May 272018
 

Jet Tempur Tejas buatan dalam negeri India. (photo: Venkat Mangudi via commons.wikimedia.org)

Jakarta – Jakartagreater.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan RI) Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia H.E. Mr. Pradeep Kumar Rawat. Jum’at, 25-5-2018 di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, dirilis situs Kementerian Pertahanan RI.

Dalam kesempatan ini, Dubes India memohon bantuan kepada Sekjen Kemhan untuk menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia yang diwakili Menhan RI tentang nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-India yang sempat terhenti pada tahun 2011.

Menurut Dubes India, dengan diadakannya potensi kerja sama pertahanan yang dapat dilakukan dan menguntungkan bagi kedua negara adalah kerja sama di bidang misi pemeliharaan perdamaian, kerja sama bidang pendidikan, pertukaran siswa antar Angkatan Laut dan kerja sama di bidang industri pertahanan.

Menanggapi apa yang disampaikan Dubes India, Sekjen Kemhan juga mengapresiasi atas peningkatan hubungan kerja sama Indonesia dan India dan berharap kerja sama kedua negara khususnya di bidang pertahanan dapat terus berlanjut dan meningkat di masa mendatang.

Menurut Sekjen Kemhan RI, sebagai negara bersahabat, kedua negara juga memiliki permasalahan bersama di kawasan yang dalam penyelesainnya memerlukan upaya bersama tidak hanya melalui kerja sama bilateral tetapi juga multilateral dengan negara-negara di kawasan. “Itulah yang harus menjadi komitmen bersama semua negara di kawasan”, ungkap Sekjen Kemhan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja .

Bagikan:

  7 Responses to “Ajakan India Tingkatkan Kerja Sama Industri Pertahanan”

  1.  

    Lanjutkan, yang penting bermanfaat

  2.  

    lanjutkan dengan belajar membuat mesin dan roket sekalian borong BRAHMOS

  3.  

    Join aja kerjasama buat rudal dan pespur. Mungkin juga India ingin belajar buat SIGMA juga atau SS-2.

  4.  

    India terkenal njelimet dan meditnya apa mau mereka berbagi ilmu persenjataan? Mending lgsg ke embahnya teknologi Rusia, Eropa dan AS itupun klu mau mereka berbagi ilmu teknologi kunci dan metalurgi.he3

  5.  

    G to G menguntungkan mana, India atau Turkey?
    Business to business?
    Kalau people to people?

    Di Eropa, kebanyakan perusahaan swasta selalu menghindari hired org Turks krn sulit adaptasi teamwork dan chauvinist.
    Kalau mereka cari tenaga murah yg kualitas tinggi malah import dr Russia, lebih mudah kerja samanya.
    Org German banyak yg nyesel udah kebanyakan “org udik Turks” 😀
    Standard nya disamakan urusan dgn bangsa Arab.
    Saya sendiri paling malas urusan sama org Turkey — gak tau diri binti arrogant kayak negaranya penguasa planet aja.

    Kalau India, biasanya suka kritis tapi targeetnya sering tdk realistis.
    Coding nya rata2 keren — selalu ada seribu cara memecahkan masalah.

  6.  

    Seperti perkiraan ku Indonesia akan bekerja sama bikin rudal canggih dgn pihak ke 3 yaitu dgn india dan belarus tp instruktur utama nya bakal disembunyikan … 😀

 Leave a Reply