Akankah Azerbaijan Pembeli Pertama MiG-35?

Peawat tempur medium MiG-35

Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Azerbaijan telah mengungkapkan bahwa pilotnya telah melakukan uji terbang pesawat tempur generasi 4 ++ MiG-35 di Rusia, lansir Military Watch Magazine.

Pengumuman itu muncul tak lama setelah Azerbaijan menerima izin untuk membeli jet tempur Rusia kelas atas yang baru. Azerbaijan adalah anggota Commonwealth of Independent States (CIS), artinya seperti Armenia dan Kazakhstan yang baru-baru ini membeli pesawat tempur Su-30SM Rusia, negara itu dapat membeli perangkat militer Rusia dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang dijual Rusia ke negara-negara di luar persemakmuran CIS.

Angkatan Udara Azerbaijan saat ini mengandalkan MiG-29A sebagai satu-satunya pesawat tempur superioritas udara yang dipersenjatai dengan varian rudal udara ke udara R-27 yang menua.

MiG-29A dianggap cukup untuk memastikan superioritas udara jika terjadi potensi konflik dengan Armenia, dan mempertahankan paritas kualitatif dengan Angkatan Udara Iran yang juga mengandalkan MiG-29A sebagai salah satu pesawat tempur yang paling mampu. Rencana akuisisi Su-30SM oleh Iran setelah embargo senjata PBB berakhir pada Oktober telah memberikan beberapa urgensi terhadap rencana modernisasi armada Azerbaijan.

MiG-35 adalah pesawat tempur untuk memasuki layanan di Angkatan Udara Rusia, dan pertama kali terbang pada Juni 2019. MiG-35 dirancang untuk menjadi pesaing sebagai pesawat tempur ringan dan lebih murah daripada Su-57 karena keduanya memiliki beberapa teknologi yang sama.

MiG-35 adalah pesawat tempur ringan yang menggunakan mesin thrust vectoring tiga dimensi, yang akan memberikan kemampuan manuver yang unggul daripada mesin vektoring dua dimensi pada pesawat tempur Su-30 milik Armenia.

MiG-35 merupakan jet tempur pertama buatan Rusia yang mengintegrasikan radar AESA, dan kompatibel dengan berbagai jenis senjata generasi terbaru, termasuk rudal hipersonik R-37M dan rudal jelajah Kh-38.

MiG-35 kompatibel dengan banyak infrastruktur pemeliharaan yang sama seperti MiG-29, dan pilot akan membutuhkan pelatihan minimal untuk mengkonversi antara dua jet tempur tersebut. Sementara pesawat tempur MiG-35 memiliki sejumlah kekurangan kecil dibanding pesawat tempur berat seperti Su-35 dan Su-30SM – karena daya jangkau dan muatan senjata serta kapasitas radar yang lebih kecil – namun MiG-35 lebih unggul pada biaya pemeliharaan dan operasionalnya yang sangat rendah, yang memungkinkan untuk menerjunkan dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Sebelumnya Azerbaijan pernah tertarik pada pesawat tempur JF-17 Tiongkok yang lebih murah dan kurang mampu, dan tidak dianggap sebagai pembeli potensial untuk MiG-35, dan minatnya pada jet itu dapat menjadikannya klien pertama di dunia.

Rusia di masa lalu telah menawarkan untuk membeli MiG-29 kepada negara yang tertarik dengan MiG-35 untuk membantu mengimbangi sebagian biaya pembelian, meskipun masih belum pasti apakah ini akan ditawarkan kepada anggota CIS yang akan menerima MIG-35 dengan harga sangat diskon.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar