Jan 262019
 

JakartaGreater.com – China mulai menawarkan jet tempur Chengdu J-10 ke Bangladesh dan Laos untuk melepas ketertarikan kepada jet tempur ringan Yak-130 buatan Rusia yang sedang dipertimbangkan oleh kedua negara tersebut, seperti dilansir dari Defense World.

China sebelumnya telah berusaha membuat Pakistan tertarik pada J-10 tetapi Islamabad cuma menunjukkan sedikit minat meskipun beberapa foto menunjukkan para pemimpin militer Pakistan ada di kokpit jet tempur Chengdu J-10 itu.

Ketika Laos membeli Yakovlev Yak-130, diyakini bahwa itu akan menjadi jet tempur utama di Angkatan Udara Laos. Namun, sepertinya mengimpor Yak-130 hanyalah sebuah langkah untuk mempersiapkan pembelian jet tempur utama baru, yang kemungkinan besar adalah J-10C China.

Laos berbatasan dengan Thailand di sebelah barat dan Vietnam di sebelah timur. Thailand saat ini memiliki jet tempur F-16 buatan AS dan jet tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia di armada angkatan udara. Sementara itu Angkatan Udara Vietnam dilengkapi dengan jet tempur Su-27 dan Su-30 dari Rusia dan dilaporkan membeli jet tempur Su-57 terbaru.

Jet pelatih tempur Yak-130 Angkatan Udara Rusia © Lukasz Golowanow via Wikimedia Commons

Pesawat tempur utama Angkatan Udara Laos adalah MiG-21. Dengan mempertimbangkan daya gempur tetangganya di Asia Tenggara, maka mereka dapat memilih pesawat generasi keempat Chengdu J-10 untuk modernisasi armadanya.

Dilain pihak, salah satu dari 2 skuadron dari 36 pejuang Rafale yang telah dibeli India akan dikerahkan di dekat perbatasan India dengan Bangladesh yang telah mempengaruhi China untuk menjual jet tempur Chengdu J-10 ke Bangladesh, karena negara itu tidak memiliki dukungan udara yang kuat. Pada tahun 2018, Angkatan Udara Bangladesh pun mengirim delegasi untuk melakukan survei lapangan tentang kinerja J-10C yang memperkuat niatnya untuk memperoleh pesawat tersebut.

Bahkan jika Laos dan Bangladesh menandatangani kontrak untuk membeli jet tempur J-10 China, volume pembelian mereka hanya akan cukup untuk melengkapi 1-2 skuadron, yaitu 12-24 unit pesawat, mengingat ukuran terbatas dari angkatan udara mereka.

Juga, kecil kemungkinan bagi kedua negara tersebut untuk membangun jalur perakitan atau fasilitas perombakan besar.

Jet tempur Chengdu J-10 buatan China © Russian MoD via Wikimedia Commons

Namun demikian, pesanan ekspor untuk jet tempur J-10 dari kedua negara masih sangat signifikan, yang mana layak direbut oleh China melalui kompromi tertentu atas harga dan teknologi mereka.

Penjualan Chengdu J-10 di kedua negara akan sangat penting bagi jet tempur China untuk memperluas ekspor ke negara-negara asing termasuk Pakistan.

J-10 memiliki keunggulan di atas pesawat populer lainnya di pasar internasional. Typhoon dan Rafale buatan Eropa sangat mahal dan memiliki biaya perawatan tinggi (dengan harga satuan hampir $ 100 juta). Sementara jet tempur Rusia tertinggal dalam kinerja dan jet tempur AS akan menghadapi hambatan ekspor yang tinggi.

Versi terbarunya, J-10B dilengkapi dengan radar AESA dan rudal udara-ke-udara PL-10 dipandu inframerah dan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15 yang baru. Sebuah pesawat J-10B yang dilengkapi dengan mesin thrust-vectoring telah ditunjukkan di Air Show China pada bulan November 2018.