubernur dan Wakilnya “cerai” di tengah jalan? Mengapa tidak sekalian dipilih secara terpisah saja sedari awal. Secara langsung pula! Maaf, ini satire. Perlu saya tegaskan bahwa ini paragraf satire. Karena pendapat seperti ini rawan dipelintir sebagai bukan satire lalu dijadikan olok-olok oleh pihak tertentu.

    Mengukur Demokrasi itu tidak bisa menggunakan satu sudut pandang saja. Karena demokrasi itu sendiri adalah PROSES. Proses ketika sesuatu yang berada di domain publik dibicarakan untuk mendapat kemaslahatan bersama.

    Mengklaim pilkada via DPRD sebagai TIDAK DEMOKRATIS menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sudah hampir 1 dekade kita mempraktikkan Demos Kratos (Rakyat yang berkuasa) pada Pilkada. Waktunya sekarang untuk melihat apa dampak yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

    Silahkan buka data berapa warga kampung yang harus terluka bahkan tewas karena menu demokrasi “Pemilihan Langsung Kepala Daerah” yang nampaknya belum begitu pas disajikan kepada mereka. Berapa warga yang awalnya aman tenteram numpang di tanah orang, namun pasca Pilkada diusir dari tempat numpang hanya karena pemilik lahan atau kerabatnya tidak terpilih. Berapa biaya penyelenggaraan Pilkada yang disedot dari kas daerah. Berapa pula kasus kepala daerah berakhir di penjara karena kejar setoran untuk mengembalikan “dana sponsor pilkada” saat mereka menjabat. Lihat pula berapa daerah yang tidak maju-maju juga karena kepala daerahnya tidak kapabel menjalankan tugas sebagai kepala daerah, yang bersangkutan terpilih hanya karena faktor “keluarga besar”, “bergizi”, dan menang karena main mata dengan penyelenggara pilkada.

    Mari kita ukur demokrasi kita dengan kaca mata kita sendiri. Kita punya Konstitusi sendiri, kan? Yang berproses dalam demokrasi kita adalah kita-kita juga, kan? Ujung-ujungnya demokrasi adalah layanan publik. Sudahkah kita merasakan berkualitasnya layanan publik di daerah kita masing-masing dengan sistem demokrasi-injeksi yang sedang kita jalani saat ini?

    Seorang Professor di State University of New York pernah bilang pada saya: Demokrasi adalah eksperimen terbesar bangsa kami. Kami bereksperimen sudah lebih dari 200 tahun. Sampai sekarang kami masih terus bereksperimen.

    http://www.lingkaranmedia.com/politik/detail/611/24/pilkada-via-dprd-adalah-kemunduran-sudut-pandang-sempit

    • ijin like bung atas commennya 🙂

    • ijin copas ya bung CC…

    • Pasal 18 Ayat 4 UUD 1945 (teramandemen) berbunyi: “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis”.

      Menjadi pertanyaan sekarang: bagaimana penjabaran “dipilih secara demokratis” itu?

      sebelum dijabarkan terlalu jauh. diplintir, ditarik, dikocok, digilas dsb, kita pelajari dulu maksud kata tersebut menurut pemilik aslinya.

      democratic, ( dictionary.reference.com/ )

      adjective
      2.pertaining to or characterized by the principle of political or social equality for all.

      berhubungan dengan atau dicirikan dengan prinsip KESETARAAN politik atau sosial bagi semua (seluruh rakyat/warga).

      itu arti demokratis sesuai asalnya, jika ingin menggunakan definisi hasil sulapan+akrobat+ debus, tunggu hari penghakiman rakyat 5 tahun lagi (mungkin bukan hanya keledai yang kejeblos di lubang yang sama 2x)

  71. sebenarnya bukan pikiran sempit atau tidak sempit , pilkada lewat DPRD ada kecenderungan penyelewengan dan permainan uang lebih besar dari pada pemilihan langsung, dan yang paling pokok adalah yang menikmati bukan rakyat namun anggota DPRD sehingga pemilihan kepala daerah dapat sebagai sapi perah , ataupun sarana untuk mengembalikan sebagian besar dana para anggota DPRD yang terbuang sewaktu pileg

