Okt 242016
 

casper-klynge

Visit of Indonesia’s Chief of Navy, Admiral Ade, to Denmark where he saw the state-of-the-art & mission proven Danish frigates. (Casper Klynge ?@DubesDenmark)

Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, lewat akun twitternya tanggal 23/10/2016 memposting foto kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi ke kapal perang frigate Denmark, yang disebut Casper Klynge, sebagai the state-of-the-art & mission proven Danish frigates.

casper-klynge-1

Bersama foto tersebut Casper Klynge juga menampilkan foto Laksamana Ade Supandi ketika berada di dalam ruang kemudi fregat HDMS Peter Willemoes F362, yang merupakan kapal perang kelas Iver Huitfeldt.

casper-klynge-2

casper-klynge-3

Kunjungan KSAL Ade Supandi ke Denmark ini merupakan rentetan kunjungan yang dilakukan delegasi Indonesia dalam setahun terakhir.

Sebelumnya Indomiliter.com pernah bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Casper Klynge. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge, disebutkan bahwa Denmark sangat serius untuk menawarkan frigat ini ke Indonesia. “Kami menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dalam fleksibilitas terkait perlengkapan senjata dan sensor yang dibutuhkan Indonesia. Kami juga menawarkan pembangunan kapal perang ini di fasilitas galangan Indonesia, dan ini akan menjadi peluang positif bagi industri di dalam negeri, dan tentunya skema ToT (Transfer of Technology),” ujar Casper Klynge kepada Indomiliter.com.

Frigat Iver Huitfeldt Class ditawarkan untuk menggantikan posisi frigat Van Speijk Class yang secara bertahap akan dipensiunkan mulai tahun 2017. Terkait dengan tawaran tersebut,Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah sempat melihat langsung sosok Iver Huitfeldt Class di Denmark pada bulan Maret silam. Meski nama Denmark masih terbilang pemain baru dalam jagad alutsista TNI, namun Denmark telah memasok perangkat radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan radar Terma SCANTER di frigat Fatahillah Class.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul. Tentunya muatan disini dapat disesuaikan dengan keperluan misi. Masa pakai yang berbeda dari komponen-komponen dapat diatasi secara individual sistem per sistem. Pola ini dipercaya dapat menghilangkan periode “off hire” yang panjang, dan secara praktis mampu meningkatkan usia pemakaian kapal. Dalam hal perawatan, muatan dan platform dapat dirawat secara independen, ini bisa memperdendek periode proses perawatan dan memperpanjang jam operasional.

Kapal frigate Iver Huitfeldt Class menjadi kapal perang andalan Denmark karena kecanggihannya. Real Frigate ini dibangun oleh Odense Steel Shipyard pada tahun 2008. Denmark membangun tiga kapal, yaitu Iver Huitfeldt (F 361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363). Kapal Iver Huitfeldt Class dibangun berdasar desain kapal Absalon Class, yang dibangun pada tahun 2004. Lambung kapal Iver Huitfeldt Class dirancang untuk mengurangi tangkapan sinyal radar, radiasi inframerah, suara bawah air, dan sinyal magnetik, sehingga kapal ini cukup sulit dideteksi oleh musuh.

Urusan radar, Iver Huitfeldt Class menggunakan radar SMART-L (Signaal Multibeam Acquisition Radar for Tracking) yang berjalan di frekuensi L band, dapat mendeteksi sejauh 400 Km (maks). Juga ada radar APAR (Active Phased Array) yang berjalan di frekuensi I band dan radar SCANTER 6000. Untuk mendeteksi lawan di bawah air, ada sonar ATLAS ASO 94 hull mounted yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam. Selain itu ada juga radar pengedali tembakan jenis Saab CEROS 200. Dan untuk meladeni peperangan elektronik digunakan ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Untuk persenjataan, kapal frigate Iver Huitfeldt Class dipersenjatai dengan meriam Oto Melara 76mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41, SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved Sea Sparrow Missile), 2 peluncur empat tabung rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90.

Frigate Iver Huitfeldt Class

Frigate Iver Huitfeldt Class

Spesifikasi kapal memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Dengan empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 berkekuatan 8,2 MW permesin, mampu dipacu hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots.

Selain itu kapal ini terdapat hanggar dan dek untuk helikopter ukuran medium atau helikopter dengan berat 20 ton. Menurut Wikipedia.org, satu unit kapal ini bernilai US$ 325 juta.

Melihat perencanaan alutsista TNI terakhir, tercantum pengadaan kapal frigate dengan dana sekitar US$ 780 juta. Bila TNI AL melirik dan memesan kapal frigate Iver Huitfeldt Class dengan bobot sekitar 6.645 ton, merupakan lompatan besar dalam armada TNI AL dan tercanggih di Asia Tenggara.

Bagikan:

  154 Responses to “Akankah Indonesia Membangun Frigate Iver Huitfeldt Class ?”

  1.  

    Jadi berapa banyak iver class yg bakal dibeli nkri???

  2.  

    cukup beli 2 unit
    utk koarmabar 1, koarmatim 1
    yg ke 3 nanti dibangun di PT.PAL

    bungkusss,,,
    tak pake lama yo
    hehehe

  3.  

    Ada 3armada..dan 1 cadangan.. Jadi kl memang beli 4..mantap

  4.  

    Ada 3armada..dan 1 cadangan.. Jadi kl memang beli 4..mantap.

  5.  

    Frigatnya keren…
    Pertanyaannya apakah nanti minimalnya speknya akan sama?
    Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal C-705 ya sama juga bodong…
    Karena percuma saja jika kemampuan radarnya -+ 400 km akan tetapi hanya di tunjang dengan Rudal -+ 120 km…
    Dijamin hancur duluan Frigat Iver Class ini…
    Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal Yakhont atau Club-S itu baru T.O.P.B.G.T
    Semoga saja TNI AL dapat mengakusisi Frigate Iver Class ini dengan sekema yang minimal isinya / di instal sama persis dengan milik negara Denmark atau di kombinasikan dengan Rudal Yakhont atau Rudal Club-S…

    Catatan : Percuma saja di beli jika keadaan downgrade dan terleboh lagi kosong…
    Karena jika kosong nanti semua perangkat / sistem yang saya takutkan kemungkinannya made in China…

  6.  

    semoga terlaksana.

  7.  

    Setelah Menhan datang juga Kali ini Kasalnya Langsung kayaknya Iver Class menjadi Kandidat terkuat dalam Proyek Pengadaan Real Fregat Utk TNI-AL…Yg penting Galangan Kapalnya menyatakan keterbukaan soal ToT dan adanya kesempatan utk Iver Class bisa di “Kustom” sesuai pesanan Pihak Indonesia krn Itu yg terpenting sebab TNI-AL selaku Operator utama tidak Familier dengan sistem persenjataan di Dalam IVER Class semisal VLS Mk 41, SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved Sea Sparrow Missile) nah kalo bisa di Kustom misal menggunakan rudal Exocet ato Mica dimana TNI-AL sudah Pengalaman akan mempermudah pengoperasian Fregat ini ya sapa tahu saja bisa jadi kalo bisa di Isi Rudal Yakhont juga

    •  

      @ryan zae

      Lhaaaaah….kalo ditukar ama mica jadi pendek dong “pedangnya” bung, mubazir ntar punya radar segede baliho.

      Antara radar dan persenjataannya kan sudah dirancang keserasiannya

      •  

        Minimal pakai yang rangenya 300 km…
        Sukur kalau lebih dari 300 km…

      •  

        Hanya misal saja Bung biji, kan Produsen iver menyatakan bahwa iver dapat dibuat sesuai pesanan, kalo sistem Radar mungkin anggota TNI khususnya Angkatan laut sebagaian besar sudah berpengalaman nah kalo soal persenjataan yg dibawa iver sebagian besar adalah buatan AS dimana TNI-AL jarang ato malah belum pernah mengoperasikan nya apalagi kalo rudal kebanyakan TNI-AL banyak menggunakan buatan eropa dan Rusia sapa tau kalo Jadi dibeli lini Persenjataan nya dapat di kustom menurut kemauan TNI-AL sebagai operator utama dimasa depan

    •  

      lawan setarany,..aster 30 milik prancis,..jgn MICA,..itu klas jarak pendek, lbh pendek dr aster 15, gak tau soal hargany..lbh mahal mana..

