Oct 242016
 

casper-klynge

Visit of Indonesia’s Chief of Navy, Admiral Ade, to Denmark where he saw the state-of-the-art & mission proven Danish frigates. (Casper Klynge ?@DubesDenmark)

Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, lewat akun twitternya tanggal 23/10/2016 memposting foto kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi ke kapal perang frigate Denmark, yang disebut Casper Klynge, sebagai the state-of-the-art & mission proven Danish frigates.

casper-klynge-1

Bersama foto tersebut Casper Klynge juga menampilkan foto Laksamana Ade Supandi ketika berada di dalam ruang kemudi fregat HDMS Peter Willemoes F362, yang merupakan kapal perang kelas Iver Huitfeldt.

casper-klynge-2

casper-klynge-3

Kunjungan KSAL Ade Supandi ke Denmark ini merupakan rentetan kunjungan yang dilakukan delegasi Indonesia dalam setahun terakhir.

Sebelumnya Indomiliter.com pernah bertemu dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Casper Klynge. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge, disebutkan bahwa Denmark sangat serius untuk menawarkan frigat ini ke Indonesia. “Kami menawarkan frigat Iver Huitfeldt Class dalam fleksibilitas terkait perlengkapan senjata dan sensor yang dibutuhkan Indonesia. Kami juga menawarkan pembangunan kapal perang ini di fasilitas galangan Indonesia, dan ini akan menjadi peluang positif bagi industri di dalam negeri, dan tentunya skema ToT (Transfer of Technology),” ujar Casper Klynge kepada Indomiliter.com.

Frigat Iver Huitfeldt Class ditawarkan untuk menggantikan posisi frigat Van Speijk Class yang secara bertahap akan dipensiunkan mulai tahun 2017. Terkait dengan tawaran tersebut,Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah sempat melihat langsung sosok Iver Huitfeldt Class di Denmark pada bulan Maret silam. Meski nama Denmark masih terbilang pemain baru dalam jagad alutsista TNI, namun Denmark telah memasok perangkat radar Weibel untuk Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan radar Terma SCANTER di frigat Fatahillah Class.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul. Tentunya muatan disini dapat disesuaikan dengan keperluan misi. Masa pakai yang berbeda dari komponen-komponen dapat diatasi secara individual sistem per sistem. Pola ini dipercaya dapat menghilangkan periode “off hire” yang panjang, dan secara praktis mampu meningkatkan usia pemakaian kapal. Dalam hal perawatan, muatan dan platform dapat dirawat secara independen, ini bisa memperdendek periode proses perawatan dan memperpanjang jam operasional.

Kapal frigate Iver Huitfeldt Class menjadi kapal perang andalan Denmark karena kecanggihannya. Real Frigate ini dibangun oleh Odense Steel Shipyard pada tahun 2008. Denmark membangun tiga kapal, yaitu Iver Huitfeldt (F 361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363). Kapal Iver Huitfeldt Class dibangun berdasar desain kapal Absalon Class, yang dibangun pada tahun 2004. Lambung kapal Iver Huitfeldt Class dirancang untuk mengurangi tangkapan sinyal radar, radiasi inframerah, suara bawah air, dan sinyal magnetik, sehingga kapal ini cukup sulit dideteksi oleh musuh.

Urusan radar, Iver Huitfeldt Class menggunakan radar SMART-L (Signaal Multibeam Acquisition Radar for Tracking) yang berjalan di frekuensi L band, dapat mendeteksi sejauh 400 Km (maks). Juga ada radar APAR (Active Phased Array) yang berjalan di frekuensi I band dan radar SCANTER 6000. Untuk mendeteksi lawan di bawah air, ada sonar ATLAS ASO 94 hull mounted yang mampu mendeteksi keberadaan kapal selam. Selain itu ada juga radar pengedali tembakan jenis Saab CEROS 200. Dan untuk meladeni peperangan elektronik digunakan ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu kunjungi frigate Iver Huitfeldt class Denmark ( Casper Klynge @DubesDenmark)

Untuk persenjataan, kapal frigate Iver Huitfeldt Class dipersenjatai dengan meriam Oto Melara 76mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41, SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved Sea Sparrow Missile), 2 peluncur empat tabung rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90.

Frigate Iver Huitfeldt Class

Frigate Iver Huitfeldt Class

Spesifikasi kapal memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Dengan empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 berkekuatan 8,2 MW permesin, mampu dipacu hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots.

Selain itu kapal ini terdapat hanggar dan dek untuk helikopter ukuran medium atau helikopter dengan berat 20 ton. Menurut Wikipedia.org, satu unit kapal ini bernilai US$ 325 juta.