    • apa ga sebaliknya bung tsmario, permainan uang pilkada langsung jauh lebih besar dari pada tidak langsung, namun pengeluarannya yang besar itu untuk media dan money politik lainnya.. nah ini yang rawan disini dijadikan kepentingan pihak ketiga yang membiayai kampanye tersebut… yang ujung2nya minta imbal balik, dan terbukti….. Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 309 kepala daerah di Tanah Air terjerat kasus korupsi sejak pemilihan kepala daerah secara langsung pada 2005

      • @armed : betul bung waktu pilgub DKI kmaren kalo secara gak langsung pasti yg menang FOKE , secara gtu inkamben dan di sokong banyak partai … Bahkan pada saat itu Gerindra pun gak bisa mengusung calon sendirian karna hanya punya sekitar 6 kursi , makanya butuh bantuan PDIP itu pun kalo di jumlah hanya 11% . Disinilah peran rakyat agar pilihannya bisa di dengar … Lah sekarang malah mau di balikin ke jaman kegelapan lagi . Suara rakyat di pasung dan hanya di monopoly oleh anggota DPRD dengan alasan anggaran yg besar jika pemilihan langsung . Konyol banget dahhh ….

  72. mencerahkan bung keep calm, terima kasih..

  73. Saya lebih concern pda pndapat bung nyai mengenai ” orang”
    yang ahli di bidangnya akhirnya
    harus menyingkir karena kalah
    dukungan politik ” karena sdh nyata terjadi di tanah kelahiran saya, yg lebih buat skit hati lagi setelah menang pun masih sja membuat peraturan yg aneh yakni memutasi orang2 yg ahli itu ditempat yg sya rasa jauh dri bidangnya/kelayakan. dengan modus yg sama pengalihan opini dengan slogan2 nya yg menyamarkan kebejatan pemerintahanya.dmna Sangat terlihat nuansa KKN ., yg jd pertanyaanya dimana tempat orang yg baik itu?, mff bung keep calm.

  74. Hahaha bung fly freak bisa aja. Setuju banget saya klo ini… hihihi

  75. semoga para pemimpin negeri ini diberikan pemimpin yang amanah, kalo tidak amanah ya semoga diberi hidayah…

    kalo kurang baik ya dibina, kalo masih tidak bisa ya dibinasakan aja…. amin

  76. utk harga minyak dan gas yg menjadi suplai energi dan bbm hampir di seluruh dunia dikendalikan oleh satu tangan, tuan david rockefeller. jadi siapapun pemimpin nkri tdk bisa menekan harga kecuali subsidi, dan subsidi sangat merugikan rakyat kecil seperti kami, krn nilai subsidi yg kita trima hanya sebesar selisih harga bbm yg kita beli dalam kebutuhan kita, namun duit utk subsidi tentu diambil dr pajak kita, org kecil adalah pembayar pajak terbanyak dan terbaik, krn seluruh produksi barang dan jasa selalu di tambahkan nilai ppn 10% pada harga nya, sehingga secara kumulatif total nilai belanja yg harus dibayar oleh rakyat kecil jauh lebih besar, daripada selisih nilai subsidi bbm yg didapat mereka tiap isi bbm. org kecil yg menikmati sejumlah liter bbm murah tdk lebih banyak dr pada rakyat kecil yg menanggung penambahan ppn% atas tiap barang dan jasa dlm kebutuhan mereka,
    belum lagi..arus penarikan pajak dan pengembalianya dlm bentuk subsidi yg katanya 200-300trilyun itu, dlm logika sederhana apa tdk ada yg tercecer”? tentu kita berasumsi baik terhadap pemerintah namun bukankah mereka juga manusia yg punya kepentingan? semisal ada tercecer 10% saja itu sudah luar biasa dana org kecil yg hilang, namun apa iya hanya 10%… imho

  77. ideologi (kapitalisliberal, Kominis,& fasis) adalah program awal zion yg didanai dan sengaja diciptakan utk memecah belah masyarakat di dunia guna memudahkan mengendalikan masyarakat sehingga dpt dgn mudah mengonsolidasikan kekuatan dan kekayaan mereka”, dengan mengadu domba masyarakat satu sam lain, sedangkan mereka” sudah tau bahwa definisi sesungguhnya dari hal diatas adalah semu, namun perbedaan ideologi ini harus di ulang-ulang sepanjang masa, melaui media, universitas, dll agar tujuan besar” zion berhasil.
    vladimir ullych ulyanov lennin, pemimpin revolusi bolsewiks pengguling T sar, dan presiden ussr, pernah bilang bahwa; pendirian bank sentral adalah 90% pengkomunisan sebuah negara.
    mungkin lennin tau lebih dulu jika dunia ke depan akan diarahkan pada perpaduan antara kapitalisme absolut dan komunisme mutlak.

