Akankah Chengdu J-10 Eksis diantara F-16, Jas 39 Gripen dan Su-27/30?

117
Jet tempur J-10C Angkatan Udara China sedang berlatih pada 12 April 2018 Β© Xinhua News

JakartaGreater.com – China mulai menawarkan jet tempur Chengdu J-10 ke Bangladesh dan Laos untuk melepas ketertarikan kepada jet tempur ringan Yak-130 buatan Rusia yang sedang dipertimbangkan oleh kedua negara tersebut, seperti dilansir dari Defense World.

China sebelumnya telah berusaha membuat Pakistan tertarik pada J-10 tetapi Islamabad cuma menunjukkan sedikit minat meskipun beberapa foto menunjukkan para pemimpin militer Pakistan ada di kokpit jet tempur Chengdu J-10 itu.

Ketika Laos membeli Yakovlev Yak-130, diyakini bahwa itu akan menjadi jet tempur utama di Angkatan Udara Laos. Namun, sepertinya mengimpor Yak-130 hanyalah sebuah langkah untuk mempersiapkan pembelian jet tempur utama baru, yang kemungkinan besar adalah J-10C China.

Laos berbatasan dengan Thailand di sebelah barat dan Vietnam di sebelah timur. Thailand saat ini memiliki jet tempur F-16 buatan AS dan jet tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia di armada angkatan udara. Sementara itu Angkatan Udara Vietnam dilengkapi dengan jet tempur Su-27 dan Su-30 dari Rusia dan dilaporkan membeli jet tempur Su-57 terbaru.

Jet pelatih tempur Yak-130 Angkatan Udara Rusia Β© Lukasz Golowanow via Wikimedia Commons

Pesawat tempur utama Angkatan Udara Laos adalah MiG-21. Dengan mempertimbangkan daya gempur tetangganya di Asia Tenggara, maka mereka dapat memilih pesawat generasi keempat Chengdu J-10 untuk modernisasi armadanya.

Dilain pihak, salah satu dari 2 skuadron dari 36 pejuang Rafale yang telah dibeli India akan dikerahkan di dekat perbatasan India dengan Bangladesh yang telah mempengaruhi China untuk menjual jet tempur Chengdu J-10 ke Bangladesh, karena negara itu tidak memiliki dukungan udara yang kuat. Pada tahun 2018, Angkatan Udara Bangladesh pun mengirim delegasi untuk melakukan survei lapangan tentang kinerja J-10C yang memperkuat niatnya untuk memperoleh pesawat tersebut.

Bahkan jika Laos dan Bangladesh menandatangani kontrak untuk membeli jet tempur J-10 China, volume pembelian mereka hanya akan cukup untuk melengkapi 1-2 skuadron, yaitu 12-24 unit pesawat, mengingat ukuran terbatas dari angkatan udara mereka.

Juga, kecil kemungkinan bagi kedua negara tersebut untuk membangun jalur perakitan atau fasilitas perombakan besar.

Jet tempur Chengdu J-10 buatan China Β© Russian MoD via Wikimedia Commons

Namun demikian, pesanan ekspor untuk jet tempur J-10 dari kedua negara masih sangat signifikan, yang mana layak direbut oleh China melalui kompromi tertentu atas harga dan teknologi mereka.

Penjualan Chengdu J-10 di kedua negara akan sangat penting bagi jet tempur China untuk memperluas ekspor ke negara-negara asing termasuk Pakistan.

J-10 memiliki keunggulan di atas pesawat populer lainnya di pasar internasional. Typhoon dan Rafale buatan Eropa sangat mahal dan memiliki biaya perawatan tinggi (dengan harga satuan hampir $ 100 juta). Sementara jet tempur Rusia tertinggal dalam kinerja dan jet tempur AS akan menghadapi hambatan ekspor yang tinggi.

Versi terbarunya, J-10B dilengkapi dengan radar AESA dan rudal udara-ke-udara PL-10 dipandu inframerah dan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15 yang baru. Sebuah pesawat J-10B yang dilengkapi dengan mesin thrust-vectoring telah ditunjukkan di Air Show China pada bulan November 2018.

