Jan 272019
 

Fregat Iver Huitfeldt Class (Foto:Forsvarets billedgalleri)

JakartaGreater.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia Luhut Panjaitan, menyatakan dalam waktu dekat akan dibangun kapal samudera berukuran 138 meter yang akan dibuat oleh PT. PAL Surabaya dengan alih teknologi dari Denmark, dirilis situs Indomaritim.id, 21/1/2019.

“Ternyata kita belum punya kapal-kapal perang ukuran 130-an,” kata Luhut. Kapal perang berukuran 130 an meter diperlukan untuk mendukung penjelajahan di samudera yang lebih tahan lama bila dibandingkan kapal perang yang berukuran lebih kecil.

Beberapa tahun ini ramai pemberitaan tentang fregat Iver Huitfeldt Class dari Denmark yang disinyalir akan diadopsi oleh Angkatan Laut Indonesia sebagai kapal perang utama berdampingan dengan fregat KRI Martadinata class.

Kapal perang yang tidak lain adalah fregat Iver Huitfeldt Class buatan Denmark ini beberapa kali dikunjungi pejabat tertinggi Angkatan Laut Indonesia.

Iver Huitfeldt Class sebenarnya masuk segmen kelas fregat berat, atau diatas ukuran dari fregat standar, dengan panjang 138,7 meter dan bobot 6645 ton. Bahkan oleh TNI AL mungkin akan dimasukkan sebagai Destroyer ringan class.

Pembagian segmen antara fregat dan destroyer di era modern semakin rancu. Kian canggihnya perkembangan teknologi dan persenjataan modern menjadikan kapal perang berukuran kecil dan berbobot ringan kini juga memiliki daya hancur yang sama dengan kapal perang yang berukuran lebih besar.

Dibangun oleh galangan kapal odense steel shipyard pada tahun 2008, secara total Denmark membangun tiga fregat Iver huitfeldt class, yakni Iver Huitfeldt (f 361), Peter Willemoes (f362) dan Niels Juel (f363).

Fregat Iver Huitfeldt class dibangun berdasar desain kapal absalon class yang dibangun pada tahun 2004. Namun Iver Huitfeldt dibangun lebih streamline dengan desain siluman untuk mengurangi pantulan radar, paparan radiasi inframerah, gelombang suara di bawah air, dan sinyal magnetik, menjadikan musuh kesulitan mendeteksi Iver Huitfeldt.

Dari segi persenjataan fregat Iver Huitfeldt Class dipersenjatai dengan meriam Oto Melara 76mm Super Rapid di dek depan, 32 sel peluncur rudal vertikal Mk 41 yang mampu menembakkan rudal jelajah SM-2 untuk peran anti kapal permukaan.

Terinstal juga 24 sel peluncur sistem VLS rudal permukaan ke udara dan satu meriam otomatis CWIS Oerlikon Millennium 35 mm CIWS sebagai pertahanan udara.

Untuk pertahanan anti kapal selam, frigate Iver Huitfeldt Classdilengkapi dua peluncur torpedo MU90 dan 2 peluncur empat tabung rudal anti kapal Harpoon.

Andai Indonesia juga bisa memiliki persenjataan buatan AS, seperti rudal jelajah SM2. maka fregat Iver Huitfeldt Class bisa menjadikan alat pemukul yang strategis bagi kekuatan Angkatan Laut Indonesia, atau mungkin akan ada alternatif lain termasuk persenjataan dari Rusia untuk diinstal ke kapal perang Iver Huitfeldt Class, seperti rudal Yakhont atau Brahmos.

 Posted by on Januari 27, 2019

  64 Responses to “Akankah Indonesia Membangun “Destroyer Ringan” Iver Huitfeldt Class?”

  1.  

    nah… masih sama seperti dulu… AKAN lagi..

  2.  

    Kalau boleh kasih saran,jangan di sebut Destroyer Ringan.
    Cukuplah disebut Frigat.
    Jadi nanti kalau mau beli yang Kelas Destroyer,kan bisa lebih dari itu.
    Baik panjang,bobot,dan persenjataannya.
    Cuma saran saja.