Melihat perencanaan alutsista TNI terakhir, tercantum pengadaan kapal frigate dengan dana sekitar US$ 780 juta. Bila TNI AL melirik dan memesan kapal frigate Iver Huitfeldt Class dengan bobot sekitar 6.645 ton, merupakan lompatan besar dalam armada TNI AL dan tercanggih di Asia Tenggara.

Bagikan :

  154 Responses to “Akankah Indonesia Membangun Frigate Iver Huitfeldt Class ?”

  1.  

    1

    •  

      Bungkus jgn lupa tot dan buat sistem modul spy bisa dikerjasamakan dgn pt pal seperti Martadinata class ….

      •  

        Frigat ini memang rencananya dibangun penuh di PT. PAL

        •  

          Kok semua komentator gayanya kek beli pisang goreng yah. Kita sudah bayar 220 juta ke damen schelde buat bikin TOT PKR Sigma, mendingan akusisi dulu PKR Sigma banyak2 dari PT PAL.
          Duitnya sementara buat bendungan buat ketahanan pangan, buat kilang buat ketahanan energi, buat riset bikin rudal, buat riset bikin satelit, buat riset bikin KFX/IFX.
          Daripada mahal2 beli kapal gede ga sanggup bayar BBM, ga punya rudal, ga punya radar, ga sanggup maintenance buat apa?

    •  

      Rencananya ada beberapa perubahan pada disain
      DISAIN/HAK CIPTA SEPENUHNYA MILIK INDONESIA

    •  

      Masih nampak sebagai wacana penjajakan Dan rencana …
      Berupa angan angan ….
      Semua nya Tergantung anggaran. ..
      Anggaran nya ada?:
      Untuk bayar hutang ….Gaji PNS Dan legislative …
      Tapi ..yeah ….Kita Doakan saja ….
      Siapa Tahu ….mungkin ..barangkali ….

    •  

      Jangan terlalu sering kunjungan pak kalo minat langsung pesan z lagian entar fadlizon protes presiden ke kalimantan z nyinyir…..

    •  

      Admin@Kenapa tidak melirik buatan deamen kan satu pabrik dgn pkr sigma????

      Kalo jadi beli bs di instal yakhont/brahmos ditambah rudal jelajah untuk serangan darat buar tambah garang kan bobot kapal besar…..

  2.  

    Kapan dibelinyaa??

  3.  

    ayo kebut pembuatan kaprang yg gahar dgn tot dr ngr mana saja

  4.  

    Kita sepertinya tidak konsiste dalam perencanaan .Tujuan kita Tot bikin PKR adalah agar mandiri dalam membuat kapal perang .Nah ini perwira TNI doyannya beli dari luar .Jadi untuk apa kita bayar mahal TOT bikin PKR jika tujuannya untuk mandiri tidak di teruskan ..
    Fee hanya menguntungkan kantong pribadi tapi membuat negara mundur . Bagi yang tidak nasionalis suruh mundur saja dari pejabat .

    •  

      iMHO, justru ini bagian dari proses menuju kemandirian bung. Proses ToT itu secara langsung akan menambah portofolio PT Pal. Apa yg tidak didapat dari Damen via SIGMA bisa didapat dari Iver ini. Ibarat membuat kue, kita butuh macam-macam resep, dari situ si koki bisa merumuskan resep baru yang sama sekali berbeda dari yang sudah ada

      •  

        he he… mantap analoginya bung Garu Langit. Asal terdokumentasi dengan baik dan detail, dan dikelola dengan profesional, yakin PAL akan jauh lebih maju dengan cepat.

      •  

        semoga saja bung, insyaAllah para pemangku kepentingan negeri ini sudah memikirkan sampai disitu. Mari kita kawal hal ini untuk membawa kebaikan bagi bangsa

      •  

        Betul!!!!…..lagian platform iver huidfeldt ini jauh berbeda dengan sistem yg dimiliki oleh pkr sigma kita.jika kita sudah pandai menginstall calibr sistem ke kasel cangbogo kita.maka akan menjadi persoalan ecek2 bagi pt.PAL untuk menginstallnya di frigat ini di kemudian hari.

