JakartaGreater.com - Forum Militer
Jul 082018
 

Pesawat AEW&C Saab 2000 Erieye © Allen Watkin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dua perusahaan pertahanan kedirgantaraan terkemuka Eropa sedang mendiskusikan untuk menggabungkan kemampuan peringatan dini mereka di udara sebagai upaya menghentikan kemungkinan pembelian sumber tunggal dari Boeing Wedgetail, seperti dilansir dari laman Defense News.

Pembicaraan itu berpusat pada kolaborasi potensial yang menyatukan platform yang dibangun oleh Airbus dengan versi radar Erieye buatan Saab, kata dua sumber yang akrab dengan diskusi itu.

Namun informasi sumber ketiga berusaha meredam ekspektasi dari kesepakatan yang mengatakan bahwa pembicaraan tersebut tidak eksklusif dan kedua perusahaan juga berbicara dengan berbagai mitra potensial lainnya.

Inggris kini mempertimbangkan untuk mengganti armada Boeing Sentry E-3D yang semakin tua dan tidak dapat diandalkan dengan pesawat peringatan dini baru untuk Angkatan Udaranya (Royal Air Force).

Armada Boeing Sentry E-3D akan tetap dalam pelayanan dengan RAF hingga tahun 2035, sesuai program dukungan kemampuan untuk memperpanjang umur layanan mereka.

Pesawat pengintai Boeing Sentry E-3D Angkatan Udara Inggris © SAC Andy Stevens via Wikimedia Commons

Kabar bahwa kedua perusahaan sedang mendiskusikan potensi hubungan itu datang hanya tiga hari setelah ketua komite pertahanan di Parlemen Inggris, Julian Lewis menulis surat terbuka kepada Menteri Pertahanan Inggris, Guto Bebb, yang mendesak agar bisa memastikan bahwa tender pesawat pengintai baru Inggris harus dilakukan secara terbuka untuk persaingan yang adil dan tidak diberikan kepada Wedgetail sebagai satu-satunya sumber.

Surat tersebut mengatakan bahwa “sangat tidak pantas untuk sebuah kompetisi yang sebelumnya mendukung Boeing setelah keterlibatan mereka dalam pengenaan tarif denda terhadap Bombardier tahun lalu”.

Pertarungan antara perusahaan Boeing dengan Bombardier ini mengancam fasilitas perakitan Bombardier di Irlandia Utara untuk kehilangan banyak pekerjaan.

Airbus belum memberi konfirmasi bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan Saab. Namun dalam sebuah pernyataan, itu tidak mengejutkan mendukung panggilan untuk kompetisi terbuka dan memberi petunjuk tentang apa yang dilihatnya sebagai platform potensial untuk kebutuhan Inggris.

“Sebagai pemasok utama pesawat terbang berbadan besar ke Royal Air Force, Airbus akan menyambut kompetisi untuk menghadirkan solusi yang memimpin pasar serta biaya-efektif untuk kebutuhan AWACS masa depan RAF”, kata juru bicara Airbus.

Melanjutkan bahwa berdasar pengalaman Airbus yang sukses dalam mengkonversi pesawat komersial menjadi pesawat tanker terkemuka dipasar, Airbus sedang bekerja pada peluang lebih lanjut untuk memakai seri A330 dan A320 sebagai basis untuk pesawat misi baru.

Untuk efek yang sama, Saab juga menyambut baik kompetisi terbuka dari pemerintah Inggris untuk menggantikan armada Boeing Sentry E-3D, meskipun tidak membahas secara spesifik mengenai penawaran pasti yang diharapkan akan terjadi jika sebuah kompetisi diadakan.

“Saab, merupakan salah satu pemasok terkemuka di dunia untuk sistem manajemen tempur dan pengawasan udara, akan dengan antusias mengejar persaingan terbuka untuk menggantikan armada E-3D yang sudah tua di Inggris, jika Menhan Inggris memilih untuk membuat kompetisi”, sebut juru bicara perusahaan.

Bagikan:

  8 Responses to “Airbus-Saab Tawarkan Erieye, Gantikan E-3D Inggris”

  1.  

    Weh….goyang lagi ramalannya @ayam jago, hhh

  2.  

    Kok Eropa lbh pd pake barang mamarika ya, padahal anggota2 UE jago2 teknologi jg?

  3.  

    Tinggal di instal rudal BVR dah cukup mengerikan..

    Untuk indo, mampukah arah rudal di belokkan oleh jin..

  4.  

    Turun drajat nich.meneerrr….!!!!. dari jet ke turboproof.induk semang spa nich….????? 😛

 Leave a Reply