    •  

      Wajar, karena senjatanya ya juga paling banter dari kelas ringan buatan China :lol: wkwkwkw

      •  

        Apapun itu kapal perang & kapal selam indonesia satupun tdk memiliki rudal jelalah
        :lol: :lol:

        •  

          Tapi konon katanya TNI AL punya Yakhont, itu kan jenis rudal jelajah dan jelas itu bukan rudal jelalah apalagi jelilah :P wkwkwkwk :lol:

          •  

            Tapi sekarang bagai mana broo?

            :lol: :lol:

          •  

            Klo soal rahasia itu biar @Aming Lee yang nanti menjelaskan :P

          •  

            Yaa mungkin aming lee akan menjlskan ke istri sipria & keluarga sipria rahasia trsebut & sekalian minta restu supaya tdk mnjd rahasia lg
            :lol: :lol:

          •  

            Yakhont itu Rudal Anti-Kapal Permukaan bukan Rudal Jelajah untuk serangan darat… apalagi VLS yang dipakai Iver buatan Eropa/Amerika dan tidak bisa di pasang oleh misil buatan Rusia yang secara diameter berbeda.
            Kata Destroyer terlalu tinggi untuk Kapal Ukuran dibawah 145 Meter… Sebenarnya Indonesia itu masuk Asia atau Australia sih Kalau Hewan Asia kan besar-besar dan Australia Hewannya kecil-kecil. begitu juga kapal perang.
            Kalau VLSnya cuma isinya untuk serangan udara aja mah mending kata Destroyer dihilangkan saja diganti dengan Frigate lebih cocok. Nanti kalau Indonesia sudah membeli Groshkov baru deh bisa di namai dengan sebutan Destroyer karena 16 dari 48 Missile di VLS nya menggunakan Rudal Jelajah untuk serangan Darat.

          •  

            @Kirigaya
            Coba ente baca lagi, paham??? (pinjem gaya @Agato)

            Type:
            -Cruise missile
            -Air-launched cruise missile
            -Submarine-launched cruise missile
            -Anti-ship missile
            -Surface-to-surface missile
            -Land-attack missile

            Place of origin: Soviet Union/Russia

            https://en.wikipedia.org/wiki/P-800_Oniks

        •  

          @ Kirigaya: Ente baru bangun dari Underworld ya… Yg namanya destroyer itu sekarang gak ada kaitannya ama panjang kapal atau rudal anti udara yg dibawa. Kapal panjangnya 135 meter juga ada yg masuk kelas destroyer. Ente juga harus tau istilah Destroyer AAW macam Hobart class atau Atago Class.
          Iver itu pake sistem Plug and Play yg memungkinkan kita buat ganti platform, nambah platform bagian bodi kapal sesuai dg kondisi. Kalo gak bisa pake VLS 41 ya pake buatan PAL terus pasang Brahmos atau Yakhont juga dah kelar.

          Udah itu urusin dulu aja harem haremnya.. Asuna dah nungguin tuh.

  3.  

    Klo boleh usul mending pesan 1000 speedboad kamikaze aja :lol: wkwkwkw

  4.  

    Sampai 5 taun k dpan ga akn bakalan jadi tuh kpal…yakin deh…

  5.  

    Kalo berita dekat pemilu itu mah angin angin surga…biasa yang suka berita kayak gini tukang tukangan…!!!

  6.  

    wow destroyer ringan, cobak klo kita bisa buat destroyer.
    pasti negara tetangga juga mintak bikin di sini, sambil ngomong, kan kita serumpun,,,,eekkk
    kita, lho aja kaleee……

  7.  

    Indonesia cuma punya rudal jaman jahiliah doang sekarang

  8.  

    yg di gadang si iver …
    yg di beli si omega …
    wkwkwkwk … ada apa gerangan neh ?

  9.  

    .

  10.  

    Kembali lagi JKGR kena imbas pilpress, … dulu sampe tawuran massal….

    Kubu Owo sudah nyerang duluan Kubu Owi , …

    Artikel apapun dikait-kaitkan , …hilang sudah makna beritanya ..

    Drpd bahas Owi dan Owo mending yang pada ahli disini babar tuh
    Iver vs Formidable Sing
    Iver vs Anzac ato Hunter Ausie

    Yang setahu saya Kita ngincer sifat customisasinya Iver baik dari teknis nya maupun skope kontrak jual-beli nya.

    •  

      Memang seharusnya seluruh warjag stop bahas pulitik, konsen jadi komentator militer, jadi pembela bangsa & negara, siapapun pemimpin nya, yg penting NKRI tetap merdeka, berdiri, berdaulat atas seluruh wilayahkepulauan Indonesia, di darat, laut dan udara … harga mati !!!

