Aug 012016
 

Frigate Iver Huitfeldt Class

Kapal frigate Iver Huitfeldt Class menjadi kapal perang andalan Denmark karena kecanggihannya. Real Frigate ini dibangun oleh Odense Steel Shipyard pada tahun 2008. Denmark membangun tiga kapal, yaitu Iver Huitfeldt (F 361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363). Kapal Iver Huitfeldt Class dibangun berdasar desain kapal Absalon Class, yang dibangun pada tahun 2004. Lambung kapal Iver Huitfeldt Class dirancang untuk mengurangi tangkapan sinyal radar, radiasi inframerah, suara bawah air, dan sinyal magnetik, sehingga kapal ini cukup sulit dideteksi oleh musuh. [navalteam]

Iver Huitfeldt Class 1

Urusan radar, Iver Huitfeldt Class menggunakan radar SMART-L (Signaal Multibeam Acquisition Radar for Tracking) yang berjalan di frekuensi L band, dapat mendeteksi sejauh 400 Km (maks). Juga ada radar APAR (Active Phased Array) yang berjalan di frekuensi I band dan radar SCANTER 6000. Untuk mendeteksi lawan di bawah air, ada sonar ATLAS ASO 94 hull mounted yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam. Selain itu ada juga radar pengedali tembakan jenis Saab CEROS 200. Dan untuk meladeni peperangan elektronik digunakan ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures. [seaforces.org]

Iver Huitfeldt Class 2

Untuk persenjataan, kapal frigate Iver Huitfeldt Class dipersenjatai dengan meriam Oto Melara 76mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41, SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved Sea Sparrow Missile), 2 peluncur empat tabung rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90. [pinterest]

Iver Huitfeldt Class 3

Spesifikasi kapal memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Dengan empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 berkekuatan 8,2 MW permesin, mampu dipacu hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots. [militaryfactory]

Iver Huitfeldt Class 4

Selain itu kapal ini terdapat hanggar dan dek untuk helikopter ukuran medium atau helikopter dengan berat 20 ton. Menurut Wikipedia.org, satu unit kapal ini bernilai US$ 325 juta. [clydecide]

Iver Huitfeldt Class 5

Kapal frigate Iver Huitfeldt manuver bersama kapal frigate Norwegia. Pada 7 Maret 2016 lalu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat mengunjungi kapal kedua dari Iver Huitfieldt Class, kapal Peter Willemoes (F362) di fasilitas pangkalan AL Denmark. Berita terakhiir terdengar bahwa Denmark telah menawarkan kapal perang rancangan mereka seperti Absalon Class. Melihat perencanaan alutsista TNI terakhir, tercantum pengadaan kapal frigate dengan dana sekitar US$ 780 juta. Bila TNI AL melirik dan memesan kapal frigate Iver Huitfeldt Class dengan bobot sekitar 6.645 ton, merupakan lompatan besar dalam armada TNI AL dan tercanggih di Asia Tenggara.

Sumber : Garudamiliter.blogspot.co.id

Berbagi

  67 Responses to “Akankah Frigate Iver Huitfeldt Class Nyantol di Indonesia ?”

  1.  

    Saya berharap bisa nyantol min …Semoga bisa.di akusisi

  2.  

    Mudah2an bisa nyantol dan bisa TOTnya . Dari desain lebih bagus buatan Belanda, sehingga nanti bisa diracik Fregat Indonesia sendiri

  3.  

    Seharusnya TNI AL jg menkombinasikan kaprang2nya sama spt saudaranya di udara dan darat,buat antisipasi embargo dan kombinasi teknologi. Fregate iver huidfelt dibeli dan coba beli jg biarpun cm dikit fregate admiral gorskov atau fregate kamorta class. Dari segi teknologi bisa dikatakan setara,bedanya di rudal ssm n sam yg lebih yahud.

    •  

      Saya setuju dengan anda ,bagusnya sebagian kapal perang kita menggunakan tehnologi Rusia,tentu lebih di perhitungkan karena tehnologinya tidak di kenal pasti negara negara pion barat di sekitar kita,juga mencegah kelumpuhan apabila ada embargo.
      Yang lebih penting lagi bukan lagi membeli kapal sebanyak banyaknya ,tapi melengkapi platforn senjata sekomplit mungkin. Kita tahu kita punya banyak kapal tapi senjatanya tidak komplit bayangkan kapal sekelas SIGMA masih pakai canon manual ,belum semua menggunakan RCWS dan kelengkapan lainnya.
      Kalau kita amati Jiran kita utara mereka karena dana terbatas sekarang aktif meretrofit senjata dan kelengkapannya .Kalap kapal tua yang masih aktif di perbaharui senjata dan kelengkapannya dan komplit tidak setengah setengah.Hely tua Nuri yang di banyak negara sudah jadi besi tua tapi tatap mereka pertahankan dengan melakukan peremajaan. Jadi semua senjata yang mereka punya dengan kemampuan maksimal sementara kita punya lebih banyak asset dari pada mereka tapi dengan senjata seadanya ,bahkan kapal nya baru tapi canon dan senjata lama di pasangkan ke kapal baru yang katanya sementara tapi sementaranya entah sampai kapan.