  8.  

    Silahkan di bungkus pak RR. Ambil TOT nya demi kemandirian alusista dalam negri. biar SIGMA class ada temen nya gitu pak ..

  9.  

    TOT nya untuk belajar peluncur rudal vertikal (VLS) yaaa . saya rasa indonesia butuh sistem VLS disemua jenis kri tni al .

    •  

      VLS ny itu punya ny raytheon amrik,…gak mungkin rasanya mrk mau ngasih TOT,…sekutu2ny aja gak ada yg diberi,..mnding beralih k punyany perancis,..aster 30,..ada peluang mrk mau ngsih TOT,..cuman mahalny minta ampun…

  10.  

    Spesifikasi kapal memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Dengan empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 berkekuatan 8,2 MW permesin, mampu dipacu hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots.

    1.Arahnya jelas selain tujuan liat liat ini kapal..pasti nya juga mencari TOT cara bikin kapal perang yg panjang nya 138 meter..karena PT.PAL baru lulus belajar bikin kapal perang 105 meter..

    2.di arahkan penganti van speck class,,otomatis nanti si yahont mungkin akan dipasang di kapal ini

    3.radar denmark sudah byk di pakai TNI sehingga jika ambil ini kapal maka TNI tdk pusing pusing belajar kembali.

    4.jika yahont di pasang di kapal denmark ini kelak.maka kemungkinan ada perpaduan senjata NATO dan Rusia, karena si yakhont nanti nya diharapkan bisa terintegrasi dengan teknologi denmark. sehingga akan ada 2 TOT jika memang akan di beli..yaitu TOT desaign kapal 138 meter dan TOT persenjataannya.

    5.karena ga mungkin kapal dengan teknologi NATO di pasang rudal cina. masa mau perang dengan cina pakai rudal cina…karena arahnya juga kapal ini bisa di gunakan untuk menjaga NATUNA

  11.  

    destroyer itu sebutan kapal perang kelas berat jaman dulu.

    kalo gak salah?

  12.  

    Muantap

  13.  

    report bro kalo beli rusia si barat suka rese

  14.  

    Yang dilihat frigate yang gahar gahar, ……… semoga nanti tidak pilih frigate KW made in cina !!!

  15.  

    Yg pasti jumlah real fregat yg akan dibeli (mereknya apapun/dr negara manapun) jumlahnya seperti Van speijk..

  16.  

    Pusing Amat sih barangnya saja belum di sini

  17.  

    mungkin kah kisah seperti KRI Irian di pakai untuk membeli si kirov, Operasi pembebasan Sabah n sarawak sedikit realistis sebagai “alasan “

  18.  

    Apakah salah satu yang bersandar di dermaga brunai..hoax yang mulai trungkap satu satu…xixixixixix

  19.  

    kelebihan anda adalah kekurangan kami
    kelemahan andalah kehebatan kami..

  20.  

    kapal nya tidak perlu di taruh di indonesia, di simpan aja tempat asalnya, bisa saja ini kapal di cicil aja dari sekarang krn kita tidak tahu kondisi 20-50 tahun kedepan. semua kawasan di dunia ada kemungkian akan pecah perang salah satunya asia tenggara.

  21.  

    kalo menurut ane ni frigat di beli juga ga apa apa. untuk memperkaya pengetahuan insinyur kita tentang perkapala…
    tpi tetep PKR sigma di kembangin jadi real fregat atau destroyer..
    jadi kita punya 2 jenis kaprang yg bisa di andalkan….

  22.  

    Tes

  23.  

    Mantap

  24.  