      •  

        klo membela bunglon seperti yang sekarang sih, sepertinya berat… dan krn hal itu banyak warjag yang hengkang dari sini, walau saat ini mulai bermunculan lagi generasi penerus tentu lambat laun bakal migrasi lagi seperti sebelumnya karena terkena PHP :P wkwkwwk :lol: AKAN

      •  

        Gue setuja sama sih den…ini hanya masalah perebutan kekuasaan ala demokrasi saja jadi jangan dipertebal atau diperdalam perbedaanya…karna tidak akan terlalu berpengaruh besar bagi rakya t dan bangsa…mungkin berpengaruh pada para sponsor dan pendukung saja…!!!

        Tapi militer juga tidak bisa lepas dari politik ekonomi loo…jadi semua saling kait mengkait…!!!

        Kalou masalah lingkar angap aja angin lalu…xaxaxaxa…mungkin dia salah satu orang yang kecewa atau sakit hati…atau mungkin juga salah satu sponsornya…sapa tau yang didukung menang kan kebagian kue….xaxaxaxaaa…kalou huha memang rada rada orangnya kalou komen mungkin saringannya dah bocor…tapi dia cukup kritis dalam melihat keadaan atau fakta yang ada…jadi sekali lagi apapun dan siapa pun memenangkan pemilu itu adalah presiden indonesia bukan peresiden pendukungnya semata…!!!

        •  

          Itu bocorkan karna ulahmu yg menyimpan pria trsebut terlalu lama, oleh karna itu baiknya loe minta restu ama istri sipria & keluarga sipria supaya tdk mnjd rahasia lg, apa perlu lingkar yg minta restu ama istri sipria & keluarganya
          :lol: :lol:

        •  

          Klo saya sih seponsorin keduanya :D karena yang mana yang menang ya tetep besar dan berlipat imbalan dari mereka :lol: wkwkwkw

          •  

            Gue aja kemarenanya ditawarin kursi males kok…wong kursi plastik mahal pula harganya…xaxaxaaxa….tapi kalo ada jabatan mentri perkomenan gue cukup tertarik….xaxaxaxaaa…!!!

          •  

            Hahahaha :lol: untung bukan kursi listrik untuk eksekusi terpidana mati :P

          •  

            Emang gue koruptor apa…gue tuh penga guran paling korupsi waktu….xaxaxaxa…

          •  

            biar penga guran yang penting sampingan lancar :lol:

          •  

            3nak kalo gitumah laa ini borok borok…pengAnguran terpaksa…dek….kalah bersaing dalam sikkil…karna lapangan kerjanya terbatas…mau buka usaha…takut renten…!!!

          •  

            Jaman skrg gak penting punya skill, yang penting sikil buat pijakan alias pendukung atawa beking :D wkwkwkwk… atau bisa andalkan anak buah bokap ente bung :P hihihihi… mau jadi PNS juga gampang, nilainya pasti tinggi…

          •  

            Papi mami saya di bejing bung…engak dimari…!!!

          •  

            Lagian saya juga engak suka makan gaji buta…isi absen duduk duduk kerjanya akhir bulan dapat uang…!!!

    •  

      Tergantung customnya Bung SP. Kalo mau lebih dari Formidable ya minimal pake SM-2 atau yg sekelas Aster 15&30. Kalo enggak bisa pake S-300 varian laut plus Tor/ OSA. Masalahnya apakah Pihak mabes mau beli itu??? Paling ntar diisi ama Mica lagi.

      Yg menarik ditunggu adalah apakah nantinya tuh kapal bakal dipasang CIWS atau enggak, mau dipasang Yakhont atau mau pake Brahmos.

  11.  

    Kayak nya yang bikin artikel lagi ngarep pengen punya Iver Huitfeldt Class ya?? Kalau ada berita beli Iver Huitfeldt Class ya diberitakan kalau tidak ada pembelian yaa jangan ndalang lah

    :cool:

  12.  

    Kok jd arisan spesimis nih?

  13.  

    Kapan lagi kita punya destroyer sekelas KRI IRIAN lagi ya….

  14.  

    Opttimis dan berdoa saja suatu hari indonesia akan punya destroyer 5 bijik mohon bersabar