Sep 072018
 

Jet tempur F/A-18F Super Hornet mengisi BBM jet siluman F-35C © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Joint Strike Fighter (JSF) F-35C Lightning II yang terbang dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) telah rusak selama latihan pengisian bahan bakar udara atau “air refueling”, sebagai kecelakaan penerbangan utama yang pertama pada varian jet siluman untuk kapal induk, seperti dilansir dari laman USNI News.

Mesin jet tempur generasi kelima F-35C dari Strike Fighter Squadron (VFA) 125 tersebut rusak saat menerima bahan bakar dari jet tempur F/A-18F Super Hornet dari VFA-103 pada tanggal 22 Agustus yang lalu, kata pejabat Angkatan Laut AS.

“Serpihan dari basket pengisian bahan bakar di udara masuk ke dalam asupan mesin F-35C, yang mengakibatkan kerusakan”, menurut juru bicara Armada Laut Atlantik Cmdr. Dave Hecht pada hari Selasa.

Kedua jet tempur mampu mendarat dengan selamat – Super Hornet terbang ke Naval Air Station Oceana, Va., Sementara F-35C kembali ke Lincoln. Tidak ada cedera yang dilaporkan dan insiden itu saat ini sedang diselidiki, kata Hecht.

Kerusakan F-35C dilaporkan sebagai kecelakaan Kelas A, jenis yang paling serius untuk pesawat militer. Sebuah insiden bisa diklasifikasikan sebagai Kelas A ketika sebuah pesawat mengalami kerusakan yang nilainya lebih dari US $ 2 juta, hancur total ataupun menyebabkan cedera serius atau fatal pada aircrew.

“Kerusakan pada jet tempur F-35C tersebut berada di atas ambang batas US $ 2 juta”, kata Hecht. Mesin F135 baru untuk jet tersebut US sekitar $ 14 juta, menurut penghargaan kontrak terbaru untuk produsen mesin Pratt & Whitney.

“Super Hornet juga rusak tetapi dilaporkan hanya sebagai kecelakaan Kelas C karena tidak ada cedera dan total perkiraan biaya kerusakan pesawat antara US $ 50.000 hingga US $ 500.000 saja”, kata Hecht.

Jet tempur F-35C terbang dalam uji coba udara terpadu di atas USS Lincoln yang digambarkan oleh para pejabat US Navy sebagai validasi tentang bagaimana pesawat tersebut beroperasi dan dipelihara serta dipertahankan di laut.

Tes operasional pertama di laut bagi F-35C, diluncurkan dan dipulihkan bersama Super Hornet, E-2D Advanced Hawkeyes dan C-2A Greyhound, merupakan kilas pertama dari apa yang akan terlihat oleh sayap udara masa depan setelah F-35C mencapai kemampuan operasional awal dan lebih luas.

Berbagi

  10 Responses to “Air Refueling, F-35 dan Super Hornet AS Rusak”

  1.  

    damage? failure class A? AHH gak mungkin..ini kan pesawat paling canggih dan paling mahal dalam sejarah..xixixixi..

  2.  

    Jadi ingat Ama si Lingkar. Masalah serpihan basket untuk air refueling masuk mesin F-35 malah dia ngelanturnya F-35 bakal gagal ngeluncurin rudal. Makanya bahasa Inggrisnya dibenerin. Gitu kok ngakunya pilot. Pilot odong-odong sih iya. Hhhhhhhhhh…

  3.  

    Untung aja harganya mahal, makanya Indonesia nggak mau beli… masalah terus

  4.  

    Padahal tujuan utama adalah promosi… dengan sistem refueling dari F-18 akan membantu kinerja F-35, sehingga tidak perlu dukungan Tanker yang tambun dan tidak bisa take off dari kapal induk…

  5.  

    Kasus lagi trouble lagi … 😀

  6.  

    ini buddy fuel tank, bung…..
    jgn samakan dgn yg punya rusky, yg sering gagal dan error.
    makanya mereka kgk bawa lagi buddy fuel tank.

    beda dgn amrik yg masih percaya diri dgn buddy fuel tank.

    jgn kan F-18….
    V-22 aja bisa paje buddy fuel tank.
    bahkan drone mq-25 aja dijadikan tanker…

    rusky sama cinak mah kgk berani, coz memang sering error dan tdk presisi, tpi amrik kan ekonominya besar, jdi satu rusak bisa dibuang ganti yg baru.

 Leave a Reply