      •  

        @the komerat

        Komen yang cerdas, AL beli jugaa kaprang dari rusia utk antisipasi di embargo blok barat, tapi kaprang buatan rusia mesin2nya malah diembargo duluan sama ukraina….piye?

  4.  

    Kali harga per unit nya aja us$ 325, sedang dananya untuk beli Alutsista fregate ada us$ 780 berarti cuma dapat 2 kapal dong??? Gimana bung josbus bisa bilang 20 unit????

  5.  

    Kalo rencana heavy frigate sementara kan memang 2…light fregatnya 20 unit sampe 2024 nanti…

  6.  

    Aku lebih suka sigma…
    Tinggal di modifikasi disesuaikan senjata dan radar serta pertahanannya.

  7.  

    Oerlikonnya ada dia unit bro ts,…di depan ama di belakang. Usd 325 jt ma termasuk murah kang….krn beberapa senjata kayak meriam otp melara comotan dari frigate denmark yang dulu. Mending kalau pengadaan baru meriamnya jgn yg 75 mm skalian yang 120mm. Akakakaka..maknyos gk ketulungan…

    Smart L dan Apar betul2 lompatan buat TNI , dan jika di Indonesia mengakusisi ini dan Grippen..tactical link awarenesssnya pasti interkoneksi,…pasti joss gandoss…

    1 skuadron grippen, 1 frigate class iver, 1 changbogo, ditaruh standby di natuna udh kebagusen…akakakaka…..

  8.  

    minum kopi dulu
    ntar aja comment nya

  9.  

    mending fregat india….campuran barat dan timur….kenapa????kita akan kesulitan dapatkan rudal dari barat kayak harpoon atau missile kelas mk lainnya….kalau boleh tentu yg down grade…..kapal india itu lebih ganas aku kira….electronik buatan barat…rudal buatan rusia…..ciws milenium gak terlalu strong….mending kahstan di depan belakang…..rudal anti udara minim aster 30…..atau sejenis buatan rusia…..

  10.  

    siapa yg berkhayal, buktinya Hanya Indonesia saja di Asia tenggara yg berani menenggelamkan kapal nelayan China, Malaysia yg diklaim alutsista lebih ok diam planga plongo aja ketika nelayan China dibackup coast guard China pada mancing mania di wilayah laut Malaysia..
    Mengghadapi Coast Guard China yg di backup Navy China ngga mungkin lah TNI AL alutsista + skill biasa aja…
    Masih saja ada pemikiran mental Orba : berkhayal!, duit darimana? rudal ngga lengkap! TNi AD aja dibelikan Apache Generasi TERAKHIR…masa TNI AL ngga dikasih barang gress…
    RIMPAC kapal TNI AL yg memimpin pelatihan memburu kapal selam! Why? bisa jadi sudah biasa memburu kapal selam PLA + Australia Navy…

  11.  

    Yg sy tahu desain lambung iver huitfeldt milik kapal komersiil…kurang kuat dibanding lambung kapal yg mmg dibangun u/ desain kapal perang, itu salah satu alasan knp hrg bs murah!

    Tp drpd hr senin hrg naik, mending dibungkus dl sambil mikir2 cari nama.

  12.  

    24 cel untuk rudal aster 15, 34 cel rudal aster 30 untuk hanud, 4 peluncur anti kapal rudal yakhont pasti mantap, negara lain pasti kabur kalau ketemu nih kapal

  13.  

    aku rasa memang bnar klu fregate iver huitfeldt clas mungkin terkeren di asia tenggara, jd gada jeleknya di beli pak..

  14.  

    masih ganas kolkata india…technology campuran barat,israel dan senjata rusia…ciws malah ada 4 itu ak 630….strongggg…kapal dengan 4 ciws…kena sembur…rudal rontok saat mendekat

  15.  

    Wajib borong 100 unit..

  16.  

    RA SAH NEKO NEKO, DR PADA CUMAN AKAN DIKAJI, BELI TIPE KCR JA SAMA KAPAL ANGKUT, PANTES BUAT INDONESIA

  17.  

