Jan 302018
 

Rudal anti-kapal NSM diluncurkan melalui kendaraan HEMTT Angkatan Darat AS. © Navy Recognition

JakartaGreater.com – Angkatan Darat AS akan menunjukkan konsep cross domain fires atau cross domain integration dengan meluncurkan Naval Strike Missile (NSM) untuk melawan target kapal di laut selama latihan gabungan yang akan berlangsung di pulau Hawaii. Sebuah kontrak telah diberikan kepada Raytheon untuk ini, seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Penyebutan pertama dari uji coba langsung ini berasal dari Kepala Komando Pasifik AS, Admiral Harris, saat berbicara dalam Simposium LANPAC dan Ekspektasi Angkatan Laut AS pada bulan Mei tahun lalu.

“Selama RIMPAC 2018, USARPAC akan menembakkan Naval Strike Missile (NSM) dari pantai untuk menenggelamkan sebuah kapal”, tutur Admiral Harris tahun lalu.

Sementara itu, Tom Copeman, Wakil Presiden Pengembangan Business di Air Warfare Systems, Raytheon Missile Systems, mengatakan bahwa tidak peduli dari mana Anda meluncurkan rudal tersebut, ia mampu menghantam target yang bergerak dilaut atau mencapai target stationary didarat karena itu dirancang menjadi senjata lintas domain.

Sistem Pertahanan Pesisir NSM tersebut dirancang untuk misi serangan presisi tinggi terhadap target yang memiliki ancaman tinggi atau sasaran gugus depan di laut atau darat hingga jarak 200 km ke atas.

Sistem pertahanan NSM sudah diterjunkan oleh skuadron pertahanan pesisir Angkatan Laut Polandia  yang  berbasis  di Gdansk.  Angkatan Laut Polandia menjelaskan kepada Navy Recognition mengenai sebuah baterai rudal pesisir di MSPO 2014.

Naval Strike Missile (NSM) adalah rudal anti kapal generasi kelima yang dikembangkan oleh KONGSBERG untuk Angkatan Laut Norwegia. NSM ini telah mencapai kemampuan operasional awal pada fregat kelas Fridtjof Nansen Norwegia yang baru dan juga korvet kelas Skjold Norwegia pada tahun 2012.

Baterai pertahanan pesisir tersebut juga telah diterjunkan oleh Angkatan Laut Polandia dan telah dipilih oleh Angkatan Laut Malaysia dan Jerman. NSM juga sudah di uji oleh Angkatan Laut AS pada LCS (Littoral Combat Ship) USS Coronado di tahun 2014.

Bagikan Artikel :

  8 Responses to “AS Akan Uji Rudal Anti-Kapal NSM Pada RIMPAC 2018”

  1.  

    nii ketara kalo barang dagangan….pasti dijejer sambil promosi…kalo pakai sendiri kadang pelit sering disembunyikan…kalo ketauan sering jawabanya remang remang…kaya tempat hiburan malam…xixixizzZ….

  2.  

    Oh, Jiran beli juga ya.

    •  

      Jiran itu suka mengekor… siapa yang beli Sukhoi duluan??? dan biasanya berusaha dilebihkan, seperti Sukhoi kita beli 16 mereka beli 18… Dulu kita punya F-16 mereka punya Mig-29 dan F-18… nanti yang seru kalau kita beli Su-35, sepertinya awalnya mereka mau copare sama Rafale, apa daya akirnya malah mencuat isu mau sewa Gripen C/D… akirnya ujungnya malah berencana hanya membeli T-50… sepertinya memang gara2 harga minyak jatuh, mereka juga jadi jatuh…

  3.  

    Naval Strike Missile (NSM) – Anti Ship and Land Attack Missile

  4.  

    Mantap klu kesampaian!

  5.  

    salam super

  6.  

    Knp nih si usa mau pakai barang nsm yg belum battle proven , bukanny udh punya harpon. Kadang kala si usa akn menggunakan barang lain yg bkn produk asli mereka jk mereka merasa lebih canggih barang luar dr pada milik mereka , contohnya su 27 yg di gunakan mreka lawan dogfight pespur yg akan di uji coba . Untuk mempelajari sistem trust vectoring 3d milik su 27 yg sampai sekarang mereka hanya bisa buat yg 2d

 Leave a Reply