      •  

        @ bung Tempakul : yang menarik dari penawaran ini adalah soal sistem senjata dan sensor yang dibuat modular. Bila ini benar dan pihak Denmark mendukung penuh, bukan tidak mungkin missile dari pabrikan timur semisal Kalibr dan Yakhont bisa dicangkokkan ke Figrate ini.
        Kita sudah tau bagaimana kemahiran TNI mencangkokkan Yakhont ke KRI OWA yang notabene hasil “ngoprek” sendiri. Bagaimana jika kegiatan “ngoprek” ini mendapat dukungan penuh dari Denmark?? Opini saya, itu keuntungan tak ternilai, karena kita mendapat dukungan untuk menggabungkan kekuatan dua kutub, timur dan barat.. ujungnya sudah bisa ditebak… detterent effect sangat terasa, apalagi jika kita sudah bisa desain sendiri, bikin sendiri, pastinya akan wowww

        •  

          betul….betul…betul bung gl, dari sigma kita dapat ilmu modul untuk hull, sekarang dari ivert dapet ilmu modul senjata dan sensor, bisa-bisa kita bikin pabrik-pabrik sekunder yang bangun modul-modul dan PT. PAL sebagai industrial lead nya…

      •  

        Buktikan dulu bisa nggak kita bikin PKR 100% tanpa campur-tangan Damens ,coba bikin 2 atau 3 biji baru . Nah dari situ baru bandingkan dengan punya negara lain .
        Ini kapal bekas mau di akuisasi jelas tak ada nilai tambahnya dalam hal tehnologi .

    •  

      @komerat parewa

      Saya sependapat dg anda bung !!

      Kalo anggaran utk memproduksi PKR yang selanjutnya dialihkan untuk membeli kapal perang tipe lain, maka proses TOTnya jadi terputus.

      Tidak sekedar TOT pembuatan fisik kapalnya tapi juga teknologi lain yang menyertai spt alih teknologi CMS….karena denmark pasti juga menawarkan CMS buatan mereka sendir (Therma)

      •  

        bung @biji, mungkin anda melewatkan paragraf ini bung
        “Odense Maritime Technology selaku principal Iver Huitfeldt Class memberikan beberapa opsi bila nantinya frigat ini diakuisisi oleh TNI AL. Yang pertama adalah solusi ‘plug and play,’ dimana persenjataan dan sensor dibangun melalu modul-modul”
        Karena bersifat modular, item-item itu bisa dipilih dan diganti sesuai keinginan user. Saya sependapat dengan anda jika Denmark pasti menawarkan paket penuh pada tahap awal, tapi itu hanya salah satu opsi karena “penawaran utama” Denmark kali ini adalah sistem modular , dengan kata lain mereka tentunya tidak berkeberatan seandainya user (TNI) memilih di luar paket yang mereka tawarkan. Peluang emas ini bisa dimanfaatkan oleh pemain lokal, semisal PT LEN yang memasok CMS, ahli-ahli TNI bisa mencangkokkan yakhont dan/atau kalibr (ngarep :D) ke dalam figrate ini. Kalau itu jadi nyata… walah.. Indonesia stronggg bingitts

        •  

          Kalian tahu nggak ,itu shipyard Denmark ,mau bangkrut karena tidak ada pesanan baru . Ribuan karyawan akan di PHK jika tak ada solusi .Makanya mereka mencari pasar dan Indonesia pejabatnya mudah di kotak katik .Asal kalian tahu juga ini kapal tidak seluruhnya di bikin di denmark sebagian di sub kan lagi ke negara lain karena manhour di denmark terlalu tinggi .
          By all reasons maka kita ini hanya di jadikan penyelamat industri perkapalan mereka . Saya minta kita jangan terjebak dengan mereka,kalau cuman bikin hull saja PAL sudah khatam bikin kaprang ,tinggal lagi how to integrates all system di PKR ,karena masih ada satu modul yang belum di kuasai PAL ,yaitu bikin menara sebagai tempat seluruh system di integrasikan .Kalau ini sudah di kuasai maka PAL akan bisa bikin kapal perang sendiri ,mau destroyer atau cruise missile pasti akan mudah .
          Nah kalau kita terima tawaran mereka maka kita akan kembali lagi ke titik nol ,dan jelas itu buang waktu,tenaga dan anggaran sementara kita sudah tinggal satu step lagi dalam menguasai bikin kaprang secara penuh .

  5.  

    Yaa Alloooh…. Frigate Iver Huitfeldt yaa Alloooh….