    Kenapa gak suruh PT. PAL saja buat desain kapal sendiri daripada beli dari luar, urusan senjata kan bisa impor tinggal teknisi kita saja yg mengintregrasikan, walaupun harga lebih mahal tapi bisa membuat teknisi kita lebih berpengalaman dalam hal rancang bangun sebuah kapal dan lagian PT. PAL sudah berpenglaman dalam hal perkapalan dr kcr sampai yg terakhit Pkr jd saya rasa PT.PAL pasti mampu jika buatkapal seperti ini.

  18.  

    Kita butuh kelas frigte murni,, terserah asal jgn barang chungko.. Ripuh gancang rusak!!

  19.  

    Bolehlahhhh……keren……tapi soal senjata masih biasa Standard NATO….gak papa sudah saatnya pensiun si van spijk , nala dan Parchim…..ganti baru biar prajurit TNI AL senang

  20.  

    selama kunjungan tersebut menhan RI melihat dari dekat di NAVAL STATION KONSOR adalah fregat peter willlemoes ( F 362 )
    ini videonya https://www.youtube.com/watch?v=8-pyiutT_2w

  21.  

    kalo dalemannya buatan thales nederland kenapa gak ambil yg 7 provinsi aja?

  22.  

    Kapal yang belum teruji perang kok mesti diributkan,…
    wadeuh..

  23.  

    Kemahalan nga cocok dengan kantong indonesia

  24.  

    Semoga… Baikx TNI… Mmiliki kapal induk helikopter… Itu baru mantap!!!

  25.  

    INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG frigate Iver Huitfeldt Class!!!

  26.  

    Sigma 220jt Dah full senjata om.. itu pakde ku krj di pt pal

  27.  

    Salah satu yg agak sulit adalah di sistem persenjataan khususnya missile nya yg masih bersumber dari produsen amerika tau sendiri gimana rumitnya utk membeli beberapa missile dari amrik…bila Kemenhan dapat melobi utk mengganti persenjataan yg TNI sudah Familiar seperti dari MBDA mungkin iver Class bisa jadi alternatif Frigate kelas berat yg sampai saat ini TNI-AL belum punya

  28.  

    Indonesia darurat DANA…buat borong alutsista…

    250 galangan kapal nasional…apkh tdk mampu memenuhi kebutuhan TNI AL ???…

    blum cukup kh ilmunya ???….at blm cukupkah ke PeDe’annya ???…

    Ayolah untuk berpikir maju buat kepentingan nasional sepenuhnya…

    Make in indonesia!!!…

  29.  

    Untuk idealnya sih Indonesia masih butuh kurang lebih 100an kapal dari berbagai tipe, sehingga totalnya sampe kurang lebih 250an di tahun 2024. Kapal” ini rencananya dibagi ke 3 armada, Armabar untuk urusan Samudra Hindia dan LCS, Armateng untuk urusan Australi dan NZ, Armabar untuk urusan Pasifik, baru poros maritim ga cuma sekedar mimpi. PKR harusnya dalam tempo 10 tahun sudah bisa ditingkatkan ke Heavy Frigate

  30.  

    kenapa ga kapal perang basis Sigma aja yg dimelarin dari 105 meter (10514) kelas light fregat ke 120 meter (12014) kelas real (heavy fregat) atau bahkan jadi 200 meter (20014) sekelas destroyer..dari segi penampilan lebih cantik dan stealth (siluman)..tinggal nanti diisi sama SENJATA dan RUDAL yang TERBAIK untuk kelas masing2..” CINTAILAH PRODUK2 INDONESIA..”

  31.  

    Bungkus 3 hutang ,, dibayar klu ingat

  32.  

    INDONESIA DARURAT KAPAL DESTROYER. BUKAN KAPAL TONGKANG.

  33.  

    nggak mungkin dibeli, setelah disurvey tinggal diwacanakan saja….toh kita ndak akan pernah perang….kalaupun diserbu negara lain…..kita tetap tidak akan perang…..ndak mampu kita perang….mampunya kita cuma bergerilya….(mungkin)….sambil meratapi nasib oh nasib

  34.  

    TNI pilihannya antara 2 Iver.H atau tambahan 4 PKR 105. Saya pilih Iver.H, karena kita belum punya flag ship yang layak + dapat ilmu bikin fregat. Hanya saja nanti persenjataannya mau pakai buatan mana dan bisa lengkap apa tidak, masih tanda tanya.

    Sementara itu, jika pernyataan Jokowi kemarin tentang pembelian alutsista harus mempertimbangkan dampak jangka panjangnya, itu benar-benar serius. Maka “mungkin” fans Su-35 akan berduka sebentar lagi.

