Jun 272018
 

JakartaGreater.com – Para insinyur militer Rusia tengah sibuk meningkatkan kemampuan “Terminator 2”. Beberapa sistemnya kini dikendalikan dari jarak jauh sehingga akan dapat membuatnya menjadi lebih mematikan dari sebelumnya, seperti dilansir dari laman Russia Beyond.

Insinyur-insinyur Rusia telah mulai mengerjakan versi baru kendaraan tempur pendukung tank “Terminator 2”. Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan “Terminator 2” memang telah membuat heboh dunia militer. Versi baru dari kendaraan tempur itu disebut-sebut sebagai salah satu teknologi yang paling dinanti untuk meningkatkan kemampuan militer Rusia dalam waktu dekat.

“Terminator-2” diciptakan sebagai unit pendukung tank untuk pertempuran jarak dekat di perkotaan. Senjata ini bahkan telah berhasil melakukan debutnya di pertempuran Suriah melawan ISIS. Namun, versi baru kendaraan tempur ini, “Terminator 3”, dapat membawa hingga empat peluncur rudal 9M120 Ataka, sepasang meriam otomatis 2A42 30 mm, dua peluncur granat AG-17D dan sebuah senapan mesin koaksial PKTM 7,62 mm.

Terminator-3

Para insinyur di Uralvagonzavod, yang menciptakan “Terminator”, sekarang ini tengah bereksperimen untuk mengintegrasikan teknologi tanpa awak ke dalam unit pendukung tank tersebut.

“Saat ini, Kementerian Pertahanan Rusia telah memesan satu set ‘Terminator’ lima awak. Namun, para perancang juga memiliki versi kendaraan dengan tiga awak, yang sejumlah fungsinya dioperasikan oleh komputer yang bisa mengubah ‘Terminator-2’ menjadi turret kendali jarak jauh di medan perang”, jelas Dmitry Safonov, mantan analis militer surat kabar Izvestia kepada Rusia Beyond.

Menurut Safonov, saat pengendali jarak jauh mengoperasikan persenjataan “Terminator”, para awak dapat fokus mengoperasikan kendaraan tempur itu, mengurangi visibilitasnya dari pasukan musuh dan akhirnya menghancurkan musuh dengan persenjataan beratnya.

Para insinyur Uralvagonzavod bahkan mempertimbangkan untuk membuat “Terminator-3” yang akan sepenuhnya robotik, tetapi ini tak akan terjadi dalam waktu dekat. “Ini bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga masalah yuridis. Proyek itu akan dikerjakan dalam beberapa tahun mendatang”, kata Safonov menambahkan.

Kini para insinyur juga tengah berupaya untuk mengintegrasikan sistem pertahanan udara tambahan karena kendaraan tempur itu rentan terhadap serangan dari helikopter tempur yang mampu menembakkan rudal dari jarak hingga lima kilometer.

“Semua modifikasi dan model baru tersebut akan diungkap kepada publik dalam dekade mendatang. Untuk saat ini, kita akan melihat apa yang baru ditambahkan ke Terminator dalam pameran Army 2018 mendatang di Moskow”, kata sang pakar menyimpulkan.

Bagikan:

  2 Responses to “Akankah “Terminator” Menjadi Robot Sepenuhnya?”

  1.  

    Borong+ TOT.ngareb.com

 Leave a Reply