Nov 092014
 
Penerimaan unit pertama rotorcraft EC725 di fasilitas Airbus Helicopters di Marignane, Prancis.(dokumentasi Maverick)

Penerimaan unit pertama rotorcraft EC725 di fasilitas Airbus Helicopters di Marignane, Prancis.(dokumentasi Maverick)

Airbus Helicopters menyerahkan unit pertama dari enam rotorcraft EC725 yang dipesan oleh Indonesia untuk misi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR). Pihak-pihak yang hadir di fasilitas Airbus Helicopters di Marignane, Prancis, untuk menerima helikopter tersebut meliputi anggota Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, TNI Angkatan Udara, serta PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Presiden PTDI, Budi Santoso, Kamis 6 November 2014, menjelaskan bahwa helikopter bermesin ganda dengan bobot 11 ton tersebut akan dikirim kepada TNI Angkatan Udara pada pertengahan tahun 2015 setelah PTDI menyelesaikan pemasangan serta penyesuaian peralatan penunjang misi di pabriknya di Bandung, Jawa Barat.

“Kami sangat gembira menyambut kedatangan EC725 pertama dari Airbus Helicopters ini, yang memungkinkan kami merampungkannya dalam versi CSAR, untuk kemudian diserahkan kepada Angkatan Udara Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada VIVAnews. Ia menambahkan, PTDI akan terus bekerja sama dengan Airbus Helicopters untuk memastikan bahwa sisa unit lainnya terkirim tepat waktu. Terutama mengingat kemungkinan adanya pesanan tambahan dari TNI AU berupa 10 unit EC725 guna melengkapi skuadronnya menjadi 16 helikopter.

Head of Region Airbus Helicopters untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Philippe Monteux, menjelaskan bahwa saat digunakan oleh TNI AU, armada EC725 akan meningkatkan kemampuan layanan militer CSAR secara signifikan, berkat kinerja dan daya tahan yang sudah terbukti dari anggota terbaru Airbus Helicopters dalam keluarga helikopter Super Puma ini. Integrasi dan penyelesaian peralatan misi untuk ke-enam EC725 ini akan menandai langkah baru kerja sama yang erat antara Airbus Helicopters dengan PTDI, yang mencakup kesepakatan industri strategis dan peran perusahaan Indonesia tersebut dalam rantai pasok global Airbus Helicopters.

Kerjasama dengan PT DI TNI AU telah sejak lama mengoperasikan rotorcraft AS332 Super Puma dan SA330 Puma, dengan lisensi produksi PTDI sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Kemitraan antara PTDI dan Airbus Helicopters terus bertumbuh, sehingga PTDI menjadi pemasok utama tail boom dan rangka badan pesawat untuk EC225 dan EC725 sejak tahun 2008. “Kerjasama Airbus Helicopters dengan PT Dirgantara Indonesia patut dicontoh. Pengiriman pertama rotorcraft EC725, dengan bagian-bagian penting yang pertama kali dibangun oleh PTDI, menekankan kemitraan kami yang terus berkembang, untuk memenuhi kebutuhan helikopter di Indonesia dan berkontribusi bagi kemajuan sektor kedirgantaraan,” kata Monteux. EC725 mulai beroperasi pada tahun 2005 dan telah menjadi pilihan pasukan militer Prancis, Brasil, Meksiko, Malaysia, Indonesia dan Thailand.

Keandalan dan kemampuannya telah terbukti di wilayah krisis yang mencakup Lebanon, Afghanistan dan Mali, sekaligus mendukung peran Prancis selama operasi yang dipimpin oleh NATO di Libya. Misi yang dilakukan oleh EC725 mencakup pencarian dan penyelamatan tempur untuk operasi khusus, transportasi taktis dan evakuasi medis, serta berbagai peran dan fungsi maritim. Airbus Helicopters, sebelumnya bernama Eurocopter, merupakan salah satu divisi Airbus Group, pelopor global dalam layanan kedirgantaraan dan pertahanan.

Sebagai produsen helikopter terkemuka di dunia, Airbus Helicopters mempekerjakan lebih dari 23.000 orang di seluruh dunia. Dengan pangsa pasar 46 persen di sektor publik dan parapublik (sektor yang sebagian dikuasai negara), terdapat sekitar 12.000 helikopter yang dioperasikan oleh lebih dari 3.000 pelanggan di sekitar 150 negara. Kehadiran Airbus Helicopters di pasar global ditandai dengan pusat layanan pelanggan di 21 negara, dan jaringan pusat layanan, fasilitas pelatihan, distributor dan agen bersertifikat di seluruh dunia. (Vivanews.com).

  22 Responses to “Airbus Serahkan Helikopter EC725 TNI AU”

  1.  

    met pagi…

  2.  

    Selamat pagi….

  3.  

    Hallo…. Met hari minggu…

  4.  

    Selamat pagi

  5.  

    assemmmm Telkomsel tidak mengizinkanku dapat No 2… 😀

  6.  

    10 november masih hari Pahlawan kaahh??