    •  

      Wkwkwkwkwkwkwkwk…saya membayangkan bung colibri sambil ngelus2pipi n berkacakaca matanya #mbrebesmili ngelihat vidio ini… Yg sabar bung Allah sdh mendengar doamu…
      #iverhuitfeld
      #rencanahebatTNIAL
      #siyappasangOnix
      #p800onix

    •  

      AMINNN

    •  

      Frigatnya keren…
      Pertanyaannya apakah nanti minimalnya speknya akan sama?
      Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal C-705 ya sama juga bodong…
      Karena percuma saja jika kemampuan radarnya -+ 400 km akan tetapi hanya di tunjang dengan Rudal -+ 120 km…
      Dijamin hancur duluan Frigat Iver Class ini…
      Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal Yakhont atau Club-S itu baru T.O.P.B.G.T
      Semoga saja TNI AL dapat mengakusisi Frigate Iver Class ini dengan sekema yang minimal isinya / di instal sama persis dengan milik negara Denmark atau di kombinasikan dengan Rudal Yakhont atau Rudal Club-S…

      Catatan : Percuma saja di beli jika keadaan downgrade dan terlebih lagi keadaan kosong…
      Karena jika kosong nanti semua perangkat / sistem yang saya takutkan kemungkinannya made in China…

  6.  

    Aamiim

  7.  

    Takis pak!

  8.  

    lihat spek nya … si Iver memang real frigat dg armament + sistem radar lengkap, engines oke punya … hanya kita harus komit ttg kelengkapan spek tsb. … jgn sampai di downgrade kualitas dan kuantitas armaments nya, percuma punya real frigat hanya hull/body nya saja … jgn lagi ada istilah “beli dulu dilengkapi bertahap”.
    pilihan armaments musti ada alternatif dan boleh pilih yg kita perlukan, tawaran ToT nya musti diambil, minimal dg pola yg sama saat kita bangun PKR.

  9.  

    Semoga Indonesia beli 2 kapal iver huitfeldt aamiin

  10.  

    ini dia pengganti ahmad yani class…hehehe…fix
    beli pengganti ahmad yani class sekaligus dapat tot bangun light destroyer…..
    untuk kelas light frigate sudah dapet (dari hasil PKR105), dari korea TOT submarine dan KFX,dari turki TOT medium tank, dari China TOT c802….cakep kan?
    bye bye meley alay….hahahahahahaha

  11.  

    kalo misal jadi mengakuisisi ini.. ini kapal bakal tercanggih di asean. formidable singapore agak jauh dari kapal ini. Anzac australi bakal jadi pesaingnya, karna bisa dibilang kapal ini uda masuk jenis destroyer.

  12.  

    Harga 325 juta itu sepertinya cuma body dan mesin saja. Belum termasuk radar, meriam dan rudal.

  13.  

    Mantab… Beli yang banyak

  14.  

    Besar dan berotot

  15.  

    Amin…Dan harapan sy juga 2 unit saja untuk tahap awal…hehehe

  16.  

    Encang Bogo ke-2 sudah diluncurkan lagi tuh cepat admin, naik tayang.
    https://www.facebook.com/MajalahInfoMiliterOnline/?fref=ts

  17.  

    yg ini di banyakin ga usah destroyer2an. jos hollyfil .. hahaha

  18.  

    Light corvet = heavy kcr?
    Light fregat = heavy corvet?
    Light Destroyer = heavy fregat?
    Light cruisser = heavy destroyer?

  19.  

    Ini baru yang dinamakan FREGAT…

    Tunggu apalagi TTD aja udh…barang bagus kok. TOTnya buat seperti kerjasama dgn belanda dimana beberapa modul kita yang buat sehingga perputaran uang tdk sepenuhnya didenmark krna modul yang dibuat PAL memakai kandungan lokal.

  20.  

    Apakah ini kejutan di MEF 2?

  21.  

    INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!

  22.  

    itu kunjungan pak rr udah lama lho.. klu jadi pesen kmungkinan saat ini udah 75,% dlm proses pembangunanya..

  23.  

    Mantap… Lanjutkan ke transaksi

  24.  

    ya ALLAH IVER class… tolong kabulkan .. supaya bisa lawan porminable Singapore…

  25.  

    Tumbasss….

  26.  

    Paling beli 2 unit dulu anggaran kan cuman 700jt an.

  27.  

    Tinggal nancepin yakhont

  28.  

    Waoo

  29.  

    Tes

  30.  

    Plug n Play.. wih keren bila bisa di custom bongkar pasang sesuai misi. Ini baru modern..

    semoga saja HDMS Peter Willemoes F362 emang ditawarkan untuk dipakai TNI AL

  31.  

    Yess

  32.  

    Beli 8 lah

  33.  

    Kalau aku pribadi sih mending sekalian beli kapal destroyer kalau masih sekelas frigate atau pkr mending perbanyak pembelian klewang class dari pt. Lundin, sekalian borong tank boatnya

  34.  

    Kapan berenang disini

  35.  

    Pulangnya dari denmark, pak ade singgah dulu ke perancis….ditawari frigat Belharra buatan DCNS.