    Ini kapal gede banget tapi senjatanya kok kurang sangar

  25.  

    Mirrorr project..xixixxi

  26.  

    Pesan ane, jangan suka menjelekkan negeri sendiri bung….. baik dan buruk itulah negeri anda sendiri….. biarlah orang lain men-jelek2-kan negeti anda ( 😆 ), tapi anda tidak boleh ikutan……. itu baru ane salut sama ente….

    Disitu tanah dipijak, distu langit harus dijunjung….. orang Russia bilang “mikul dhuwur mendhem jero”…. 😆

  27.  

    Sigma jln trus….frigate iver jln trus…

  28.  

    Menjelang akhir tahun Kementerian/Lembaga pada ngabisin SPPD dalam rangka penyerapan anggaran, mayan plesiran mlaku2 nang denmark…
    Gak kebayang itu uang sakunya aja bisa kebeli si Iver….hihi
    piss ahh…

  29.  

    Test

  30.  

    Si Iver ini kapal kesayangan blog indo*******
    Si kirov kapal kesayangan warjag. Beda blog tapi tetap satu tujuan. INDONESIA DARURAT KAPAL DESTROYER

  31.  

    Moga segera terealisasi. Utk rudal harpoon kalo ga dikasih ijin dari asu bisa pake RBS 15 mk3 atau exocet blok 3,syukur2 bisa diinstal yakhont/brahmos/kalibr.

  32.  

    Jika jadi dibangun, sy sarankan Combat Management System (CMS) nya pake punya Thales saja (Tacticos) seperti yg sudah dipakai di PKR Sigma, supaya lebih mudah dan efisien dalam pengoperasian, training, dan perawatannya. Frigate punya Denmark ini memakai CMS produk Tetra.

  33.  

    Sebenarnya saya agak kurang setuju untuk iver kalo mau jujur. saya lebih setuju dengan de zeven provincien karena agak mirip dengan sigma dan saya yakin modulnya lebih mudah dibuat karena beberapa modul sigma sudah bisa kita buat sendiri. Maaf pendapat orang awam mohon dikoreksi bila ada kesalahan

    •  

      Sy yakin ketertarikan departemen pertahanan kita ke Frigate Denmark ini salah satu faktor utamanya ialah harga bung. Kita tau Iver Huitveldt Class ialah frigate hasil pengembangan dari Support Ship Absalon Class sehingga biaya pengembangannya tdk semahal membuat Frigate dari awal. Dengan kualitas Sensor dan Armament yg diusung, harga yg ditawarkan jauh lebih murah ($325 Juta). Bandingkan denga Frigate anti-air Warfare nya Belanda yang mencapai $816 Juta. Padahal kedua Frigate ini mengusung sistem senjata dan sensor yg hampir sama.

  34.  

    Udahlah mikir sigma class dulu aja beberapa, siapin uangnya buat bikin tank pindad dan bikin KFX/IFX.
    Daripada 700 juta USD dipake beli kapal perang gede mendingan bikin bendungan buat ketahanan pangan, bikin kilang2 ketahanan energi, beli radar baru, tambahin buat riset bikin rudal, riset bikin satelit, riset bikin drone.
    Daripada bikin kapal gede2, BBMnya ngutang, rudalnya bodong kan buat apa. Kecil2 tapi rudalnya lengkap jg masi OK kok.

  35.  

    biasanya lw ada berita yang diblow up begini untuk menutupi pembelian yang asli….mistral class?(bung nara kimochi/move on)

  36.  

    Kapal iver emang gede tapi masih kelas freegate, haduh. Tapi sayang ruang jengkalnya dominan diisi penangkis rudal doang, RI mesti cari kapal yang dominan diisi peluncur rudal, contoh kapal poland 60m sanggup isi 8 peluncur rudal sebut saja isinya yakhon.
    Jadi Kapal 130m mestilah lebih banyak diisi peluncur rudal, liat kapal2 eropa timur dan rusia,
    Jadi jangan lagi tipe frigate ah iver masih frigate