Jan 092019
 

KRI Raden Eddy Martadinata (331) fregat Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514. Usulan Damen dan Saab untuk program korvet TamandarΓ© Β© Damen Shipyard

JakartaGreater.com – Pemerintah India secara serius memeriksa kemungkinan “penjualan” varian BrahMos yang diluncurkan dari kapal, rudal jelajah supersonik yang dikembangkan bersama dengan Rusia kepada Indonesia, seperti dilansir dari laman Hindustan Times.

Menurut laporan itu, tim BrahMos dari perusahaan patungan antara New Delhi dan Moskow telah mengunjungi galangan kapal Indonesia di Surabaya pada tahun 2018 untuk “menilai pemasangan rudal tersebut ke kapal perang Indonesia”.

Penjualan rudal jelajah supersonik BrahMos ke Indonesia kemungkinan akan menghadapi banyak kendala. TNI AL adalah calon pelanggan kedua di Asia Tenggara untuk rudal, yang merupakan salah satu yang memiliki performa terbaik di kelas rudal jelajah “supersonik”. Vietnam dan India juga telah lama melakukan pembicaraan mengenai penjualan rudal itu.

Hindustan Times mencatat bahwa India dan Indonesia belum mencapai kesepakatan akhir tentang penjualan prospektif tersebut. Untuk saat ini, keseriusan “minat” Indonesia untuk membeli dan menyatukan minat India-Rusia dalam menjual berasal dari kunjungan tahun lalu ke galangan kapal untuk mengeksplorasi apa dan bagaimana kapal perang TNI AL bisa dan mungkin mengakomodasi rudal tersebut.

Desain “missile boat” dipersenjatai rudal BrahMos Β© Allocer via Wikimedia Commons

TNI Angkatan Laut saat ini telah mengoperasikan varian ekspor Yakhont buatan Rusia yang dirancang oleh Rusia berbasis rudal jelajah supersonik P-800 Oniks (3M55). Rudal-rudal itu ditempatkan dalam sistem peluncuran vertikal di atas kapal fregat Angkatan Laut Indonesia dari kelas Ahmad Yani, KRI Oswald Siahaan.

Tak jelas apakah pembelian BrahMos akan mewakili pengadaan yang lebih besar selain pada pesanan jumlah terbatas seperti Indonesia membeli Yakhont. Rudal BrahMos ini didasarkan pada Yakhont, yang merupakan versi ramjet dari P-80 Zubr, sebuah rudal anti-kapal buatan Uni Soviet.

Rudal BrahMos Blok I dikembangkan bersama India-Rusia Β© Mubeenk02 via Wikimedia Commons

Hambatan khusus terhadap pembelian BrahMos oleh Indonesia di tahun-tahun mendatang dapat berupa prospek sanksi AS berdasarkan Undang-Undang Melawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), yang menargetkan pelanggan ekspor produk pertahanan Rusia dan juga turunannya.

Bahkan dengan partisipasi India dalam usaha patungan tersebut, Brahmos Aerospace dapat dicermati mengingat statusnya sebagai usaha patungan antara NPO Mashinostroyenia Rusia dan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India. Untuk membeli rudal tanpa melihat sanksi, Jakarta akan membutuhkan keberanian mengabaikannya.

Kerjasama pertahanan antara India dan Indonesia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. New Delhi melihat Jakarta sebagai mitra penting dalam hal kebijakan “Act East”, terhadap Asia Timur dan Asia Tenggara. Tahun lalu, ke-2 negara memulai inisiatif bersama di pelabuhan strategis Sabang, yang terletak di ujung utara pulau Sumatera, mengangkangi Selat Malaka sekitar 90 mil laut dari Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Bagikan:

  16 Responses to “Akankah Indonesia Beli Rudal Jelajah BrahMos?”

  1.  

    Keren πŸ˜€ kembali menjadi pelanggan πŸ˜› hihihihih yang penting punya

  2.  

    pelanggan,,,? hah anak”Indonesia bisa apa?pelanggan& terima second/upgrade,kw,bekas!apalagi/memang kemauan “politik,nya?”.

    •  

      gak perlu ribut πŸ˜€ selama negara tidak bisa menjaga dan memberi makan putra-putri terbaik bangsa, jangan harap mereka mau mengabdikan diri demi kejayaan NKRI, tuh contohnya Turki, lagi krisis karena sumber daya manusianya lebih memilih bekerja ke luar negeri karena banyak faktor, dan RI sendiri juga telah lama mengalaminya.

      so, jangan sok idealis bilang “apa yg udah kalian beri untuk NKRI” selama NKRI sendiri tidak bisa berbuat apa-apa…

  3.  

    Indonesia darurat rudal secara mandiri…

  4.  

    Semua bsa d rundingkan…andaikan indonesia jadi mengakuisisi rudal ini dalam jumlah besar saya rasa india mau berbagi ilmu untuk pengembangan rudal nasional kita berbasis rx 450

  5.  

    pasang di KCR baru

  6.  

    Pindad katanya lagi nawarin Riffle ke Indihe…

    https://m.hindustantimes.com/india-news/india-exploring-sale-of-brahmos-cruise-missile-to-indonesia/story-fA9b5D1Ap27XbQcPQA5BhJ.html

    Kalau indihe borong riffle pindad dlm jumlah besar mungkin indonesia akan beli brahmos tapi yah… Entahlah…

  7.  

    Ya perlu pemimpin yang pemberani to yo, kayak Vietnam gitu, berani segalanya termasuk embargo EKONOMI, gak bakalan kelaparan

  8.  

    Kayaknya bakal berlanjut ke negosiasi yang lebih jauh, infonya akan ada TOT sih

  9.  

    Sekedar keep kerjasama produksi rudal china c 705…pa emang tot rudal c 705 gak jalan