    Selesai kunjungan dari galangan DCNS disempatkan mampir ke inggris, menengok KS Astute yang lagi masuk dok buat repair bodi, setelah nyundul kapal coast guard cina

  36.  

    @jhor teruk.. porminble singap mengungguli smua kapal perang yg dimiliki mlysa baik yg udah msk kejajarn tldm ataupn yg msih dlm perakitan.. dan iver huitfeldt ini mengungguli kecanggihan kaprang milikk singspoe tentu kaprang tldm lowclass

  37.  

    kalo ada istilah canggih rada serem jg yh dengernya, musuh pasti takut jg dan saya jg takut kalo ada kru kapal salah operasionalin jd malah rusak tuh kapal. bukannya pesimis buktinya kru kapal canggih usa jg ngalamin ini, yh saya berdoa supaya bisa di beli 2 dan kru kita profesional mengoperasikan kapal canggih ini..amin.

  38.  

    rasuah tahniah

  39.  

    kapal destroyer tu kyk apa sih?apa kaprang yg body gede tu dsebut destro?monggo yg tau spesifikasi minimum klas destroyer tu kyk apa?

    •  

      Dari artinya sudah beda
      destroyer = penghancur, sementara frigate/freegate = benteng bebas/benteng bergerak.
      Frigate buat bertahan atau penguasa disekitarnya ciri khasnya banyak rudal penangkis,
      kalau destroyer penggotong rudal dan merusak wilayah lain banyak dipakai eropa timur dan utara

  40.  

    belum percaya ah, kalau survey sih biasa saja boleh dan bisa kemana saja bisa jadi hanya sebatas pembanding tapi kita apresiasi saja lah kalau boleh milih sih selain sigma yg sudah diproduksi sama PT. PAL ini fregat Iver Huitfield juga ditemani sama Admiral Gorskov buat perbendaharaan TNI AL, selanjutnya produksi semua sendiri di Indonesia. Benernya kita rakyat kalau diberi pengertian trus dianjurkan donasi buat beli 2 macam monster laut asing di atas kalau saya sih ikhlas saja asal terbuka. tertib, dan tepat guna….demi ibu Pertiwi

  41.  

    Anggaran = usd 780 juta
    Harga kapal = usd 325 juta (1 buah)
    Jika beli 2 kapal = usd 650 juta
    780 – 650 = 130
    Jadi masih ada dana usd 130 juta untuk senjata dan perlengkapannya.

    •  

      USD 325jt masih kosongan.. belom include pensilnya.. belom lg fee TOT nya..

    •  

      Frigatnya keren…
      Pertanyaannya apakah nanti minimalnya speknya akan sama?
      Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal C-705 ya sama juga bodong…
      Karena percuma saja jika kemampuan radarnya -+ 400 km akan tetapi hanya di tunjang dengan Rudal -+ 120 km…
      Dijamin hancur duluan Frigat Iver Class ini…
      Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal Yakhont atau Club-S itu baru T.O.P.B.G.T
      Semoga saja TNI AL dapat mengakusisi Frigate Iver Class ini dengan sekema yang minimal isinya / di instal sama persis dengan milik negara Denmark atau di kombinasikan dengan Rudal Yakhont atau Rudal Club-S…

      Catatan : Percuma saja di beli jika keadaan downgrade dan terlebih lagi keadaan kosong…
      Karena jika kosong nanti semua perangkat / sistem yang saya takutkan kemungkinannya made in China…

  42.  

    anjir hampir 7000 ton….. apakabar tuh beruk malAY kalo kapal ini beneran dibangun ama Jakarta…

  43.  

    Oh yeah…

  44.  

    Xixixixi

    Usd 780 juta ya ?

    Itu cuma beli kredit lho…alias… usd 780 juta adalah dari dana pinjaman luar negeri…

    Kalo warjager beli mobil / motor khan harus ada DP nya ya ?

    Masalahnya DPnya berapa persen ya ?

    Jika DP nya 40% dan dana pinjaman luar negeri itu usd 780 juta adalah 60% nya, berapa dana sesungguhnya yang 100% ?

    Kita cari 10% nya dulu yuk !

    60% dibagi 10% = 60 dibagi 10 = 6

    Usd 780 juta dibagi 6 = Usd 130 juta

    100 % = 10 × 10% = usd 130 juta x 10 = usd 1300 juta = usd 1,3 milyar…

    Banyak ya ?

    Xixixi

    •  

      wah, kok yang singkat aja bung, 100/60 x 780 = 1,300 🙂

    •  

      USD 1300 juta = dapat berapa iver ?

      Harga iver per unit Usd 325 juta.

