Nov 082018
 

Taruna Tk IV angkatan 64 yang sedang melaksanakan Latek Jalayudha juga melaksanakan Upacara peringatan Hari Pahlawan di Gladak Helly KRI AHP-355 yang berjalan dengan hikmad, bertindak selaku Irup Komandan KRI AHP-355 Letkol Laut (P) Sumarji Bimoaji.

Surabaya, Jakartagreater.com  –  Seluruh personel Akademi Angkatan Laut termasuk Taruna dan Taruni melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 di tiga lokasi yang berbeda secara simultan, yaitu di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, di Gladak Helly KRI AHP-355 yang sedang melaksanakan Latek Jalayudha dan Lapangan Banda, Bumimoro, Surabaya pada Sabtu 10-11-2018.

Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., turut menghadiri pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 yang dipusatkan di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Bertindak selaku Irup adalah Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. serta dihadiri oleh pejabat Kotama TNI dan pejabat Forkopimda Jatim lainnya.

Upacara peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 juga dilaksanakan di lapangan Banda, Akademi Angkatan Laut dengan Inspektur Upacara Wakil Gubernur (Wagub) AAL Brigjen TNI (Mar) Nurri Andrianis Djatmika yang diikuti oleh personel militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Akademi Angkatan Laut.

Taruna Tk IV angkatan 64 yang sedang melaksanakan Latek Jalayudha juga melaksanakan Upacara peringatan Hari Pahlawan di Gladak Helly KRI AHP-355 yang berjalan dengan hikmad, bertindak selaku Irup Komandan KRI AHP-355 Letkol Laut (P) Sumarji Bimoaji.

Dalam upacara bertemakan “Semangat Pahlawan di Dadaku” ini Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo membacakan amanat Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan kepada kita semua, bahwa Hari Pahlawan yang diperingati saat ini mengandung makna dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan dan siapapun dapat menjadi pahlawan tanpa kecuali. Dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk diri, lingkungan sekitar bagi bangsa dan negara.

Menurut Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati diri, mempunyai karakter yang luhur, peka terhadap permasalahan sosial dan mempunyai pandangan global, dan mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi guna menjadikan Indonesia diperhitungkan dengan negara lain.(Bagpen AAL).

Bagikan:

 Leave a Reply