    ideologi (komunis, kapitalis dan fasis) tdk perlu dikuatirkan lagi, hal itu hanya permen karet yg selalu bisa dikunyah tapi tak pernah bisa ditelan, ideologi apapun asal bisa dipelajari dengan baik, seorang nasionalis sejati seperti tdk akan tersesat dlm ideologi.

  78. Ini masalah perut aja , alasan money politik di masyarakat trus kalau di DPRD gak ada gitu money politik ,lalu alasan produk pilkada langsung banyak yg korupsi trus kalau produk(nantinya) pilkada gak langsung gak ada yg korupsi gitu hahaha berani gak yg bikin undang” pilkada tidak langsung potong tangannya depan masyarakat kalau sampai ada yg yg korupsi dan dinilai gagal juga , perputaran uang saat pilkada tak bisa dipungkiri memang besar inilah yg dilihat pembuat undang” ini sebagai potensi mempertebal kantong pribadi nya. Kenapa korupsi bukan berkurang malah menjamur, ya karna hukumannya tidak sepadan dengan uang rakyat yg diembat . Kalau ingin memberantas korupsi Seharusnya koalisi bendera ini membuat UU Korupsi dengan hukuman Mati berani gak KPK,ICW dah lama ngusulin loh tinggal di buatkan aja berani gak jgn cuma berani dengan rakyat yg kebebasan memilih baru 10 thn dicabut begitu saja .

  79. Boleh usul gak bos2…..kalo bisa artikel yg berbau politik kita hentikan dahulu, kira2 2 s/d 3 bulan agar kita tidak terpecah seperti ini…..

    • Setuju bung anak jonggol.. karena ane liat juga ada yang minteri, keminter, dll.. lebih baik direm dulu deh.. kta gak bakal bsa brenti gontok2an klo ada berita politik.. wasting energy..

  80. kalau saya pemilihan kepala daerah lewat DPRD ga masalah, karena kepala daerah mau membangun daerahnya atau tidak, tergantung niat hati orang tersebut. kalau niatnya memang niat membangun daerah nya, ya bisa maju. tapi kalau niatnya untuk keuntungan pribadi yo daerahnya susah maju. terlepas dari proses pemilihannya langsung atau bukan.

  81. Agama itu suci , jangan di aduk aduk sama politik … Pengikut KMP konyol banget cari pembenaran kok dari artikel tahun 2009 kalo mau cari pembenaran tanyai langsung yg bersangkutan dan itu pernyataan pribadi atau atas nama agama ? Kayaknya udah di setel nih pendukung KMP rata2 sengaja cari2 artikel lama buat bahan pembenaran . Anda lupa ya ? Politik tu dinamis beda kepentingan beda ucapan

  82. politik bukan y memang jegak menjegal bung ya….??? kadang memang menjegal demi rakyat kecil ngomong y, tp klo sdh terpenuhi dg alibi rakyat kecil tadi trus lupa apa dijanjikan y dl??? kadang jg menjegal sesuai tujuan resmi dr partai itu sendr, ingin berkuasa krn tujuan politik yg saya sih…ya ingin jadi penguasa. skr pada ribut UU Pilkada & MD3….yo wes sak karep lah, nanti dilihat saja seperti apa di ujung y??? lha wong yg dibwah teriak2 bahkan ada yg sampai meregang nyawa demi idola y, toh nanti y jg apa yg akhirnya didapat oleh para rakyat2 yg dibawah ini???

    Harapan sy semoga yg terbaik buat Bangsa,Negara & Rakyat Indonesia bisa segera diwujudkan siapa pun itu pemimpin & para anggota dewan. Klo sdh mulai mokong lagi, ya pasti akan ada demo lg besar2.an disenayan…..

    maaf pendapat tukang gigi grouting, harap maklum

 Leave a Reply