  7.  

    Salah satu produk airbus,pt di berkiblat ke airbus
    Berharap ke dpan nya pt di nyodorin a-400 ke kemhan,buat nemenin herky jd jembatan udara indonesia

    •  

      Saya juga ngebet sama A400M, sudah Lebih Dari cukup daripada tambah Herky yang baru seri J. Tapi kemarin Ada yang share link di JKG sini Ada foto WARA pake suit dengan badge C-17 globemaster. Kalo memangnya sudah bener tuh mantab sekali woouuw…..

  8.  

    Kemitraan yg sama2 menguntungkan antara PT. DI & Airbus Militery..

  9.  

    Kapan helikopter sendiri ?
    Masak di sebutkan udah 30 th jadi pemasok spearpat aja

  10.  

    Berharap indo beli A400M sebagai pengganti hercules sudah tua

    •  

      Ngomong2 tentang A400M, ada artikel yang cukup menarik. kalau melihat bahasa artikelnya mirip2 dengan tulisan artikel Bung Yayan@Indocuisin yang banyak di tunggu dan di rindukan oleh warjag. maaf jika salah.Mohon ijin copas dan share-nya.

      Kemilau Pedang Khatulistiwa

      Sebelumnya, Malaysia sangat bangga dan percaya diri akan kemampuan mobilitas angkatan tentaranya di masa yang akan datang..! Pembelian pesawat angkut militer jumbo A400M, dinilainya sebagai langkah tepat yang telah mampu mengangkangi kekuatan armada tempur negara Asia Tenggara lainnya. Dengan status sebagai negara Asia pertama yang mengakuisi pesawat angkut super jumbo ini, memang Malaysia layak berbangga. Namun setelah peristiwa tragis yang menimpa pesawat MH17 di langit Ukraina itu, impian besar yang selama ini ada, telah menjadi sebuah dilema. Kebanggaan berubah menjadi sebuah kekhawatiran. Bagaimana jika nasib serupa melanda A400M mereka..?
      Dengan bobot yang jauh melebihi kemampuan Hercules C130J, pesawat ini bisa menjadi sebuah perangkap maut yang mampu melenyapkan kekuatan militer Malaysia dalam waktu yang hanya sekejap. Andai musibah buruk terjadi, anggaplah karena faktor kecelakaan, maka muatan hampir 40 ton itu pun diperkirakan akan hancur lebur..! Bagaimana jika musibah itu datang dari sebuah ancaman perang..? Senjata apa yang mereka cemaskan..?
      Hehehe..! Jawabannya adalah Pedang Khatulistiwa. Secara nyata, senjata ini tidak pernah ada. Namun seiring berjalannya waktu, dan proses assembling pesawat A400M itu kian mendekati proses akhir, TNI justru sedang mengasah pedang raksasa untuk menjagal setiap asset perang asing yang melintasi semenanjung Malaysia dan Borneo. Pedang itu tengadah gagah diantara Anambas dan Natuna..!
      Anambas, dengan lautnya yang dalam dan kaya, telah terpilih untuk dijadikan sebagai salah satu pusat kekuatan utama Angkatan Laut kita. Adapun di Ranai, Natuna, TNI membangunnya sebagai basis pemukul tempur udara..! Keduanya akan menjadi sebuah paduan kekuatan yang mencekam. Bak sebilah pedang, tiada satupun ancaman yang akan mampu terhindar dari ketajamannya. Salah kaki melangkah, alamat tubuh tinggal belulang..! Selamat datang di LCS..! Please, Mind your step..! The King is sleeping..! Hehehe..!

  11.  

    LHo sy kira PT.DI yang membuat bodi atau HuLL HeLikopter Euro Cougar ini . Kok berita terakhir di bikin di Perancis yang mana yang benar Niiiih???

    •  

      Rangka pesawat dibuat di bandung lalu dikirim ke perancis disana dipasang mesin, avionics dll sampe selesai Dan bisa terbang. Kemudian dikirim ke bandung lagi untuk di cat dan dilengkapi dengan peralatan tambahan/opsional tambahan sesuai misi yang akan digunakan oleh pesawat tsb. Hal ini Ada baik nya karena hanya kita yang tahu isi jeroan pesawat kita apa. Jadi negara lain pikir-pikir Kalo ketemu pesawat kita. Dikira pesawat angkut bawa troopers taunya bawa misil heheheee

    •  

      Hari-hati juga dengan yang katanya TOT untuk Typhoon. Apa seperti ini juga skema kerja samanya? minta jangan tanggung-tanggung deh. Semuanya Dari awal sampe akhir dibuat disini, masalah parts yang kita belom bisa kita buat sendiri seperti mesin gak apa di impor Dari perancis. Tapi barangnya mesti dibuat di Indonesia.

  12.  

    katanya cougar adiknya super puma dan indonesia dsh bisa buat kok masih dibuat perancis ya.

  13.  

    Saya sangat menyukai eurocopper ec 135 adn 145

 Leave a Reply