      325 = 300 + 25

      (300 × A) + (25 x A) = 1300

      1200 + 100 = 1300

      1200 / 300 = 100 / 25 = A = 4

      Jadi usd 1300 juta dapat 4 unit fregat Iver Huitfeld.

      xixixixixi

      •  

        Itu belum termasuk senjata ya bung..

      •  

        Jadi 4 unit real fregat ini adalah murni hasil kerja dari pemerintahan sekarang.

      •  

        Frigatnya keren…
        Pertanyaannya apakah nanti minimalnya speknya akan sama?
        Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal C-705 ya sama juga bodong…
        Karena percuma saja jika kemampuan radarnya -+ 400 km akan tetapi hanya di tunjang dengan Rudal -+ 120 km…
        Dijamin hancur duluan Frigat Iver Class ini…
        Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal Yakhont atau Club-S itu baru T.O.P.B.G.T
        Semoga saja TNI AL dapat mengakusisi Frigate Iver Class ini dengan sekema yang minimal isinya / di instal sama persis dengan milik negara Denmark atau di kombinasikan dengan Rudal Yakhont atau Rudal Club-S…

        Catatan : Percuma saja di beli jika keadaan downgrade dan terlebih lagi keadaan kosong…
        Karena jika kosong nanti semua perangkat / sistem yang saya takutkan kemungkinannya made in China…

      •  

        itu belum termasuk PAJAK iya kan heheehhe

      •  

        Xixixi ngapain beli 4 kapal tapi kopong. Lawan coast guard china aja udah modal duluan. Mending beli 1 kapal tapi radar, rudal, dan meriam dengan spek tertinggi yg bisa memberikan efek deterjen.
        Misal rudal harpoon diganti exo block 3, SAM diganti aster 30 dan sea ceptor (quadpack). Meriam otmel 127mm. Dan 2 ciws millenium gun depan belakang.
        Xixixi

        •  

          Yah kopong dulu lah.

          Sistem senjata khan plug and play artinya senjatanya terserah mau dipasang apa sama RI.

          Yang penting :
          1. Kapal jadi dulu.

          2. Sebab sistem senjata plug and play maka di bangunan kapal sudah tersedia tempat senjata sekaligus tempat sistemnya.

          Sesudah kapal jadi maka senjata baru dipasang.

          Khan nggak mungkin pasang senjata dulu tapi kapalnya nggak ada..betul khan ?

          Xixixixi

  45.  

    Jadi berapa banyak iver class yg bakal dibeli nkri???

  46.  

    cukup beli 2 unit
    utk koarmabar 1, koarmatim 1
    yg ke 3 nanti dibangun di PT.PAL

    bungkusss,,,
    tak pake lama yo
    hehehe

  47.  

    Ada 3armada..dan 1 cadangan.. Jadi kl memang beli 4..mantap

  48.  

    Ada 3armada..dan 1 cadangan.. Jadi kl memang beli 4..mantap.

  49.  

    Frigatnya keren…
    Pertanyaannya apakah nanti minimalnya speknya akan sama?
    Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal C-705 ya sama juga bodong…
    Karena percuma saja jika kemampuan radarnya -+ 400 km akan tetapi hanya di tunjang dengan Rudal -+ 120 km…
    Dijamin hancur duluan Frigat Iver Class ini…
    Kalau kapal Frigat Iver Class di instal Rudal Yakhont atau Club-S itu baru T.O.P.B.G.T
    Semoga saja TNI AL dapat mengakusisi Frigate Iver Class ini dengan sekema yang minimal isinya / di instal sama persis dengan milik negara Denmark atau di kombinasikan dengan Rudal Yakhont atau Rudal Club-S…

    Catatan : Percuma saja di beli jika keadaan downgrade dan terleboh lagi kosong…
    Karena jika kosong nanti semua perangkat / sistem yang saya takutkan kemungkinannya made in China…

  50.  

    semoga terlaksana.

  51.  

    Setelah Menhan datang juga Kali ini Kasalnya Langsung kayaknya Iver Class menjadi Kandidat terkuat dalam Proyek Pengadaan Real Fregat Utk TNI-AL…Yg penting Galangan Kapalnya menyatakan keterbukaan soal ToT dan adanya kesempatan utk Iver Class bisa di “Kustom” sesuai pesanan Pihak Indonesia krn Itu yg terpenting sebab TNI-AL selaku Operator utama tidak Familier dengan sistem persenjataan di Dalam IVER Class semisal VLS Mk 41, SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved Sea Sparrow Missile) nah kalo bisa di Kustom misal menggunakan rudal Exocet ato Mica dimana TNI-AL sudah Pengalaman akan mempermudah pengoperasian Fregat ini ya sapa tahu saja bisa jadi kalo bisa di Isi Rudal Yakhont juga

    •  

      @ryan zae

      Lhaaaaah….kalo ditukar ama mica jadi pendek dong “pedangnya” bung, mubazir ntar punya radar segede baliho.