    PS; persenjataan di dek depan Iver.H konfigurasi aslinya Milenium gun 30mm dan oto melara 75mm super rapid gun.
    NB; just hoax

  35.  

    Comment:harganya wajar coba bandingan dngan PKR sigma 10514 jadi jngn kelamaan mikir ntar keburu basi minta TOTnya yang banyak kalo bisa rakit di PT PAL bravo INDONÉSIA!

  36.  

    Iver beli 5 unit, shivalik beli 5 unit, cukul utk perkuat natuna, tarakan, morotai, biak, biar china, pinoy dan malontong ga bs neko2 diperairan kita. Salam.

  37.  

    Bungkus 2 unit + tot nya sekalian, gabungin sama design belanda …

  38.  

    ga trlalu mahal, untuk kapal seukuran real fregat 6000 ton bung, cuma uss325juta , kapal pkr aja uss 220 juta, mnding ambil nh kapal, sekali2 TNI perlu real fregat, walaupun ga bnyak, dana sukhoi udah ada di TNI AU, ngapain utak atik dananya TNI AL, smua udah ada porsinya msing2

  39.  

    Setuju aja dengan Fregat ini, pertanyaannya, bagaimana kelanjutan PKR10514, apakah pesennya lg cuma 1 (satu) dan gmn road map kemandirian Alutsisa khsusus Kaprang permukaan maupun Submarine…syukru bisa beli 2 unit Heavy Fregat ini ++ 2 unit PKR 10514 tentu pluss TOT. Sebab setelah 4 unit PKR 105, PT PAL/TNI AL mesti naik kelas bikin Fregat kelas 125m,,pertanyaan laiin bukakah Korvet & Fregat TNI AL sdh didesain dengan Basic SIGMA Class? apakah mau menambah ragam teknologi ?

  40.  

    Laksanakan kalau itu menjadi terhebat bagi TNI AL……..

  41.  

    defcon 3 anda Mantaaap

  42.  

    Kmahalan…. lbih baik serahkan uang buat PT PAL untuk adopsi senjata dan radar dari rusia… Tinggal tancap d KRI martadinata clas. Jdix lebih gahar…. Kolaborasi nato n rusia.

  43.  

    kalau senjata masih strong kolkata fregat

  44.  

    kita ngak bisa langsung buat pilihan F 361 F 362 atau F 363 karena kerangka
    modernisasi sista baru muncul di 2019. itu baru rangkanya aja yg kelihatan.
    jadi menurut saya perlu ada REVOLUSI ALUTSISTA dengan bercermin dari
    kesalahan yg begitu mendewakan alat perang dari eropa dan US. sekarang
    waktunya mencoba buat sejarah baru dengan memalingkan pandangan kita
    ke saudara tua rusia. apa yang tidak mungkin kita raih sekarang untuk
    membuat pertahanan yang kuat di masa depan. jadi jangan membuat keputusan
    yang dapat memperlemah doktrin hankam yaitu…TRI DHARMA EKA KARMA
    seperti yg pernah di katakan jenderal TNI Gatot Nurmantyo pihaknya akan melakukan modernisasi terhadap alutsista. Apalagi, 55 persen kondisi alusista saat ini telah berusia lebih dari 35 tahun. Diakui Gatot, hal ini berbeda dengan negara lain yang terus melakukakan modernisasi (upgrade) persenjataannya.

  45.  

    nyantol bung 2 biji.bappenas udah oke.terkait pindad,LEN,dahana.dapat ToT dari danish rudal anti serangan udara jarak pendek.Lumayan daripada tergantung ma cina.kita juga dapat lisensi ini fregate lho….tabe

  46.  

    kalo lihat ukuran kapal segitu besar meriam utama superapid 76mm jadi terkesan seperti meriam CIWS…. cocoknya kaliber 120mm ke atas.

  47.  

    Kan emg PT PAL mau produksi FFGHM 12517,radar senjata Smart L & Apar

  48.  

    Jaman skrg meriam hanya sbgi pemanis,justru rudal dan menangkis rudal yg hrs dbanyakin.Trmsk Esm,Ecm & Eecm

  49.  

    Kapal modern rudal, radar , dan ciws harus yg canggih, meriam cukup 76mm

  50.  

    bila ekonomi lancar dan tax amesty juga lancar hingga desember thn ini………ngapain beli yg lpd….sekalian saja beli kapal induk beserta isinya lengkap..! juga satelitnya….,sambil melihat singapure,swiss,panama….dll..pada bangkrut.
    ha ha ha

  51.  

    Beli tiga gratis satu…

  52.  

    Wait and see aja …

  53.  

    kuharap kita tdk usah adopsi radar buatan rusia, gak singkron dgn standar kita yg make standar nato

 Leave a Reply