36 KOMENTAR

    • Indonesia jk ingin mnjd ekonomi ke 4 dunia hutang yg semakin menpuk tentu dilunasi, jk tdk demikian? Maka hutang indonesia akan brtambah menumpuk yg hampir tembus 5000 trilyun, jk dihitung pembagiannya kesetiap daerah, maka setiap daerah menananggung hutang trsebut 150 trilyun, yg setiap daerah trsebut blm tentu mndapatkan pendapatan ekonomi daerah sebesar 10 triulyun setiap tahun, oleh karna ini infrastruktur trlambat kesetiap daerah krna hutang yg semakin menumpuk & bukan tdk mungkin indonesia bubaran
      πŸ˜† πŸ˜†

    • Tukang ngelindur…caxaxacaxaaaa…!!!.
      Negara lain mulai nuai hasil…laa kita baru bisa bilang AKAN atau KEDEPANYA…!!!
      Kerja sih kerja bos tapi yaa harus pintar jadi kerja pintar namanya…harus punya terobosan harus punya inovasi harus punya tekat kuat…dan harus berani tentunya…jangan cuma jarkon saat kampaye…dan anget anget ayam tayi….mana repormasi birokrasi….???

      • Gue kira kita kurang ambisi dan sekedar atau alakadar saja…mungkin pemikiran kita telah ditutupi oleh doktrin kapitalis dan libralis…negara yang kuat harus punya keinginan yang kuat juga…dan pemimpin yang hebat dan kuat akan memicu semangat juang bangsa…ambil contoh rusia dengan vladimir putinya…atau iran atau turki dengan mahmud ahmadinejad dan tayib erdogan…!!!
        Pemimpin berani cerdas dan pekerja keras…itu motor utama bangsa…tidak takut tekanan asing bila menyangkut kepentingan nasional kita…!!!
        Bagai mana mau besar dan berhasil…jangan kata tekanan asing aseng…laa wong sama sindikat aja kompromi…contoh pajak barang mewah ditiadakan karna takut sindikat penyelundupan…kayak mana mau besar penghasilan negara…wong pajak barang mewah yang seharusnya jadi pendapatan besar malahan di non…kan…!!!

      • Klu indonesia bubaran? Paling perpulau yg pisah dr indonesia, pulau sumatra, pulau kalimantan, pulau sulawasi, pulau timor, pulau nusa tenggara timur & barat mnjd satu pemerintahan & pulau papua, klu pulau jawa yg menanggung hutang trsebut
        πŸ˜† πŸ˜†

          • Gimana mau akur klo sumber dananya terputus dan tidak ada lagi pemasukan dari Papua, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan?

            Opsinya ya tinggal ekspor tenaga kerja, makanya dibawah Jawa cuma bisa beli F-16 dan NASAMS aja, jangan mimpi F-35 seperti Sumatera πŸ˜› wkwwkkw

    • Nqkun kayak anak tk ngambek…main bubaran segala…xaxaxaxa…
      Masalahnya belum benar benar ada pemimpin besar yang lahir lagi dinegri ini…atau mungkin jaman tidak memungkinkan untuk melahirkan pemimpin besar berkarisma lagi…memang benar ganti rejim belum tentu lebih baik tapi belum tentu juga lebih buruk…jadi memang sulit memprediksinya…tapi seandainya ada benar pemimpin bagus dan baik mungkin konstitusi kita harus memberi lebih banyak kesempatan pada pemimpin tersebut….karna bukan masalah berapa lama dia menjabat tapi berapa besar dia bisa buat perubahan yang lebih baik…karna jangka waktu sepuluh tahun tidak akan bisa merubah suatu negri…!!!
      Kan percuma juga jabatan dibatasi tapi tidak bisa mendapat pemimpin yang berkualitas…jadi pembatasan masa jabatan itu juga kurang bermanfaat…mungkin karna troma masa lalu itu yang buat pemikiran kita bahwa pembatasan masa jabatan adalah suatu keharusan dan kebaikan…!!!

  1. Chengdu J-10, (dikenal di Barat sebagai “Vigorous Dragon”, atau dalam NATO disebut : Firebird) adalah pesawat tempur multirole ringan mampu beroperasi di semua cuaca , dikonfigurasi dengan desain sayap delta dan canard , dengan kontrol penerbangan fly-by-wire , dan diproduksi oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC) Republik Rakyat China untuk Angkatan Udara Pembebasan Rakyat (PLAAF) . Angkatan Udara Pakistan adalah satu-satunya pelanggan ekspor untuk J-10…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/chengdu-j-10-naga-perkasa-dari-tiongkok.html