Mar 212019
 

Jet tempur F-35A Australia mendarat di Pangkalan Udara Williamtown © Kemhan Australia via Twitter

JakartaGreater.com – Menurut Sebastian Roblin, fakta bahwa Israel telah menambahkan lebih banyak peralatan ke F-35I telah membuat lini jet tempur siluman tersebut menjadi mudah terekspos serta rentan terhadap sistem pertahanan udara Suriah, seperti dilansir dari laman National Interest pada hari Minggu. (17/3/2019)

Komentar diberikan oleh majalah online Amerika ketika membahas tentang kemampuan F-35A AS dan versi ekspor F-35I untuk Israel, masalah ini sangat serius ketika Angkatan Udara Israel memutuskan untuk melengkapi seluruh armada F-35I dengan tangki bahan bakar eksternal berukuran besar untuk menampung hingga 1930 liter BBM.

Dan inilah alasan mengapa F-35I Israel sangat berkurang dalam hal sembunyi-sembunyi (stealth – siluman) jika dibandingkan dengan F-35A di Angkatan Udara AS dan sekutu lain yang membeli F-35A. Dan pertahanan Suriah tidak akan terlalu sulit untuk mendeteksi serta mengikuti F-35I jika dikirimkan ke Suriah oleh Angkatan Udara Israel.

Tidak hanya itu saja, karena kemampuan stealth yang berkurang, F-35I sulit mengatasi jaringan anti-udara Suriah, di mana sistem S-300 yang canggih tersedia. Dan skenario sepenuhnya dimungkinkan dengan F-35I, yang ditembak jatuh oleh sistem lama seperti S-200 Damaskus.

Israel saat ini belum memiliki tanggapan untuk mengomentari artikel majalah AS, tetapi informasi ini mengingatkan orang-orang tentang insiden pertengahan 2018 saat pesawat tempur siluman F-35I Israel terlacak oleh FlightRadar24 melakukan perjalanan di Israel utara.

Data pada FlightRadar24 menunjukkan bahwa pesawat tempur F-35I menggunakan kode AF351F Amerika, lepas landas dari pangkalan udara Nevatim, terbang melalui Jalur Gaza dan menuju ke laut.

F-35I terbang di sepanjang pantai dengan kecepatan maksimum 1.175 km/jam, melintasi pulau-pulau hingga wilayah Haifa dekat perbatasan Israel-Lebanon. Seluruh penerbangan ini berlangsung selama sekitar satu jam dan dipantau oleh FlightRadar24.

Segera setelah kasus tersebut dipublikasikan, para pakar dan militer Israel mengangkat 2  teori. Beberapa analis mengatakan bahwa itu adalah tindakan yang disengaja Angkatan Udara Israel. Namun, berdasar informasi yang diterbitkan oleh National Interest di atas, kemampuan F-35I tidak sehebat klaim Tel Aviv dan itu bisa ditembak jatuh oleh senjata generasi tua yang dimiliki Suriah.

Jet tempur siluman F-35I Adir di Pangkalan Udara Nevatim, Israel, 12 Desember 2016 © Tech. Sgt. Brigitte N. Brantley of U.S. Air Force

Dan ini dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal bagi orang-orang yang tidak lagi mendengar atau melihat penampilan jet-jet tempur Israel, terutama pesawat tempur siluman F-35I di sepanjang garis perbatasan antara Suriah dan Lebanon pada hari-hari terakhir ketika S-300 Suriah resmi beroperasi.

Tanpa diduga, Times of Israel-lah yang memimpin sumber-sumber militer dari Tel Aviv untuk mengonfirmasi bahwa seluruh pejuang F-35I Angkatan Udara Israel menghentikan sementara semua kegiatannya, termasuk penerbangan di dekat wilayah Suriah.

Times of Israel juga mengakui bahwa, bahkan tanpa adanya larangan terbang pun, F-35I tidak akan berani mengambil risiko menyusup ke wilayah udara Suriah, terlebih setelah mengetahui sistem S-300 Suriah dalam kondisi siaga untuk meluncurkan amunisi.

  5 Responses to “Akankah F-35I Israel Rentan Ditembak S-200 Suriah ?”

  1.  

    Klo ini bisa disebut F-35 yg bosan jadi siluman 😛 hihihi

  2.  

    SURIAH SUDAH SIAP PERANG ELEKTRONIKA
    DIMNA F.35 SEPERTI BURUNG BANGAU SIAP DI MANGSA BERUANG. HAHAHAAAA

  3.  

    Siluman muosoook takut sama S300, kemarin ada peneliti katanya s400 di suriah gak berguna…

  4.  

    Katakan kebohongan “F35 adalah siluman” berulang2 maka orang akan tetap aja tidak percaya

    😎