Mar 232019
 

Russian S-400 air defence system. (Facebook via www.middleeastmonitor.com)

Komandan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford, mengatakan di Dewan Atlantik pada Kamis bahwa Amerika Serikat (AS) berharap dapat menemukan solusi untuk perselisihan dengan Turki terkait pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Ankara.

“Posisi kami telah dibuat sangat jelas bagi Turki, dan kami berharap bahwa kami dapat menemukan cara untuk menyelesaikan masalah sulit ini,” kata Dunford.

Baik cabang eksekutif dan legislatif pemerintah AS “akan mengalami kesulitan merekonsiliasi kehadiran S-400 dan jet tempur paling maju yang kita miliki – F-35,” kata jenderal itu.

“Kami berharap bahwa kami dapat menemukan jalan keluar dari ini, tetapi ini adalah masalah yang sulit,” kata jenderal marinir itu kepada forum keamanan di Washington.

Komentar itu dibuat setelah Kamis lalu Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Ankara mengharapkan pengiriman jet tempur F-35 buatan AS pada November kendati Washington mengkritik keputusan untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

F-35C Lightning II (Foto: US. Navy)


Turki berencana membeli 100 jet tempur F-35 dari Amerika Serikat dengan pilotnya sedang dilatih di Pangkalan Angkatan Udara Luke di negara bagian Arizona, AS.

Pada saat yang sama, Ankara terus menghadapi kritik keras terhadap Washington, terkait perjanjian pinjaman untuk memasok sistem pertahanan S-400 Rusia yang ditandatangani oleh negara itu pada Desember 2017.

Baru-baru ini, Reuters melaporkan, mengutip Penjabat Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional, Katie Wheelbarger, bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk “mengirim sinyal” guna meyakinkan Ankara agar menggunakan S-400. “Sinyal” yang dilaporkan termasuk depot perbaikan mesin F-35 di Eskisehir, Turki yang digunakan dalam jalur produksi jet.

Sumber: Sputnik News

 Posted by on March 23, 2019