      Antara radar dan persenjataannya kan sudah dirancang keserasiannya

      •  

        Minimal pakai yang rangenya 300 km…
        Sukur kalau lebih dari 300 km…

      •  

        Hanya misal saja Bung biji, kan Produsen iver menyatakan bahwa iver dapat dibuat sesuai pesanan, kalo sistem Radar mungkin anggota TNI khususnya Angkatan laut sebagaian besar sudah berpengalaman nah kalo soal persenjataan yg dibawa iver sebagian besar adalah buatan AS dimana TNI-AL jarang ato malah belum pernah mengoperasikan nya apalagi kalo rudal kebanyakan TNI-AL banyak menggunakan buatan eropa dan Rusia sapa tau kalo Jadi dibeli lini Persenjataan nya dapat di kustom menurut kemauan TNI-AL sebagai operator utama dimasa depan

    •  

      lawan setarany,..aster 30 milik prancis,..jgn MICA,..itu klas jarak pendek, lbh pendek dr aster 15, gak tau soal hargany..lbh mahal mana..

  52.  

    Silahkan di bungkus pak RR. Ambil TOT nya demi kemandirian alusista dalam negri. biar SIGMA class ada temen nya gitu pak ..

  53.  

    TOT nya untuk belajar peluncur rudal vertikal (VLS) yaaa . saya rasa indonesia butuh sistem VLS disemua jenis kri tni al .

    •  

      VLS ny itu punya ny raytheon amrik,…gak mungkin rasanya mrk mau ngasih TOT,…sekutu2ny aja gak ada yg diberi,..mnding beralih k punyany perancis,..aster 30,..ada peluang mrk mau ngsih TOT,..cuman mahalny minta ampun…

  54.  

    Spesifikasi kapal memiliki panjang 138,7 meter, lebar 19,75 meter, dan draft 5,3 m. Dengan empat mesin diesel MTU 8000 20V M70 berkekuatan 8,2 MW permesin, mampu dipacu hingga kecepatan 30 knots atau 56 km/jam. Kapal ini dapat menjelajah hingga 9.000 mil laut atau sekitar 17.000 km pada kecepatan 18 knots.

    1.Arahnya jelas selain tujuan liat liat ini kapal..pasti nya juga mencari TOT cara bikin kapal perang yg panjang nya 138 meter..karena PT.PAL baru lulus belajar bikin kapal perang 105 meter..

    2.di arahkan penganti van speck class,,otomatis nanti si yahont mungkin akan dipasang di kapal ini

    3.radar denmark sudah byk di pakai TNI sehingga jika ambil ini kapal maka TNI tdk pusing pusing belajar kembali.

    4.jika yahont di pasang di kapal denmark ini kelak.maka kemungkinan ada perpaduan senjata NATO dan Rusia, karena si yakhont nanti nya diharapkan bisa terintegrasi dengan teknologi denmark. sehingga akan ada 2 TOT jika memang akan di beli..yaitu TOT desaign kapal 138 meter dan TOT persenjataannya.

    5.karena ga mungkin kapal dengan teknologi NATO di pasang rudal cina. masa mau perang dengan cina pakai rudal cina…karena arahnya juga kapal ini bisa di gunakan untuk menjaga NATUNA

  55.  

    destroyer itu sebutan kapal perang kelas berat jaman dulu.

    kalo gak salah?

  56.  

    Muantap

  57.  

    report bro kalo beli rusia si barat suka rese

  58.  

    Yang dilihat frigate yang gahar gahar, ……… semoga nanti tidak pilih frigate KW made in cina !!!

  59.  

    Yg pasti jumlah real fregat yg akan dibeli (mereknya apapun/dr negara manapun) jumlahnya seperti Van speijk..

  60.  

    Pusing Amat sih barangnya saja belum di sini

  61.  

    mungkin kah kisah seperti KRI Irian di pakai untuk membeli si kirov, Operasi pembebasan Sabah n sarawak sedikit realistis sebagai “alasan “

  62.  

    Apakah salah satu yang bersandar di dermaga brunai..hoax yang mulai trungkap satu satu…xixixixixix

  63.  

    kelebihan anda adalah kekurangan kami
    kelemahan andalah kehebatan kami..

  64.  

    kapal nya tidak perlu di taruh di indonesia, di simpan aja tempat asalnya, bisa saja ini kapal di cicil aja dari sekarang krn kita tidak tahu kondisi 20-50 tahun kedepan. semua kawasan di dunia ada kemungkian akan pecah perang salah satunya asia tenggara.

  65.  

    kalo menurut ane ni frigat di beli juga ga apa apa. untuk memperkaya pengetahuan insinyur kita tentang perkapala…
    tpi tetep PKR sigma di kembangin jadi real fregat atau destroyer..
    jadi kita punya 2 jenis kaprang yg bisa di andalkan….

  66.  

    Tes

  67.  

    Mantap

  68.  

    Ini kapal gede banget tapi senjatanya kok kurang sangar

  69.  

    Mirrorr project..xixixxi

  70.  

    Pesan ane, jangan suka menjelekkan negeri sendiri bung….. baik dan buruk itulah negeri anda sendiri….. biarlah orang lain men-jelek2-kan negeti anda ( 😆 ), tapi anda tidak boleh ikutan……. itu baru ane salut sama ente….

    Disitu tanah dipijak, distu langit harus dijunjung….. orang Russia bilang “mikul dhuwur mendhem jero”…. 😆

  71.  

    Sigma jln trus….frigate iver jln trus…

  72.  

    Menjelang akhir tahun Kementerian/Lembaga pada ngabisin SPPD dalam rangka penyerapan anggaran, mayan plesiran mlaku2 nang denmark…
    Gak kebayang itu uang sakunya aja bisa kebeli si Iver….hihi
    piss ahh…

  73.  

    Test

  74.  

    Si Iver ini kapal kesayangan blog indo*******
    Si kirov kapal kesayangan warjag. Beda blog tapi tetap satu tujuan. INDONESIA DARURAT KAPAL DESTROYER

  75.  

    Moga segera terealisasi. Utk rudal harpoon kalo ga dikasih ijin dari asu bisa pake RBS 15 mk3 atau exocet blok 3,syukur2 bisa diinstal yakhont/brahmos/kalibr.

  76.  

    Jika jadi dibangun, sy sarankan Combat Management System (CMS) nya pake punya Thales saja (Tacticos) seperti yg sudah dipakai di PKR Sigma, supaya lebih mudah dan efisien dalam pengoperasian, training, dan perawatannya. Frigate punya Denmark ini memakai CMS produk Tetra.

  77.  

    Sebenarnya saya agak kurang setuju untuk iver kalo mau jujur. saya lebih setuju dengan de zeven provincien karena agak mirip dengan sigma dan saya yakin modulnya lebih mudah dibuat karena beberapa modul sigma sudah bisa kita buat sendiri. Maaf pendapat orang awam mohon dikoreksi bila ada kesalahan

    •  

      Sy yakin ketertarikan departemen pertahanan kita ke Frigate Denmark ini salah satu faktor utamanya ialah harga bung. Kita tau Iver Huitveldt Class ialah frigate hasil pengembangan dari Support Ship Absalon Class sehingga biaya pengembangannya tdk semahal membuat Frigate dari awal. Dengan kualitas Sensor dan Armament yg diusung, harga yg ditawarkan jauh lebih murah ($325 Juta). Bandingkan denga Frigate anti-air Warfare nya Belanda yang mencapai $816 Juta. Padahal kedua Frigate ini mengusung sistem senjata dan sensor yg hampir sama.

  78.  

    Udahlah mikir sigma class dulu aja beberapa, siapin uangnya buat bikin tank pindad dan bikin KFX/IFX.
    Daripada 700 juta USD dipake beli kapal perang gede mendingan bikin bendungan buat ketahanan pangan, bikin kilang2 ketahanan energi, beli radar baru, tambahin buat riset bikin rudal, riset bikin satelit, riset bikin drone.
    Daripada bikin kapal gede2, BBMnya ngutang, rudalnya bodong kan buat apa. Kecil2 tapi rudalnya lengkap jg masi OK kok.

  79.  

    biasanya lw ada berita yang diblow up begini untuk menutupi pembelian yang asli….mistral class?(bung nara kimochi/move on)

  80.  

    Kapal iver emang gede tapi masih kelas freegate, haduh. Tapi sayang ruang jengkalnya dominan diisi penangkis rudal doang, RI mesti cari kapal yang dominan diisi peluncur rudal, contoh kapal poland 60m sanggup isi 8 peluncur rudal sebut saja isinya yakhon.
    Jadi Kapal 130m mestilah lebih banyak diisi peluncur rudal, liat kapal2 eropa timur dan rusia,
    Jadi jangan lagi tipe frigate ah iver masih frigate

 Leave a Reply